PT RED PLANET INDONESIA TBK

PT RED PLANET INDONESIA TBK Laporan Tahunan 2016

KOMITMEN UNTUK MASA DEPAN

Sebagai sebuah perusahaaan yang tengah berkembang, Red Planet Indonesia (RPI) yang merupakan anak perusahaan dari Red Planet Hotels Limited (www.redplanethotels.com), terus berbenah dan melakukan berbagai inovasi guna mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pasar yang semakin ketat. Red Planet Hotels Limited merupakan jaringan hotel ekonomis terbesar di Asia dengan portofolio sebanyak 25 properti yang tersebar di Indonesia, Thailand, Filipina dan Jepang. RPI saat ini memiliki 7 hotel di Indonesia dengan jumlah kamar sebanyak 1.064 kamar. Hotel-hotel RPI berada di Jakarta (Pasar Baru), Pekanbaru, Solo, Bekasi, Palembang, Makassar, dan Surabaya.

Tahun 2015 lalu Red Planet meluncurkan merek baru untuk seluruh portofolio hotelnya di Asia dalam rangka mempercepat pertumbuhan. Dengan merek dan logo di setiap hotel yang mencerminkan identitas baru, kinerja Perusahaan meningkat secara substansial. Red Planet saat ini sudah menjadi satu Grup yang memiliki keseragaman merek tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh kawasan Asia. Terlebih lagi, merek baru ini menggunakan teknologi unik dan tidak tertandingi di Asia, dan sebagai hasilnya Red Planet dapat bersaing dengan industri sejenis, terutama dalam hal cara yang tidak lagi dengan cara konvensional.

Selain inovasi di bidang teknologi, Red Planet Indonesia juga melakukan berbagai terobosan untuk semakin memperkuat kinerja keuangan. Di tahun 2016, induk Perusahaan Red Planet mendapat suntikan dana segar dari Goldman Sachs sebagai modal kerja dan modal usaha, dimana sebagian dari dana tersebut PT Red Planet Indonesia Tbk melakukan Penambahan Modal dengan HMETD di bulan Februari 2017, sebanyak-banyaknya Rp 408,9 miliar. HMETD tersebut membuat RPI leluasa untuk melunasi pinjaman bank dan pinjaman pihak berelasi, investasi dan modal kerja sehingga laporan keuangan perusahaan akan menjadi lebih baik, bahkan dapat terlihat di kuartal keempat tahun 2016. Dalam proses penambahan modal, RPI melaksanakan aksi korporasi (corporate action) untuk mendongkrak likuiditas saham Perusahaan.

Aksi korporasi yang dimaksud adalah kebijakan stock split pada saham dan dikeluarkannya Right Issue atau HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu). Stocksplit dilakukan untuk memecah nilai saham sehingga harganya menjadi lebih rendah untuk menarik investor ritel. Dengan jumlah investor yang kian bertambah, jumlah saham yang beredar pun meningkat sehingga perusahaan menjadi likuid. Sedangkan HMETD diberikan kepada pemegang saham yang namanya telah terdaftar dalam daftar pemegang saham untuk menerima penawaran terlebih dahulu guna membeli saham pada harga yang telah ditentukan dalam periode tertentu. Dengan dua kebijakan stock split dan HMETD, perusahaan mampu menghimpun dana segar yang dapat digunakan untuk ekspansi usaha berupa pendirian hotel-hotel baru.

Corporate action akan berimplikasi positif jika dana yang diperoleh diinvestasikan untuk proyek yang menjanjikan imbal hasil yang tinggi, seperti yang dilakukan oleh RPI. Komitmen RPI tak pernah berhenti untuk meningkatkan performa perusahaan di masa depan melalui serangkaian langkah-langkah strategis. Langkah-langkah tersebut meliputi penataan organisasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, membangun teknologi sebagai tulang punggung, dan menambah portofolio hotel. Berbagai langkah tersebut, ditunjang dengan performa sepanjang tahun 2016 yang cukup baik menjadikan momentum corporate action ini sebagai titik awal untuk tinggal landas dalam mengembangkan investasi dan portofolio yang lebih baik di tahun-tahun mendatang.

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Pendapatan Tumbuh Sebesar 8% Menjadi Rp71,84 Miliar

Aksi korporasi yang dilakukan oleh Perusahaan telah memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan Perusahaan. Ditunjang dengan berbagai inovasi layanan dan rebranding yang dilakukan di tahun sebelumnya, Perusahaan berhasil menjual 289.414 kamar di tahun 2016, dengan pertumbuhan sebesar 11% dibanding tahun 2015. Semua hotel mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat hunian untuk ketujuh hotel meningkat menjadi 74,3% dari 67,5% pada tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, pendapatan tahun 2016 tumbuh sebesar 8% dibandingkan tahun sebelumnya, meningkat dari Rp66,49 miliar menjadi Rp71,84 miliar, sedangkan laba kotor tumbuh 13% dari Rp29,87 miliar menjadi Rp33,66 miliar dalam periode yang sama.

Perusahaan juga meluncurkan program loyalitas kepada para pelanggan. Program tersebut diberi nama RemembeRed, sangat unik bagi sektor hotel ekonomis di Indonesia, dan dibuat untuk menciptakan loyalitas pelanggan. Pada akhir tahun 2016, sudah ada 19.000 pelanggan di Indonesia bergabung menjadi anggota. Program loyalitas ini menjadi dasar strategi Perusahaan untuk menjadi hotel pilihan pelanggan di dalam industri hotel ekonomis Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

Platform teknologi di RPI memberikan dampak langsung dalam meningkatkan kinerja hotel Perusahaan.Hasilnya, tingkat rata-rata hunian Red Planet di berbagai kota di Indonesia mencapai angka di atas 72% selama tahun 2016, sedangkan di Jakarta bahkan berada pada angka 85,5%. Kepercayaan konsumen merupakan indicator positif bagi keberlangsungan usaha Perusahaan dan akan menjadi fondasi untuk terus tumbuh di masa yang akan datang.

FINANCIAL HIGHLIGHT

#Catatan redaksi : Data Keuangan Pokok, serta Pembahasan dan Analisis Manajemen atas Kondisi Keuangan dan Kinerja Operasional PT Red Planet Indonesia Tbk. tahun buku 2016 tidak menampilkan grafik#

Pendapatan
Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 8%, dari Rp.66,49 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp.71,84 miliar pada tahun 2016. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah penjualan kamar selama tahun 2016.

Laba
Pada tahun 2016, Perusahaan mencatat Laba Kotor sebesar Rp33,66 miliar, yang merupakan peningkatan 13% dari tahun 2015. Hal ini terutama berasal dari peningkatan pendapatan (pertumbuhan sebesar 8%) dan peningkatan efisiensi. Di sisi lain, Perusahaan mencatat rugi operasi sebesar Rp34,28 miliar, menurun secara signifikan dibandingkan dengan rugi operasi tahun 2015 sebesar Rp50,95 miliar.

Aset
Jumlah aset pada tahun 2016 naik sebesar 20% karena kenaikan pada aset lancar (1167%), yang disebabkan karena setoran uang muka saham dari RPHIL sebesar Rp144,29 miliar dalam rangka PUT II, yang kemudian sebesar Rp142,81 miliar dijadikan sebagai jaminan pinjaman transaksi khusus (back to back). Aset tidak lancar sebagian besar terdiri dari asset tetap yang terdiri dari tanah, bangunan hotel, mesin, dan peralatan. Nilai Buku Bersih Aset Tetap per 31 Desember 2016 sebesar Rp443,41 miliar.

Liabilitas
Jumlah kewajiban pada tahun 2016 relatif stabil, dibandingkan dengan jumlah kewajiban pada akhir tahun 2015. Liabilitas jangka pendek sebesar Rp338,86 miliar pada tahun 2016, merupakan peningkatan sebesar 63% dari tahun 2015 yaitu Rp207,66 miliar. Peningkatan ini terutama berasal reklasifikasi pinjaman bank jangka panjang menjadi pinjaman jangka pendek, jatuh tempo pada 31 Maret 2017. Liabilitas jangka panjang pada akhir tahun 2016 adalah sebesar Rp29,33 miliar, merupakan penurunan sebesar 81% dibandingkan liabilitas jangka panjang pada akhir tahun 2015 yang adalah sebesar Rp153,35 miliar.

Ekuitas
Ekuitas mengalami kenaikan sebesar 62% menjadi sebesar Rp260,03 miliar pada akhir tahun 2016 dibandingkan dengan akhir tahun 2015 sebesar Rp163,71 miliar. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh uang muka setoran saham terkait dengan PUT II.

RENCANA STRATEGIS

Dibandingkan dengan tahun lalu, kinerja industri hotel akan lebih cerah di tahun 2017. Selain karena perekonomian yang diprediksi mulai membaik, perbaikan kinerja perhotelan juga disebabkan kunjungan wisatawan yang trennya selalu meningkat. Pemerintah juga menargetkan 20 juta wisatawan pada tahun 2020, di mana industry hotel diharapkan mampu menopang dan bersinergi dengan industry lainnya, seperti maskapai penerbangan untuk mewujudkan target Pemerintah tersebut. Sinergi hotel, khususnya hotel ekonomis dengan maskapai penerbangan murah dalam bentuk integrasi penjualan tiket pesawat dan hotel dalam program promosi bersama dipandang cukup efektif dalam menaikkan tingkat penjualan kamar hotel.

Terobosan-terobosan seperti inilah yang harus jeli dilihat oleh Perusahaan untuk meningkatkan tingkat okupansi, selain terus memperhatikan nilai, lokasi, kebersihan dan teknologi untuk memikat hati konsumen hotel ekonomis.

Keterangan:


Tahun
2016
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
Private Non Keuangan Listed (PNKL)
Penghargaan
Jumlah Halaman
238
Kantor Akuntan Publik
Kanaka, Puradiredja, Suhartono
Biro Administrasi Efek
PT Raya Saham Registra
Kustodian
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
Agen Pemeringkat
N/A
Persatuan Karyawan
N/A
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
redplanetindonesia,perhotelan

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF