Jelang Arus Mudik, Jasa Marga Tambah 43 Lokasi Top Up Uang Elektronik

ilustrasi
Pemaparan kesiapan Jasa Marga menyambut arus mudik Lebaran 2018 | Dok. Jasa Marga

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menambah 43 lokasi top up uang elektronik yang tersebar di gerbang-gerbang tol yang dikelola oleh Perseroan maupun anak usahanya, untuk memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 2018.

“Dengan penambahan 43 lokasi top up tersebut, kini Jasa Marga telah memiliki total 56 lokasi top up di seluruh Indonesia,” kata Dwimawan Heru, AVP Corporate Communication Jasamarga, dalam keterangannya yang dilansir Kontan.co.id, Minggu (27/5/2018).

Selain menambah lokasi top up, untuk mempermudah pelayanan dalam pembelian dan pengisian saldo uang elektronik, Jasa Marga telah bekerja sama dengan pihak perbankan untuk menyediakan 24 lokasi Layanan Gerak di beberapa Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) pada periode bulan Juni 2018.

Penambahan lokasi top up dan Layanan Gerak ini diperuntukkan guna menambah kenyamanan para pengguna jalan tol yang hendak melakukan perjalanan arus mudik atau balik lebaran pertengahan bulan Juni 2018 mendatang.

Sementara itu, PT Jasa Marga Cabang Semarang akan menerapkan rekayasa tol satu tarif di tiga ruas tol dalam kota Semarang. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kepadatan arus dan menghindari terjadinya antrian panjang di gerbang tol pada arus mudik Lebaran 2018.

Tiga ruas tol dalam kota Semarang yang akan dijadikan satu tarif adalah Jatingaleh-Krapyak (seksi A), Jatingaleh-Srondol (seksi B) dan Jatingaleh-Kaligawe (seksi C). Nantinya, pengguna tol hanya akan dikenai tarif di gerbang masuk di ketiga ruas tol tersebut. Saat ini gerbang masuk ketiga ruas tersebut baru saja rampung dibangun.

“Nantinya, di tol Semarang seksi A,B,dan C hanya satu kali transaksi, satu tarif saja, hanya di gerbang masuk. Gerbang masuknya baru saja rampung kita bangun,” ungkap General Manager Jasa Marga Cabang Semarang Johannes Mancelly, yang dikutip dari CnnIndonesia.com, Minggu (27/5/2018).

Rekayasa tol satu tarif di Semarang tak lepas dari integrasi tol transJawa, khususnya tol Batang-Semarang dan Tol Salatiga-Kartosuro yang dijadikan jalan fungsional pada mudik nanti. Ruas tol Semarang menjadi akses utama para pemudik yang menuju jalur selatan, yakni Solo atau Yogyakarta.

Untuk tol Semarang-Solo, pengguna jalan melakukan transaksi seperti biasa, di mana di gerbang tol Banyumanik hanya sebagai penanda awal masuk, karena transaksi akan dilakukan di gerbang Ungaran dan Salatiga.

Pihak Jasa Marga mengaku, untuk waktu penetapan rekayasa tol satu tarif berikut besaran tarifnya, masih menunggu keputusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).(DD)