Kimia Farma Proyeksikan Pertumbuhan Penjualan Double Digit Sampai Akhir Tahun

ilustrasi
Kimia Farma dalam sebuah pameran | Dok. Kimia Farma

PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) memproyeksikan pertumbuhan penjualan dua digit bakal terjaga sampai dengan akhir tahun 2018. Bahkan pada Oktober 2018-November 2018, Perseroan berhasil mencetak pertumbuhan hingga dua digit.

“Kami tetap optimistis untuk tumbuh dua digit baik dari revenue maupun net income,” ujar Sekretaris Perusahaan Kimia Farma, Ganti Winarno, dalam keterangannya yang dilansir Bisnis.com, Rabu (5/12/2018).

Ganti mengungkapkan, terjadi pertumbuhan di seluruh lini bisnis Perseroan, di mana seluruh produk menjadi penopang penjualan Kimia Farma.

Sementara terkait rencana The Federal Reserve (The Fed) untuk tak terlalu agresif menaikkan suku bunga di tahun depan menjadi sentimen positif bagi emiten-emiten yang mengandalkan bahan baku impor seperti emiten farmasi.

Kimia Farma menyambut rencana The Fed yang cenderung dovish tahun depan. “Harapannya tentu akan memberikan dampak yang positif bagi Perusahaan,” kata Ganti, seperti dikutip Kontan.co.id, Rabu (5/12/2018).

Ganti juga mengatakan, KAEF akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara menyeluruh terkait fluktuasi nilai tukar. KAEF juga tetap optimistis bisa menjaga pertumbuhan hingga double digit.

Terkait penjualan Perseroan, Direktur Keuangan Kimia Farma, IGN Suharta Wijaya, mengatakan penjualan KAEF masih tumbuh sesuai dengan target Perseroan. “Perkiraan revenue tumbuh year on year masih sekitar 20%,” paparnya.

Sebelumnya, Suharta menyebut bahwa Perseroan melakukan efisiensi dan transformasi dari hulu hingga ke hilir. Salah satu yang dihasilkan yakni dengan efisiensi harga pokok produksi sekitar 3% pada kuartal III/2018.

Selain itu, Suharta menyebut pertumbuhan pendapatan juga didorong oleh program peningkatan performa ritel. Melalui strategi tersebut, penjualan di apotik mampu tumbuh hingga 22%.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2018, Kimia Farma membukukan pendapatan Rp5,30 triliun per 30 September 2018. Jumlah itu naik 23,37% dari periode yang sama tahun lalu Rp4,30 triliun.

Beban pokok penjualan naik lebih rendah 20,62% secara tahunan pada kuartal III/2018. Tercatat, terjadi kenaikan dari Rp2,78 triliun pada kuartal III/2017 menjadi Rp3,36 triliun.

Dengan demikian, Perseroan mengamankan laba bersih Rp225,28 miliar per kuartal III/2018. Pencapaian tersebut tumbuh 17,36% dari Rp191,96 miliar pada periode yang sama tahun lalu.(DD)