Antisipasi Ramadan, Pegadaian Siapkan Dana Tambahan Sebesar Rp2 Triliun

ilustrasi
Salah satu produk layanan dari Pegadaian | Dok. Pegadaian

PT Pegadaian (Persero) siap menyambut datangnya bulan suci Ramadan yang kerap menjadi momentum bagi Perseroan untuk menggenjot kinerjanya, dengan memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengajukan pinjaman.

Dalam mengantisipasi momen tersebut, Perseroan terus berupaya mengantisipasi meningkatnya pengajuan pinjaman yang juga harus diimbangi dengan meningkatkan ketersediaan dananya.

Direktur Pegadaian Teguh Wibowo mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut. Untuk mengimbangi pertumbuhan pengajuan pinjaman, Pegadaian sudah menyiapkan tambahan dana antara Rp1 triliun sampai Rp2 triliun. “Jadi Pegadaian siap melayani masyarakat yang butuh pendanaan menjelang Lebaran ini,” kata Teguh, seperti dikutip Kontan.co.id, Selasa (15/5/2018).

Peningkatan bisnis gadai di periode bulan puasa ini merupakan siklus tahunan seiring dengan meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat. Di mana pada momen ini angka konsumsi masyarakat biasanya meningkat. Tentunya kondisi ini menjadi peluang usaha bagi masyarakat. Sementara untuk kebutuhan modal usahanya, jasa gadai jadi salah satu alternatif yang biasa dipilih.

Peningkatan transaksi di periode ini bisa mencapai 4% dibanding biasanya. Di mana rata-rata transaksi yang dilakukan Pegadaian tiap harinya, bisa mencapai 125.000 transaksi.

Tren peningkatan pinjaman sendiri, kata Teguh, sudah terasa sejak awal bulan ini. Selain produk gadai, produk lain yang disebutnya menunjukan tren positif jelang puasa ini adalah dari produk kredit mikro Kreasi.

Produk tersebut merupakan pinjaman dengan angsuran bulanan yang diberikan kepada Usaha Kecil dan menengah (UKM) untuk pengembangan usaha dengan sistem fidusia.

Sementara dari sisi jenis barang yang digadaikan, relatif tak banyak perubahan dari biasanya. Di mana emas menjadi barang yang paling sering digadaikan ketimbang barang lain semisal produk elektronik sampai kendaraan.

Sementara itu, terkait melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir, mendorong masyarakat menyimpan dan menabung emas miliknya.

“Banyak nasabah yang menyimpan tabungan emas itu. Tahun ini dari awal, sudah mulai kelihatan ada pelemahan,” ujar Direktur Operasi dan Pemasaran PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, dalam keterangannya yang dilansir Rilis.id, Selasa (15/5/2018).

Tren permintaan emas pun meningkat. Langkah tersebut kemungkinan dilakukan untuk investasi. Diperikirakan peningkatan permintaan emas selama depresiasi rupiah mencapai 10-15 persen.

“Selama ada pergerakan harga emas, masyarakat biasanya ingat untuk 'lari' ke emas. Mereka cenderung menyimpan (aset dalam bentuk) emas. Itu secara historis,” jelas Damar.

Kata Damar, tren gadai emas juga mengalami peningkatan 4-5 persen sejak Ramadan hingga dua pekan sebelum Idul Fitri. Gadai emas perhiasan paling mendominasi, dan biasanya digunakan sebagai modal usaha.

“Tetapi setelah Ramadan, akan turun dengan kisaran yang sama. Tahun lalu juga sama,” ujar Damar.

Dijelaskan, bahwa saat normal, Pegadaian melayani sekitar 125 ribu transaksi per hari di seluruh outlet dengan nilai rata-rata Rp5 juta - Rp6 juta tiap transaksi.(DD)