PT ELNUSA, Tbk

PT ELNUSA, Tbk Laporan Tahunan 2015

PERBAIKAN CERDAS TAKLUKAN TANTANGAN
Industri migas kembali mengalami fase putaran bawah dalam siklus perjalanannya seiring dengan gejolak harga minyak dunia. Kelanjutan program turnaround Perseroan yang fokus pada transformasi budaya perusahaan, pembenahan keunggulan sumber daya manusia serta upaya strategis dalam memperkuat tatanan internal dan pengembangan sisi operasional seakan dihadapkan pada tantangan mendasar yang semakin berat.

Optimisme, kelincahan, kecerdasan serta konsistensi dibutuhkan dalam menciptakan kreativitas tinggi untuk membuat tantangan menjadi sebuah peluang dan ajang pembuktian untuk beradaptasi sempurna dan unggul di tengah kondisi pasar saat ini. Perubahan metode kerja dan upaya reorganisasi dalam optimalisasi biaya serta inovasi berkelanjutan dibarengi dengan peningkatan kompetensi dan sinergi sebagai pondasi alih teknologi telah menjadi komitmen dan upaya kami untuk keluar sebagai pemenang dan menjadikan kami sebagai perusahaan jasa energi utama di Indonesia.

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Kinerja Operasi Terjaga Baik, Profitabilitas Menunjukkan Pertumbuhan Positif
Perseroan telah berhasil merespon cepat dan melakukan antisipasi cerdas menghadapi kondisi industri migas yang terjadi, sehingga kinerja operasi tetap terjaga baik dan profitabilitas tetap menunjukkan pertumbuhan positif.

Kinerja keuangan Perseroan di akhir Desember 2015 secara pembukuan memang mengalami penurunan pada pendapatan dan laba bersih sebesar 11% dan 12% menjadi Rp3.8 triliun dan Rp375 miliar. Namun sesungguhnya jika menghilangkan faktor penjualan aset pada tahun 2014 maka laba bersih Perseroan masih mengalami peningkatan sebesar 11% yang mana hasil tersebut dapat dikatakan masih sangat baik jika dibandingkan dengan pemain lain di industri migas nasional.

Secara valuasi multiple harga, di akhir tahun 2015 dengan Earnings Per Share sebesar Rp51 per lembar maka saham ELSA memiliki nilai P/E sebesar 4,8 kali dan P/B sebesar 0,7 kali. Nilai ini sangatlah rendah dan menarik bagi investor untuk melakukan pembelian terhadap ELSA meskipun dinamika industri migas belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Namun mengingat Perseroan merupakan perusahaan jasa migas domestik terkemuka di Indonesia yang juga merupakan bagian dari grup Pertamina, momentum pembalikan industri migas pada waktunya nanti pasti akan berdampak lebih dahulu dan signifikan terhadap Perseroan.

Realisasi investasi hulu migas tahun 2015 diperkirakan sebesar USD15,9 miliar atau terealisasi 72,4% dari anggaran sebesar USD22,0 miliar. Jika dibandingkan dengan tahun 2014 terjadi penurunan investasi hulu migas yang signifikan sebesar 17,3% atau sekitar USD3,3 miliar. Kendala yang sama masih terkait tidak terealisasinya beberapa program workover dan perawatan sumur serta rendahnya realisasi seismik karena kendala yang ditemui di lapangan, permasalahan internal KKKS dan kondisi industri migas yang tidak kondusif.

Profitabilitas laba operasi meningkat 12,5%
Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp3.775,3 miliar pada 2015, mengalami penurunan sebesar 10,6% dari Rp4.221,2 miliar pada tahun 2014. Kontributor utama pendapatan Perseroan berasal dari segmen Jasa Hulu Migas Terintegrasi sebesar Rp2.342,1 miliar atau 62,0%, diikuti oleh Jasa Distribusi dan Logistik Energi sebesar Rp1.307,5 miliar atau 34,6% dan sisanya berasal dari segmen Jasa Penunjang Migas.

Secara absolut, EBITDA Perseroan tumbuh sebesar 7,7% dari tahun 2014, sedangkan secara persentase EBITDA terhadap pendapatan tumbuh dari 16,2% menjadi 19,5% pada tahun 2015. Peningkatan margin profitabilitas EBITDA di saat persentase depresiasi terhadap EBITDA naik dari 35,2% pada tahun 2014 menjadi 36,1% pada tahun 2015 mencerminkan kenaikan kinerja EBITDA dipengaruhi oleh kenaikan beban depresiasi. Keberhasilan kinerja operasional diukur dengan peningkatan margin profitabilitas laba operasi yang meningkat dari 10,5% menjadi 12,5% yang dapat dijadikan ukuran bahwa kinerja operasional semakin baik dan effisien.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendapatan
Perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp3.775,3 miliar selama tahun 2015 lebih rendah 0,2% dari target RKAP 2015 sebesar Rp3.780,8 miliar.

Laba
Perolehan laba bersih tahun 2015 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp375,4 miliar merupakan pencapaian fantastis dibandingkan dengan target RKAP 2015 sebesar Rp252,7 miliar tumbuh sebesar 48,5%.

Aset
Sementara itu total aset yang dibukukan Perseroan pada tahun 2015 sebesar Rp4.407,5 miliar tidak mencapai target Perseroan 2015 sebesar Rp4.530,3 miliar.

EBITDA
Secara absolut, EBITDA Perseroan tumbuh sebesar 7,7% dari tahun 2014, sedangkan secara persentase EBITDA terhadap pendapatan tumbuh dari 16,2% menjadi 19,5% pada tahun 2015. Peningkatan margin profitabilitas EBITDA di saat persentase depresiasi terhadap EBITDA naik dari 35,2% pada tahun 2014 menjadi 36,1% pada tahun 2015.

RENCANA STRATEGIS

Pada tahun 2016, Perseroan memproyeksikan kondisi perekonomian dunia dan Indonesia tidak lebih baik dari tahun 2015 dengan rentang harga minyak mentah dunia masih pada kisaran USD50. Kondisi ini diperkirakan akan mempengaruhi pemotongan anggaran/program kerja perusahaan migas yang akan berdampak pada berkurangnya pasar jasa migas.

Perseroan memproyeksikan laju pertumbuhan pendapatan tahun 2016 sebesar 5,8% atau Rp3.992,6 miliar dibanding tahun 2015 dengan kontributor pendapatan masih didominasi oleh segmen Jasa Hulu Migas Terintegrasi sebesar 53%, segmen Jasa Distribusi dan Logistik Energi sebesar 34% dan selebihnya berasal dari Jasa Penunjang Migas.

Margin Profitabilitas Perseroan mengupayakan margin profitabilitas laba bruto dan laba bersih tahun 2016 dapat dipertahankan pada level yang sama dengan tahun 2015 dengan memperhatikan kondisi di industri migas dan upaya internal untuk diversifikasi bisnis, program efisiensi dan perbaikan proses bisnis yang berkelanjutan.

Seiring dengan rencana dan proyeksi pertumbuhan tahun 2016, Perseroan membutuhkan investasi pada peralatan Jasa Hulu Migas Terintegrasi dan Jasa Distribusi dan Logistik Energi yang sudah tentu memerlukan permodalan baik dari sumber liabilitas berupa pinjaman dari lembaga perbankan maupun dana internal (ekuitas).

Laju pertumbuhan dan rencana investasi tersebut dijalankan dengan tetap menjaga struktur modal yang optimal. Rasio utang dari bank terhadap ekuitas dan EBITDA meningkat dengan asumsi penambahan utang untuk kebutuhan rencana investasi tetapi masih jauh di bawah batas nilai yang ditetapkan. Tingkat rasio pengembalian utang juga meningkat dengan estimasi pencapaian EBITDA yang disesuaikan dengan skenario dividen dan pembayaran pokok utang.

Keterangan:


Tahun
2015
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
Private Non Keuangan Listed (PNKL)
Penghargaan
Private Non Keuangan Listed #2
Jumlah Halaman
362
Kantor Akuntan Publik
Purwantono, Sungkoro, & Surja (a member firm of Ernst & Young Global Limited)
Biro Administrasi Efek
PT Datindo Entrycom
Kustodian
N/A
Agen Pemeringkat
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
Persatuan Karyawan
Serikat Pekerja Elnusa (SPE)
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
elnusa,laporan tahunan,2015

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF