PT SARANA MULTI INFRASTRUKTUR (PERSERO)

PT SARANA MULTI INFRASTRUKTUR (PERSERO) Laporan Tahunan 2016

STRENGTHENING FOUNDATIONS FOR INCLUSIVE GROWTH

Sebagai katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur nasional, pada tahun 2016 PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“Perseroan”) berfokus untuk terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui akselerasi pembangunan infrastruktur baik dari Kawasan Barat sampai Kawasan Timur Indonesia dalam bentuk berbagai macam inovasi produk pembiayaan di berbagai sektor baik infrastruktur dasar maupun infrastruktur sosial. Dengan berbagai fitur produk pembiayaan yang dimiliki oleh Perseroan yang salah satunya merupakan produk pinjaman kepada Pemerintah Daerah (Pemda), Perseroan berupaya untuk dapat mendorong percepatan pembangunan ekonomi di daerah yang pada gilirannya dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh wilayah Indonesia dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (GCG).

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Total Aset Perseroan mencapai Rp44.332 miliar

Pembiayaan yang telah disalurkan oleh Perseroan terus meningkat, sebagai wujud komitmen untuk menjadi bagian penting dalam proses pembangunan bangsa. Selama tahun 2016, Perseroan menjalin kerja sama penting dengan lembaga multilateral dan lembaga keuangan internasional seperti Agence Française de Développement (AFD), Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW), Korean Development Bank (KDB), Asian Development Bank (ADB) dan Cities Development Initiative Asia (CDIA).

Dari sisi indikator keuangan, perolehan laba bersih mencapai 101,05% di atas target yang telah ditetapkan. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun 2015, telah mengalami peningkatan sebesar 297,12%, dari Rp305 miliar menjadi Rp1.213 miliar. Sementara, total aset Perseroan pada tahun 2016 mencapai Rp44.332 miliar. Jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang sebesar Rp32.714 miliar, mengalami kenaikan 35,52%. Dari sisi operasional, pertumbuhan pembiayaan Perseroan mencapai Rp30.442 miliar (di luar subordinated loan), naik 77,43% dari tahun sebelumnya sebesar Rp17.157 miliar. Selama tahun 2016, Perseroan telah membiayai 19 Proyek Strategis Nasional (PSN), Proyek Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dan Proyek Prioritas Nasional, dengan jalan tol menjadi sektor yang mengambil porsi pembiayaan terbesar.

Perseroan juga mulai memberikan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal dengan membentuk perusahaan patungan dengan beberapa kontraktor jalan tol, untuk pembangunan salah satu ruas jalan tol di Pulau Jawa. Selain itu, di tahun 2016 Perseroan juga melengkapi produk usahanya dengan dibentuknya Unit Usaha Syariah Pembiayaan Infrastruktur. Dengan demikian, untuk Pembiayaan Infrastruktur potensi pengembangan bisnis akan semakin terbuka. Hal itu telah ditunjukkan melalui kinerja keuangan yang tumbuh positif.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendapatan Usaha
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Corporate Social Responsibility Di tahun 2016, pendapatan dari kegiatan pembiayaan tumbuh 157,30% dari  Rp586.537 juta pada tahun 2015 menjadi Rp1.509.161 juta. Selain itu, pendapatan dari penugasan fasilitasi penyiapan proyek mencapai Rp34.686 juta atau mengalami peningkatan sebesar 198,59% bila dibandingkan tahun 2015. Pendapatan Jasa Konsultasi juga mengalami kenaikan sebesar 39,92% dari tahun 2015 Rp3.822 juta menjadi Rp5.347 juta.

Aset
Total aset tumbuh sebesar 35,31% dari Rp32.714.276 juta pada tahun 2015 menjadi Rp44.332.137 juta pada akhir tahun 2016. Peningkatan tersebut berasal dari peningkatan pemberian pinjaman diberikan (bersih) sebesar Rp12.939.963 juta guna meningkatkan peran Perseroan dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur.

Ekuitas
Per 31 Desember 2016, ekuitas meningkat sebesar 21,24% dari Rp25.432.675 juta pada tahun 2015 menjadi Rp30.835.710 juta. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh tambahan modal disetor dari Pemerintah sebesar Rp4,16 triliun yang diterima Perseroan pada akhir Desember 2016 dan peningkatan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya, yang berasal dari peningkatan laba tahun berjalan.

Laba Bersih Tahun Berjalan
Selama tahun 2016, Perseroan telah berhasil membukukan Laba Bersih sebesar Rp1.212.803 juta atau mengalami peningkatan sebesar 297,13% dari tahun 2015 sebesar Rp305.389 juta. Peningkatan tersebut ditopang oleh peningkatan Pendapatan Pembiayaan sebesar 157,30%, Pendapatan Penggantian Biaya Penugasan Fasilitas Penyiapan Proyek KPBU 198,59% dan Pendapatan Investasi (Pengelolaan Dana)  sebesar 450,02%.

RENCANA STRATEGIS

Kondisi perekonomian pada tahun 2017 diprediksi masih mengalami perlambatan. Oleh karena itu, tantangan yang dihadapi oleh Perseroan ke depan semakin besar di tengah meningkatnya harapan Pemegang Saham agar Perseroan menjadi institusi yang kredibel dan dapat dibanggakan. Peralihan fungsi Pusat Investasi Pemerintah (PIP) ke Perseroan untuk memberi pinjaman ke daerah harus menjadi salah satu focus Perseroan. Ketidakseimbangan pembangunan infrastruktur di daerah harus diantisipasi oleh Perseroan dengan memberikan jasa penyiapan proyek yang lebih baik ke daerah-daerah yang kurang mampu. Persiapan pembentukan Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia (LPPI) juga harus diantisipasi dan menjadi arah pengembangan Perseroan di tahun 2017 dan tahun-tahun selanjutnya.

Sebagai katalis pembiayaan infrastruktur, Perseroan mempunyai peluang untuk mengelola dana-dana murah bekerjasama dengan dana pensiun untuk membiayai infrastruktur yang berisiko dan berjangka panjang, namun secara ekonomi sangat menguntungkan. Di samping itu manajemen perlu memperhatikan bahwa infrastruktur yang dibangun juga dapat berdampak pada program pemerintah baik dalam upaya untuk memperkuat sektor manufaktur maupun menghubungkan akses akses yang sangat diperlukan untuk mendukung ekonomi masyarakat yang lebih luas.

Dengan adanya Unit Usaha Syariah, Perseroan yakin, mampu menyediakan skema pendanaan bagi entitas-entitas yang memerlukan pembiayaan dan membantu mengurangi terjadinya asset liability mismatch di industri keuangan syariah. Ke depan, keberadaan Perseroan sebagai katalis pembangunan infrastruktur Indonesia akan menjadi lebih optimal dengan adanya produk skema pembiayaan dan pendanaan yang semakin lengkap dan beragam.

Keterangan:


Tahun
2016
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
BUMN Keuangan Non Listed (BKNL)
Penghargaan
Keuangan BUMN Keuangan Listed #3
Jumlah Halaman
576
Kantor Akuntan Publik
Satrio Bing Eny & Rekan (member of Deloitte Touche Tohmatsu Limited)
Biro Administrasi Efek
N/A
Kustodian
N/A
Agen Pemeringkat
Fitch Australia Pty. Ltd., PT Fitch Ratings Indonesia, PT Pemeringkat Efek Indonesia
Persatuan Karyawan
N/A
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
smi,pembiayaan,infrastruktur,indonesia,bumn

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF