Anak Usaha PLN Akuisisi 51% Perusahaan Batu Bara

ilustrasi
Direktur Utama PLN, Sofyan Basir | Dok. PLN

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, melalui anak usahanya yakni  PT PLN Batubara Investasi mengakuisisi kepemilikan saham 51% PT Banyan Koalindo Lestari (BKL).

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Katadata.co.id, Jumat (11/1/2019), PT Optima Persada Energi (OPE) dan PT Aquela Pratama Indonesia (API) menandatangani akta pengambilalihan saham dengan PT PLN Batubara Investasi pada 8 Januari 2019. OPE dan API merupakan perusahaan terkendali PT Atlas Resources Tbk (ARII). OPE memiliki saham Banyan sebesar 99,99% sementara API memegang saham Banyak sebanyak 0,01%. 

Dengan akuisisi ini, PLN Batubara Investasi kini menjadi pengendali di Banyan dan memegang saham seri B. Sedangkan saham seri A dipegang Optima Persada Energi dan Aquela Pratama Indonesia.

Sementara, Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, mengatakan bahwa PLN berencana mengakusisi minimal dua tambang batu bara. Saat ini, Perseroan tengah berupaya membidik satu tambang batu bara yang baru dan satu lagi tambang pengembangan yang akan jatuh tempo. Dua tambang tersebut berlokasi di Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Menurut Sofyan, kedua tambang batu bara tersebut minimal harus mempunyai akses transportasi dan memiliki infrastruktur. Pasalnya, PLN berharap batu bara tersebut bisa di bawa ke PLTU-PLTU PLN.

“Segera, karena sudah lama diskusi dari semester satu. Kami lakukan bertahap, tidak langsung dua-duanya. Kami kan minimal harus 100 juta cadangannya coal-nya, tidak mungkin yang kecil,” kata Sofyan, dalam keterangannya yang dilansir Kontan.co.id, Jumat (11/1/2019).

Sofyan pun menargetkan PLN bisa memiliki 30-40% kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik dengan melakukan akusisi tambang batubara. “Yang 40% itu supaya off supply kami amankan, 60% dari swasta 40% punya PLN. Itu harapan ke depan, mungkin kerja sama juga dengan PTBA,” terangnya. 

Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Supangkat Iwan Santoso, menambahkan, jika dua tambang batu bara tersebut berhasil diakusisi oleh PLN, maka PLN bisa memenuhi pasokan batu bara sebesar 20% dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Pada tahun ini, PLN memproyeksi baru bisa memenuhi pasokan batu bara untuk pembangkit listrik sekitar 5% dari total kebutuhan batu bara sebanyak 60 juta ton.(DD)