PT KRESNA GRAHA INVESTAMA TBK

PT KRESNA GRAHA INVESTAMA TBK Laporan Tahunan 2016

MOMENTS OF GENIUS

Filosofi kerja kami berasal dari tokoh dalam tradisi pewayangan Jawa, Kresna. Suatu kali dalam kehidupan Kresna, ia menunjukkan momen jenius yang menginspirasi kami di Perseroan. Suatu hari Arjuna tengah meratapi kematian anaknya Abimanyu, yang dibunuh oleh Jayadrata. Jasad Abimanyu diperlakukan oleh tentara Kurawa tanpa rasa hormat sama sekali. Melihatnya, Arjuna pun bertekad di Perang Bharatayudha untuk membunuh Jayadrata sebelum matahari terbenam, atau ia akan membakar dirinya sendiri di depan para Kurawa.

Perang pun berlangsung, dan Jayadrata mengeluarkan sihir yang melipatgandakan dirinya menjadi seribu. Jayadrata yang asli disembunyikan oleh para Kurawa, sementara Arjuna memerangi Jayadrata yang palsu satu demi satu. Matahari pun mulai turun, dan Arjuna belum juga mendapati Jayadrata dan menghadapinya. Pada saat krisis itu, Kresna berpikir keras dan melancarkan strategi yang jenius bagi Arjuna. Menggunakan senjata chakra miliknya, Kresna menggerakkan matahari ke balik bulan, dan seketika langit menjadi gelap. Ia pun segera memerintahkan pasukan Arjuna untuk mempersiapkan api dan berteriak kepada Arjuna untuk membakar dirinya sendiri. Mendengarnya, Jayadrata menampakkan diri dengan bangga, berpikir Arjuna telah kalah.

Sesaat setelah Jayadrata menampakkan diri, Kresna menarik cakranya, dan semuanya menjadi kembali terang benderang. Segera Arjuna meluncurkan anak panah ke arah leher Jayadrata. Momen jenius Kresna ini melatarbelakangi filosofi kami bahwa semua Kresnan* harus memiliki momen jenius masing-masing dan menciptakan solusi inovatif untuk membantu klien menjawab masalah mereka.

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Laba Neto Perseroan Naik 193,7% YoY Menjadi Rp165,1 Miliar

Situasi ekonomi dan politik global telah memberikan dampak unik yang positif terhadap bisnis Perseroan di tahun 2016. Pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang lebih baik, tumbuh dari 4,9% di tahun 2015 menjadi 5,0% di 2016, dan kinerja IHSG yang menggembirakan, meningkat 15,3% YoY dari 4.593 pada akhir tahun 2015 menjadi 5.297 pada akhir tahun 2016, telah berdampak positif terhadap bisnis keuangan dan investasi kami, dimana pendapatan dari segmen tersebut tumbuh 51,9% YoY menjadi Rp 277,4 miliar di 2016 (vs Rp 182,6 miliar di 2015).

Segmen bisnis teknologi dan digital kami juga menunjukkan kemajuan yang sangat positif. Pada bisnis pembayaran digital, Mandiri e-cash, sebuah produk e-wallet yang dikembangkan salah satu anak perusahaan kami, PT Digital Artha Media, bekerja sama dengan Bank Mandiri, telah mengalami peningkatan jumlah pengguna yang luar biasa, naik hampir tiga kali lipat dari 1,7 juta pengguna per 2015 menjadi 4,7 juta pengguna per 2016.

Jumlah transaksi yang diproses Padipay, platform payment aggregator/gateway yang dikembangkan anak perusahaan kami, PT Indo Corpora Investama (ICI), juga meningkat menjadi hampir dua kali lipat, mencapai 206 ribu transaksi di tahun 2016, dari 107 ribu transaksi di tahun 2015.

Dalam bisnis perjalanan online, jumlah pengguna Padiciti dan Paditrain, platform belanja tiket kereta api, dan baru-baru ini juga untuk tiket pesawat, dan voucher hotel, yang dikembangkan oleh ICI, juga mencatat pertumbuhan yang patut dihargai, naik 19,6% YoY menjadi 384 ribu pengguna di 2016, dari 321 ribu pengguna di 2015. Dari sisi biaya, upaya-upaya pengetatan biaya telah membuahkan hasil: biaya operasional hanya meningkat 1,5% YoY dari Rp 125,0 miliar di 2015 menjadi Rp 126,8 miliar di 2016. Hasilnya, laba neto Perseroan berhasil naik 193,7% YoY menjadi Rp 165,1 miliar di tahun 2016, dari Rp 56,2 miliar di tahun 2015.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendapatan
Pada tahun 2016, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp277,4 miliar, naik 51,9% YoY dari Rp 182,6 miliar pada tahun 2015. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh pendapatan jasa manajer investasi yang naik 23,0% YoY, dari Rp 14,7 miliar pada 2015 menjadi Rp18,1 miliar pada 2016, dan keuntungan perdagangan efek – neto yang naik 140,4% YoY, dari Rp 88,4 miliar pada 2015 menjadi Rp 212,6 miliar pada 2016.

Laba Usaha
Seiring dengan terjadinya lompatan pendapatan (+51,9% YoY) serta efisiensi yang terjadi pada level beban usaha (+1,5% YoY), Perseroan berhasil mencatatkan kenaikan laba usaha sebesar 161,2% YoY pada 2016 menjadi Rp 150,6 miliar, dari Rp 57,7 miliar di tahun 2015.

Laba Bersih Tahun Berjalan
Perseroan menerima manfaat pajak penghasilan sebesar Rp 1,5 miliar di tahun 2016, naik signifikan dibanding di tahun 2015 yang sebesar Rp 487 juta. Dengan demikian, laba neto tahun berjalan untuk 2016 adalah Rp 165,1 miliar, 193,7% YoY lebih tinggi dibandingkan Rp 56,2 miliar di tahun 2015. Perseroan membukukan beban komprehensif lainnya sebesar Rp 2,1 miliar, berbanding terbalik dengan tahun 2015 yang mencatatkan penghasilan komprensif lain sebesar Rp 573 juta. Dengan demikian, jumlah laba komprehensif tahun 2016 adalah Rp 163,0 miliar, atau 187,0% YoY lebih tinggi daripada Rp 56,8 miliar di 2015.

Margin Laba Neto
Di tahun 2016, Perseroan mencatat margin laba neto sebesar 59,5%, naik dari 30,8% pada 2015, terutama disebabkan oleh kenaikan laba neto, sebesar 193,7%, jauh lebih tinggi dibanding kenaikan pendapatan yang sebesar 51,9% YoY.

RENCANA STRATEGIS

Menatap ke depan, Perseroan tetap optimis dengan prospek jangka panjang Indonesia, mempertimbangkan reformasi struktural yang dilakukan Pemerintah mulai menampakkan hasil positif. Pada tahun 2017, kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,1%. Kami optimis atas proyeksi ini mengingat kebijakan-kebijakan yang sudah dan akan diambil oleh Pemerintah Indonesia untuk mempermudah iklim usaha di Indonesia. Kebijakan tersebut sangat berdampak pada ketertarikan investor asing dan pelaku usaha dalam negeri untuk mengembangkan usahanya di Indonesia.

Kombinasi antara kebijakan Pemerintah, pertumbuhan ekonomi Indonesia, terhimpunnya dana amnesti pajak, dan sedikitnya jumlah perusahaan yang melantai di bursa pada tahun 2016 dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha di tahun 2017 untuk melakukan aksi korporasi di pasar modal Indonesia.

Penetrasi pasar modal yang hanya 0,2% dari jumlah penduduk memberi peluang yang sangat besar untuk bisnis sekuritas. Untuk memperbesar pasar, Perseroan akan melanjutkan proses transformasi bisnis dengan fokus pengembangan pasar institusi. Transformasi Perseroan terlihat mulai membuahkan hasil, dengan rata-rata transaksi dari segmen institusi meningkat 22,0% YoY di 2016.

Keterangan:


Tahun
2016
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
Private Keuangan Listed (PKL)
Penghargaan
Jumlah Halaman
170
Kantor Akuntan Publik
Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan
Biro Administrasi Efek
PT Sinartama Gunita
Kustodian
N/A
Agen Pemeringkat
N/A
Persatuan Karyawan
N/A
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
kresnagrahainvestama,indonesia

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF