PT TASPEN (PERSERO)

PT TASPEN Laporan Tahunan 2015

PERBAIKAN BERKELANJUTAN UNTUK BERINOVASI DAN MENINGKATKAN KINERJA
Pada tahun 2015 kondisi perekonomian nasional sedang mengalami beberapa tantangan terkait dengan kondisi ekonomi global yang belum menunjukan kinerjanya, namun pemerintah gencar melakukan pembangunan sebagai komitmen pemerintah untuk melakukan pemerataan ekonomi yang diharapkan dapat mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Di tengah reformasi dan birokrasi di bidang kepegawaian negara PT TASPEN (PERSERO) tetap menunjukan kinerjanya yang positif jika dilihat dari jumlah aset serta peningkatan jumlah klaim yang dapat diselesaikan. Pembaharuan peraturan dan perundang-undangan di bidang usaha TASPEN mendorong Perseroan berinovasi serta memberikan kontribusi bagi pembangunan khususnya peningkatan kesejahteraan peserta dan memberikan nilai tambah bagi negara sebagai pemegang saham utama.

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Jumlah Aset TASPEN Mencapai 7,06% atau Sebesar Rp172.561,00 miliar
Kondisi perekonomian global yang kurang mendukung memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia, namun hal itu tidak menjadi kendala bagi TASPEN untuk memberikan kepuasan kepada peserta. Pada tahun 2015, jumlah pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp15.940,16 miliar, mengalami pertumbuhan sebesar Rp1.614,74 miliar atau tumbuh 11,26% dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar Rp14.326,90 miliar.

1. Premi dan Iuran
Pendapatan premi dan iuran pada tahun 2015 adalah sebesar Rp6.680,77 miliar, mencapai 106,69% dari RKAP 2015. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan sebesar 16,45%. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya pendapatan iuran THT PNSP/DO sebesar Rp 490,08 miliar (8,74%) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebagai akibat atas kenaikan gaji pokok dan kenaikan gaji berkala serta adanya iuran dari program JKK dan JKM yang dikelola PT TASPEN (PERSERO) terhitung mulai 1 Juli 2015, masing-masing sebesar Rp 205,34 miliar dan Rp 256,46 miliar.

2. Hasil Investasi
Pendapatan hasil investasi pada tahun 2015 adalah sebesar Rp5.417,62 miliar, mencapai 88,76% dari RKAP 2015. Bila dibandingkan dengan hasil investasi pada tahun 2014, terjadi peningkatan sebesar Rp117,21 miliar atau sebesar 2,21%. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan di beberapa instrumen investasi dibandingkan dengan periode sebelumnya diantara lain, bunga deposito sebesar Rp551,78 miliar atau sebesar 75,81%, bunga obligasi sebesar Rp256,28 miliar atau sebesar 8,52% dan peningkatan pendapatan pada bunga Kontrak Investasi Kolektif - Efek Beragunan Aset sebesar Rp23,91 miliar atau sebesar 30,10% 3.

Pendapatan PSL Pemberi Kerja Pada tahun 2015, pendapatan PSL Pemberi Kerja adalah sebesar Rp3.670,22 miliar, mencapai 100,64% dari RKAP 2015. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan sebesar 13,64% sebagai dampak atas kenaikan gaji pokok sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015.

4. Pendapatan Lain-lain
Jumlah pendapatan lain untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2015 sebesar Rp171,56 miliar, mencapai 134,52% dari RKAP 2015. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan sebesar 187,83%.

Profitabilitas Program THT
Berdasarkan realisasi pendapatan dan beban untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2015 dicapai sisa hasil usaha sesudah pajak sebesar Rp577,90 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 83,31% dari perolehan sisa hasil usaha sesudah pajak tahun 2014 sebesar Rp3.462,92 miliar. Hal ini disebabkan karena pada tahun 2015 tidak terdapat windfall profit seperti pada tahun 2014 yang disebabkan karena adanya penundaan pembayaran pensiun selama 2 tahun akibat berlakunya Undang-Undang Nomor: 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara yang mengubah BUP dari 56 tahun menjadi 58 tahun.

Aset
Pada tahun 2015, jumlah aset Perseroan adalah sebesar Rp172.561,00 miliar, naik 7,06% dari jumlah aset Perseroan tahun 2014 sebesar Rp161.177,62 miliar. Jumlah Aset Tetap per 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp786,81 miliar, naik 96,15% dari jumlah pada tahun 2014 sebesar Rp401,12 miliar. Peningkatan jumlah aset tetap ini dipengaruhi oleh adanya penambahan aset tetap untuk tanah dan bangunan masing-masing sebesar Rp349,32 miliar dan Rp48,73 miliar. Dari jumlah tersebut terdapat penambahan dari hasil revaluasi aset atas tanah dan bangunan Program Pensiun masing-masing sebesar Rp279,83 miliar dan Rp23,23 miliar. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK.010/2015 tentang Penilaian Kembali Aset Tetap untuk Tujuan Perpajakan bagi Pemohon yang Diajukan pada Tahun 2015 dan 2016, maka penilaian untuk sementara dilakukan secara internal Perseroan dan akan dilakukan penilaian oleh konsultan penilai pada tahun 2016. Pajak atas revaluasi aset tetap sebesar Rp9,09 miliar telah dilunasi pada bulan Desember 2015. Jumlah Aset Tidak Berwujud per 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp43,98 miliar, naik 157,40% dari jumlah pada tahun 2014 sebesar Rp17,09 miliar. Peningkatan ini disebabkan karena pada tahun 2015 Perseroan mengembangkan beberapa program di bidang teknologi informasi yang menyebabkan meningkatnya pembelian paket aplikasi.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aset
Pada tahun 2015, jumlah aset Perseroan adalah sebesar Rp172.561,00 miliar, naik 7,06% dari jumlah aset Perseroan tahun 2014 sebesar Rp161.177,62 miliar. Jumlah Aset Tetap per 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp786,81 miliar, naik 96,15% dari jumlah pada tahun 2014 sebesar Rp401,12 miliar.

Pendapatan & Solvabilitas
Kenaikan pendapatan sebesar 11,26% atau Rp15.940,16 miliar disbanding pencapaian pendapatan tahun 2014. Nilai rasio likuiditas Perseroan adalah sebesar 615,02% dan nilai rasio solvabilitas Perseroan adalah sebesar 12,14%.

LIABILITAS
Pada tahun 2015, jumlah liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp163.181,41 miliar, naik 10,95% dari jumlah pada tahun 2014 sebesar Rp147.077,35 miliar. Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan jumlah Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan dan Dana Akumulasi Iuran Pensiun PNS masing-masing sebesar Rp77.243,65 miliar dan Rp84.489,25 miliar.

EKUITAS
Pada tahun 2015, jumlah Ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp9.379,59 miliar, turun 33,48% dari jumlah pada tahun 2014 sebesar Rp14.100,26 miliar.

RENCANA STRATEGIS

Selama ini kontribusi premi asuransi umum terbesar berasal dari korporasi dan pemerintah. Ini membuat laju bisnis asuransi umum seirama dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Bank Indonesia (BI) memprediksi, pertumbuhan ekonomi di 2016 berada di kisaran 5,2% hingga 5,6% atau lebih tinggi dari tahun ini yang maksimal cuma 4,8%. Strategi menaikkan premi Penetrasi masih harus menjadi prioritas oleh industri asuransi karena sampai saat ini, penetrasi asuransi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih kecil yakni sekitar 2,4%.

Arah pengembangan yang hendak dicapai dalam lima tahun mendatang TASPEN tetap menjaga sustainable growth dengan menciptakan value creation sesuai visi, misi dan values TASPEN didasari atas tiga konsentrasi sebagai berikut:

1. Sustainable Growth, Manajemen TASPEN menjamin pertumbuhan yang berkesinambungan sehingga visi, misi dan tata nilai Perseroan dapat direalisasikan untuk meningkatkan kesejahteraan peserta.
2. Value Creation, Manajemen TASPEN senantiasa menciptakan nilai tambah bagi stakeholders (para pemangku kepentingan) dalam setiap kegiatan operasionalnya.
3. Terpercaya, Perseroan mengacu pada tata kelola bersih dan sehat sesuai GCG sehingga menjadi Perseroan yang terbaik dan terpercaya dalam kualitas, produk dan pelayanan.

Arah pengembangan Perseroan dalam rencana jangka panjang tahun 2014-2018 adalah TASPEN mengelola program Asuransi Sosial yang terdiri dari Program Tabungan Hari Tua (THT), Program Pensiun dan jaminan sosial lainnya untuk kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pejabat Negara.

Investasi Secara Organik
Selain melakukan pengembangan program, PT TASPEN (PERSERO) juga melakukan pengembangan usaha antara lain dengan mengambil peluang investasi secara organik maupun anorganik. Salah satu peluang investasi anorganik yang telah dilaksanakan adalah dengan membuat anak perusahaan. Pada tahun 2014, PT TASPEN (PERSERO) telah mendirikan anak perusahaan baru yaitu PT Asuransi Jiwa TASPEN.

PT TASPEN (PERSERO) akan meningkatkan akuntabilitas Perseroan melalui implementasi manajemen risiko dan good corporate governance secara konsisiten, optimalisasi hasil usaha melaui pendapatan iuran peserta dan pemberi kerja, penerimaan Unfunded Past Service Liability, meningkatkan corporate sustainability melalui pengelolaan portofolio yang optimal, meningkatkan SDM berkualitas, berintegritas, profesional dan berdaya saing, dilaksanakan grand design program THT yaitu perubahan skema dari manfaat pasti menjadi iuran pasti (cut off) pada tahun 2016, dan meningkatkan kinerja Teknologi Informasi serta mengalihkan seluruh portofolio
pertanggungan program THT Bukan PNS kepada anak perusahaan PT Asuransi Jiwa TASPEN.

Keterangan:


Tahun
2015
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
BUMN Keuangan Non Listed (BKNL)
Penghargaan
BUMN Keuangan Non Listed #2
Jumlah Halaman
722
Kantor Akuntan Publik
Doli Bambang Sulistiyanto Dadang & Ali
Biro Administrasi Efek
N/A
Kustodian
N/A
Agen Pemeringkat
N/A
Persatuan Karyawan
N/A
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
PT Taspen,laporan tahunan,2015,BUMN

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF