Pendapatan Tumbuh Double Digit, Telkom Bangun Ekosistem Digital

Ilustrasi
Ilustrasi | Annualreport.id

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) membukukan pendapatan sebesar Rp97 triliun pada akhir kuartal III 2017. Pendapatan TLKM meningkat 12,54% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni sebesar Rp86,19 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan Telkom yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/10/2017), TLKM mencatat kenaikan laba periode berjalan 17,32% menjadi Rp26,01 triliun dari sebelumnya Rp22,17 triliun.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk TLKM mencapai Rp17,92 triliun, meningkat 21,65% ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,73 triliun.

Meski beban operasional, beban karyawan dan beban penyusutan bertambah, TLKM berhasil menekan rugi selisih kurs menjadi Rp66 miliar di kuartal III 2017 dari sebelumnya sebesar Rp216 miliar di kuartal III 2016.

Dalam laporan keuangan TLKM di kuartal III 2017 disebutkan bahwa pendapatan data, internet dan jasa teknologi menyumbang pendapatan yang paling besar bagi TLKM yakni sebesar Rp52,5 triliun.

Jumlah tersebut naik 17,9% dibandingkan dengan pendapatan di kuartal III 2016 yang lalu.

Hingga kuartal III 2017, pendapatan data berkontribusi sekitar 54,13% bagi seluruh pendapatan TLKM. Porsi pendapatan data ini meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar 51,66%.

Dari segmen telepon, TLKM memperoleh pendapatan sebesar Rp34 triliun atau punya kontribusi sebesar 35% bagi seluruh pendapatan TLKM. TLKM juga memperoleh kontribusi dari pendapatan interkoneksi sebesar Rp3,7 triliun, pendapatan jaringan sebesar Rp849 miliar, dan pendapatan lainnya sebesar Rp5,87 triliun.

Dalam hal pelayanan, TLKM terus membangun ekosistem digital. Ini adalah langkah transformasi dari perusahaan telekomunikasi biasa menjadi digital telecommunication company.

Upaya membangun ekosistem tersebut berlanjut tahun 2018. Tahun ini, TLKM melakukan sejumlah akuisisi. Lewat anak usahanya, Telkom Sigma, TLKM mengakuisisi 60% saham PT Bosnet Distribution Indonesia. Ini adalah perusahaan yang bergerak di sektor fast moving consumers good ICT Solutions.

Usai mengakuisisi Bosnet, TLKM kembali mengakuisisi perusahaan satelit asal Malaysia. Anak usaha TLKM, PT Telkom Indonesia Internasional (Telin), membeli mayoritas saham TS Global Network Sdn Bhd (TSGN). Ini merupakan perusahaan penyedia layanan VSAT terbesar di Malaysia yang memiliki pelanggan korporasi dari berbagai industri. Di antaranya perkebunan, pertambangan, pemerintahan dan perbankan. TSGN juga memiliki perusahaan afiliasi di Brunei dan Myanmar.

TLKM juga mengakuisisi PT Nutech Integrasi. Pengambilalihan 60% saham Nutech dilakukan lewat anak usaha, PT Multimedia Nusantara (Telkom Metra). Nutech bergerak di bidang ICT Transportation.Arif Prabowo, Vice President Corporate Communication TLKM, menyatakan, pada 2018 TLKM terus mengembangkan ekosistem digital.

Untuk membiayai ekspansi ekosistem digital, TLKM mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) 2018 berkisar 25% dari proyeksi pendapatan TLKM. Pendapatan TLKM pada 2018 diprediksi meningkat dibandingkan pencapaian 2017.

Tahun ini TLKM mengalokasikan capex Rp26,7 triliun hingga Rp29 triliun. Di akhir kuartal III 2017, TLKM menyerap capex Rp20,3 triliun setara 70%76,02% target capex. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat infrastruktur layanan broadband, memperkuat jaringan seluler, perluasan data center, satelit dan menara.

Kinerja TLKM terutama ditopang kontribusi anak usahanya, Telkomsel. Perusahaan ini terus memperluas penetrasi 4G untuk mendukung peningkatan layanan data.(RiP)