PT PETROSEA TBK

PT PETROSEA TBK Laporan Tahunan 2016

TERUS MEMBERDAYAKAN PELUANG

Perlambatan dalam industri pertambangan terutama batubara masih terus berlanjut pada tahun 2016. Kondisi ini membuat kinerja Perusahaan ikut terdampak. Di tengah tantangan tersebut, Perusahaan tetap memelihara optimisme melalui penekanan pada unit bisnis Rekayasa & Manajemen Konstruksi dan Jasa Logistik dan Pendukung Kegiatan Minyak & Gas Bumi. Melalui diversifikasi usaha tersebut, Perusahaan meyakini dapat mempertahankan keberlanjutan bisnisnya. Selain mengoptimalkan peluang bisnis, Perusahaan menjalankan strategi efisiensi untuk menjaga pertumbuhan usaha.

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Pendapatan Perusahaan Mencapai US$ 209,37 Juta

Meskipun menghadapi berbagai tantangan pencapaian kami pada 2016 memperlihatkan perubahan yang dilakukan Petrosea untuk memastikan kinerja yang lebih baik di masa mendatang. Kami percaya berbagai upaya efisiensi, diversifikasi usaha, strategi, serta kerja keras dari seluruh sumber daya manusia kami yang berkompetensi tinggi, telah menyiapkan landasan bagi kami untuk bersama-sama memajukan kinerja Petrosea kedepannya. Meskipun memulai tahun 2016 di tengah permintaan yang melemah pada segmen Kontrak Pertambangan, kami tetap mampu meraih peningkatan pendapatan sebesar 1,23% menjadi US$ 209,37 juta dari US$ 206,83 juta pada 2015.

Secara total, kami menurunkan biaya langsung sebesar 1,80% year-on-year dari US$ 177,69 juta menjadi US$ 174,50 juta. Dengan demikian, kami mencatatkan kenaikan laba kotor sebesar 19,66% year-on-year dari US$ 29,14 juta menjadi US$ 34,87 juta. Upaya efisiensi juga kami kerahkan untuk biaya overhead operasional dan biaya-biaya tidak langsung. Biaya administasi turun 3,25% dari US$ 19,41 juta menjadi US$ 18,78juta, namun kami harus melaksanakan peremajaan aset serta menyisihkan cadangan untuk kerugian penurunan nilai piutang tak tertagih senilai US$ 11,18 juta atau naik sebesar 50,27% dari US$ 7,44 juta pada 2015.

Kerugian Sebelum Pajak Sebesar US$ 8,80 Juta

Secara keseluruhan, kami masih mencatat kerugian sebelum pajak sebesar US$ 8,80 juta, membaik dari US$ 9,58 juta pada 2015. Rugi bersih setelah pajak senilai US$ 7,83 juta juga merupakan perbaikan dari kerugian bersih sebesar US$ 12,69 juta pada tahun 2015.

Pendapatan yang lebih tinggi memberikan basis yang lebih kuat untuk modal kerja kami. Posisi kas berada pada US$ 66.43 juta, naik 24,00% dari US$ 53,57 juta pada 2015. Sejalan dengan menurunnya volume di segmen Kontrak Pertambangan dan penyesuaian fokus usaha, belanja modal kami juga menurun secara signifikan sebesar 75,3 % year-on-year dari US$ 40,85 juta menjadi US$ 17,78 juta, dengan peremajaan peralatan mengambil porsi belanja modal terbesar.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendapatan Usaha
Total pendapatan usaha Petrosea di tahun 2016 mulai meningkat, yakni naik sebesar 1,23% menjadi sebesar US$ 209,37 juta, lebih baik dari penurunan 40,56% sebesar US$206,83 juta di tahun 2015 lalu.

Laba Kotor
Keberhasilan pengelolaan beban langsung dan naiknya pendapatan pada tahun 2016, membuat Petrosea kembali mencatatkan kenaikan laba kotor sebesar 19,66% atau sebesar US$5,73 juta menjadi sebesar US$34,87 juta dibandingkan US$29,14 juta pada tahun 2015.

Jumlah Aset
Total aset Petrosea per 31 Desember 2016 mengalami sedikit penurunan sebesar 7,51% menjadi US$393,43 juta dari nilai sebesar US$425,37 juta per 31 Desember 2015.

Jumlah Liabilitas
Sebagai hasil kombinasi pelunasan utang sewa pembiayaan dan utang bank serta perubahan pos
liabilitas jangka panjang tersebut, total Liabilitas Petrosea per 31 Desember 2016 turun 9,76% menjadi sebesar US$222,98 juta dari US$247,09 juta per 31 Desember 2015.

Ekuitas
Ekuitas Petrosea per 31 Desember 2016 turun 4,39% atau berkurang US$7,83 juta menjadi US$170,45 juta dari US$178,28 juta per 31 Desember 2015. Penurunan terutama disebabkan oleh kerugian tahun berjalan Perusahaan sehingga saldo laba berkurang.

RENCANA STRATEGIS

Tahun 2017 diharapkan akan lebih positif. Perekonomian global diharapkan akan mulai membaik, sekalipun masih menghadapi beberapa risiko. Kesepakatan pembebasan produksi, keberhasilan China dalam merubah orientasi ekonominya ke pasar domestic serta perbaikan ekonomi India dan Jepang akan membuat perekonomian Asia Pasifik tumbuh lebih tinggi dari perekonomian global. Kebutuhan energi, utamanya batubara, akan stabil.

Prospek pengembangan usaha Petrosea akan searah dengan prediksi perbaikan kondisi makro ekonomi global maupun nasional tersebut, dan meyakini, Petrosea akan mampu meraih peluang terbaik. Dalam hal kontrak, negosiasi kontrak baru tengah berjalan. Kami percaya Direksi akan menuntaskan proses negosiasi dengan menandatangani kontrak baru tersebut demi memastikan perbaikan kinerja di tahun yang akan datang. Dalam rangka mengoptimalkan peluang usaha tersebut, Petrosea terus mempertajam fokus usaha pada ke tiga lini usahanya, yaitu Kontrak Pertambangan, ECM dan PLSS.

Keterangan:


Tahun
2016
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
Private Non Keuangan Listed (PNKL)
Penghargaan
Jumlah Halaman
245
Kantor Akuntan Publik
Osman Bing Satrio & Eny (Deloitte Touche Tohmatsu)
Biro Administrasi Efek
PT Datindo Entrycom
Kustodian
N/A
Agen Pemeringkat
N/A
Persatuan Karyawan
N/A
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
petrosea,indonesia

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF