PLN Bakal Terbitkan Surat Utang Global US$1,5 Miliar

Ilustrasi
Perusahaan Listrik Negara | Dok. PLN

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, berencana untuk menerbitkan surat utang global (global bond) sebesar US$1,5 miliar di tahun ini. Jumla ini sama dengan surat utang global yang pernah diterbitkan Perseroan pada tahun 2018 lalu.

Hal ini diungkap oleh Direktur Utama PLN, Sofyan Basir. “Ya, ada rencana,” kata Sofyan, dalam keterangannya yang dilansir CNBCIndonesia.com, Kamis (10/1/2019).

Namun Sofyan belum menjelaskan secara rinci soal kapan dan apa tujuan dari penerbitan surat utang tersebut tahun ini.

Tahun lalu, PLN juga menerbitkan obligasi global (global bond) senilai US$1,5 miliar atau setara Rp22,83 triliun. Hasil penerbitan saat itu digunakan untuk mendanai kebutuhan Investasi dan kebutuhan program 35.000 MW.

Global Bond tersebut diterbitkan dalam dua mata uang sekaligus, yaitu US$ dan Euro. Perinciannya US$500 juta dengan tenor 10 tahun 3 bulan, US$500 juta dengan tenor 30 tahun 3 bulan dan €500 juta dengan tenor 7 tahun, dan tingkat bunga masing-masing 5,375%, 6,25%, dan 2,875%.

Direktur Keuangan PLN, Sarwono, kala itu mengatakan, pilihan pendanaan tersebut tepat mengingat sebagian besar kebutuhan investasi peralatan pembangkit listrik masih harus diperoleh dari luar negeri.

“Di tengah kondisi pasar yang volatile atau tengah bergejolak serta isu trade war, PLN tidak hanya bisa mendapat pendanaan dengan tenor yang panjang, namun juga berhasil memperluas basis investor di Pasar Eropa dengan Global Bond bermata uang Euro,” ujar Sarwono seperti dikutip Kompas.com.

Tak hanya itu, kata Sarwono, PLN kala itu menjadi BUMN Indonesia pertama yang mampu secara bersamaan menerbitkan Global Bond di Pasar Internasional dalam dual currency, yaitu dollar AS dan Euro. PLN juga merupakan BUMN Indonesia pertama yang mampu menerbitkan secara sekaligus dalam triple tranches, yaitu tenor 7 tahun, 10 tahun dan 30 tahun.

“Hal Ini membuktikan bahwa dunia internasional percaya bahwa keuangan Indonesia dan PLN senantiasa dikelola dengan pruden. Ini menunjukkan keyakinan dari masyarakat internasional atas kekuatan fundamental ekonomi Indonesia dan PLN saat ini maupun sustainabilitas pertumbuhannya di masa mendatang,” kata Sarwono.

Sarwono menambahkan, Global Bond ini juga berhasil memperoleh kupon dan beban bunga yang sangat kompetitif meskipun suku bunga acuan AS atau Fed Fund Rate telah tiga kali naik. Hal ini diyakini mampu mendukung upaya PLN untuk terus menyediakan listrik kepada masyarakat dengan tarif terjangkau.(DD)