Naik 67%, Semen Indonesia Bidik Ekspor 5 Juta Ton Produk Tahun Ini

ilustrasi
Proses pengepakan semen produk Semen Indonesia | Dok. Semen Indonesia

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menargetkan bisa mengekspor 5 juta ton semen pada tahun ini atau naik 67% dari total ekspor Semen Indonesia Group tahun lalu sebesar 3 juta ton.

Sekretaris Perusahaan SMGR, Agung Wiharto, meyakini target itu dapat tercapai lantaran perusahaan telah mengakuisisi saham mayoritas PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) yang kini berganti nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.

“Kami berharap ekspor Semen Indonesia Group yang tahun kemarin mencapai 3 juta ton, kami harapkan bisa 4-5 juta ton di tahun ini,” kata Agung Wiharto, dalam keterangannya yang dilansir CNBCIndonesia.com, Senin (11/2/2019).

Menurut Agung, kondisi itu tidak terlepas dari kondisi pasar di dalam negeri, karena pasar domestik masih menjadi prioritas. Ekspor Semen Indonesia Group, sebelum bergabung mengambilalih Holcim, mencapai 8% dari total penjualan. “Dalam negeri cukup, kalau ada kelebihan untuk meningkatkan utilisasi kita ekspor,” tuturnya.

Adapun dari sisi kapasitas produksi, dengan mengakuisisi Holcim, kapasitas produksi domestik Semen Indonesia meningkat dari sebelumnya 38 juta ton per tahun menjadi 50 juta ton per tahun. Ini belum termasuk dengan kapasitas produksi pabrik Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC) di Vietnam sebesar 3 juta ton.

“Dengan bergabungnya Solusi Bangun Indonesia ex Holcim, kapasitas produksi di dalam negeri bisa 50 juta ton,” jelas Agung.

Perseroan, lanjut Agung,  akan melakukan klasterisasi untuk mengoptimalkan pendistribusian pasokan semen sesuai dengan daerah yang terdekat dari pabrik. Dengan adanya pabrik milik PT Solusi Bangunan Andalas di Lhoknga, Aceh dan pabrik ex PT Holcim Indonesia di Narogong, Jawa Barat, akan sangat membantu pendistribusian pasokan di daerah utara Sumatra dan di wilayah Jawa Barat.

“Itu (konsumsi industri) kemungkinan tumbuh 4%-5% untuk domestik tahun ini,” ujar Agung, seperti dikutip Bisnis.com, Senin (11/2/2019).

Setelah melakukan klasterisasi pendistribusian pasokan semen, daerah yang memiliki pasokan yang lebih akan dimaksimalkan untuk melakukan ekspor ke sejumlah negara.

“Kita akan lihat nanti, tumbuh itu dipengaruhi pertumbuhan nasional, tapi kita berharap ekspor Semen Indonesia Grup yang kemarin mencapai 3 juta (ton), kita harapkan bisa di atas itu tahun ini,” tandas Agung.(DD)