Per Tahun Investasi Rp100 Triliun, PLN Berencana Terbitkan Komodo Bonds

Ilustrasi
PLN cari pendanaan menerangi Indonesia | Dok. PLN

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN berencana untuk menerbitkan obligasi global berdenominasi rupiah alias Komodo Bonds yang merupakan salah satu alternatif pendanaan untuk memenuhi target investasi Perseroan. Pasalnya, perusahaan listrik pelat merah ini memiliki target investasi kelistrikan sebesar Rp100 triliun setiap tahunnya.

Rencana tersebut diungkapkan oleh Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Edwin Hidayat Abdullah. “Komodo Bonds belum ada keputusan jumlahnya. Masih dikaji bersama Kementerian BUMN,” kata Edwin, dalam keterangannya yang dilansir dari Katadata.co.id, Minggu (10/2/2019).

Edwin mengatakan PLN masih membutuhkan berbagai sumber pendanaan untuk memenuhi kebutuhan investasi. Oleh karena itu, Komodo Bond menjadi salah satu instrumen alternatif.

“PLN itu investasi target setahun sampai Rp100 triliun jadi masih butuh dana,” papar Edwin, seperti dikutip dari Tempo.co, Minggu (10/2/2019).

Tahun lalu, pada Oktober 2018, PLN menerbitkan surat utang berdenominasi valuta asing (global bond) senilai US$1,5 miliar. Dana dari surat utang itu digunakan untuk mendanai kebutuhan investasi dan program 35 gigawatt (GW). Sementara pada Mei 2018, mereka juga menerbitkan global bond senilai US$2 miliar.

Uang yang didapat dari penerbitan sebesar US$2 miliar tersebut digunakan untuk membeli kembali atau melunasi lebih awal beberapa global bond PLN yang diterbitkan tahun 2007 dan 2009. “Masih butuh dana (untuk investasi). Ada beberapa alternatif lagi, dilihat mana yang paling baik,” imbuh Edwin.

Komodo Bonds pada dasarnya adalah surat utang yang diterbitkan untuk dibeli di luar negeri namun dalam satuan mata uang rupiah, bukan dolar Amerika Serikat (AS) sebagaimana umumnya. Penerbitan Komodo Bonds ini diperuntukan untuk para investor asing yang ingin membeli obligasi dalam mata uang rupiah namun tetap ingin melakukan transaksi di negaranya.(DD)