Hingga Akhir Tahun, WIKA Targetkan Raihan Kontrak Rp58 Triliun

ilustrasi
Presiden Jokowi saat berkunjung di salah satu proyek yang digarap WIKA | Dok. WIKA

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menargetkan raihan kontrak Rp58 triliun hingga akhir tahun ini, dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan sebesar 20%. Targetk tersebut sejalan dengan kinerja keuangan Perseroan yang terlihat tumbuh positif hingga kuartal III/2018.

Direktur Wijaya Karya, Antonius NS Kosasih, mengatakan bahwa keyakinannya tersebut di topang dengan adanya kontrak baru yang dimulai pada akhir November sampai dengan minggu ketiga Desember tahun ini.

“Apalagi biasanya pada akhir tahun cash flow kita meningkat, hanya 2014 dan 2016 saja yang negatif, karena proyek besar kita kerjakan di awal tahun,” kata Antonius, dalam keterangannya yang dilansir Kontan.co.id, Rabu (5/12/2018).

Untuk tahun depan Perseroan menargetkan kontrak baru sebesar Rp70 triliun. Di mana Perseroan pada tahun depan bakal masih akan mengerjakan beberapa proyek seperti LRT dan MRT.

Sementara itu, Perseroan juga masih mengkaji ulang target belanja modal (Capital expenditure/Capex) untuk tahun 2019. Sebelumnya, disebutkan target capex emiten konstruksi ini akan mencapai Rp20 trilliun untuk tahun depan.

“Jadi sebagian anggaran di 2018 itu belum digunakan, mungkin akan digulirkan di tahun depan,” ujar Antonius, seperti dikutip Wartaekonomi.co.id, Rabu (5/12/2018).

Adapun pendanaan belanja modal akan berasal dari ekuitas internal dan pinjaman eksternal. Antonius menambahkan, Perseroan memang menggunakan ekuitas maksimal 30% untuk belanja modal.

“Di penghujung tahun, secara nett pembayaran dari customer itu banyak. Untuk menjaga rasio utang, kita banyak proyek yang jangka panjang,” jelas Antonius.

Berdasarkan laporan keuangan, tercatat pendapatan WIKA sebesar Rp21 triliun hingga periode yang berakhir 30 September 2018. Angka tersebut naik 32,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) yakni sebesar Rp15,87 triliun.(DD)