PT BRANTAS ABIPRAYA (PERSERO)

PT BRANTAS ABIPRAYA (PERSERO) Laporan Tahunan 2015

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Pendapatan Usaha sebesar Rp 3,11 Triliun

Penguatan di bidang pemasaran yang dilakukan secara agresif dalam dua tahun sebelumnya dan berhasil memperluas segmentasi pasar Perseroan di luar kegiatan usaha core business Perseroan yaitu konstruksi pengairan (SDA). Dengan memperkuat Human Capital yang berkualitas dan berdaya saing tinggi disertai penerapan strategi pemasaran yang tepat, Perseroan yakin bisa mencapai visi dan misi Perseroan yaitu menjadi perusahaan terkemuka bidang konstruksi di Indonesia. Aksi yang dilakukan bidang pemasaran tersebut menghasilkan pendapatan usaha sebesar Rp 3,11 Triliun, melonjak tajam dari Rp 2,28 Triliun. Lonjakan itu diiringi dengan kenaikan laba usaha menjadi Rp 131,60 miliar, dibanding tahun sebelumnya Rp 91,18 miliar. Peranan Tim pemasaran yang handal berhasil menjaring 88 proyek. Proyek terbesar yang telah mengkontribusi kepada pendapatan usaha Perseroan adalah bidang pembangunan gedung, jembatan dan jalan.

Diversifikasi Usaha kepada pembuatan Beton Pra Cetak

Perseroan memiliki posisi kuat dalam persaingan, terutama karena sejumlah keunggulan yang dimiliki seperti cost structure yang sangat kompetitif, tenaga ahli dan pengalaman Perseroan dalam beberapa jenis proyek, khususnya dalam jasa konstruksi untuk proyek bendungan. Posisi itu telah menempatkan Perseroan sebagai market leader di antara Perusahaan Kontraktor besar lainnya yaitu PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, PT Hutama Karya, PT Nindya Karya dan PT Istaka Karya. Kegiatan usaha konstruksi pengairan yang selama ini dominan dan mengkontribusi pendapatan sebesar 80%, pada Tahun 2015 mulai digeser oleh bidang konstruksi non pengairan (Non-SDA). Sehingga, bidang konstruksi non SDA kini memimpin pencapaian kinerja dengan kontribusi 58% dari pendapatan. Perseroan telah memantapkan langkah untuk melakukan diversifikasi usaha kepada pembuatan beton pra cetak sebagai upaya memanfaatkan peluang pasar yang masih besar di bidang produk beton pra cetak. Perseroan juga mulai mengincar sektor property sebagai upaya untuk mengoptimalkan lahan-lahan yang idle.

Nilai Investasi tumbuh sebesar 60,11% atau Rp 236,645 miliar pada Tahun 2015

Selama 3 tahun terakhir, nilai investasi tumbuh sebesar 60,11%, dari Rp 147,80 miliar pada Tahun 2013, menjadi Rp 236,645 miliar pada Tahun 2015. Sedangkan pertumbuhan di Tahun 2015 sebesar 21,96%. Manajemen sangat berhati-hati dalam melakukan investasi kendati kebutuhan investasi sangat besar untuk pengembangan bisnis Perseroan, seiring dengan pertumbuhan industri konstruksi yang masih sangat tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Landasan Perseroan dalam keputusan investasi adalah dengan mempertimbangkan antara kebutuhan investasi yang mendesak dari proyek dan kemampuan likuiditas Perseroan. Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Human Capital yang telah diwujudkan melalui anggaran biaya pelatihan dan pengembangan HC sebesar Rp 6,77 miliar, atau naik dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 4,96 miliar.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendapatan
Pendapatan usaha sebesar Rp 3,77 Triliun atau 103,29% dari RKAP Tahun 2015 dan 136,38% dari Tahun 2014.

Aset
Jumlah Aset Perseroan pada tahun 2015 sebesar Rp 2,28 triliun atau naik 39,28% dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp1,64 triliun. Peningkatan jumlah aset Perseroan di antaranya karena kenaikan jumlah aset lancar terutama menguatnya posisi kas dan bank yang naik sebesar Rp 211,54 miliar dan pajak dibayar dimuka serta piutang usaha pihak ketiga.

Laba Kotor
Perseroan pada tahun 2015 berhasil meraih laba kotor sebesar 48,81% menjadi Rp 396,59 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp 266,49miliar.

Laba Bersih Tahun Berjalan
Realisasi Laba/ Rugi 2015 secara keseluruhan dapat tercapai melebihi RKAP. Realisasi laba Perseroan pada 2015 mencapai Rp 131,60 miliar sedangkan RKAP
sebesar Rp 120 miliar. Sehingga realisasi laba Perseroan mencapai 109,67% terhadap RKAP.

Ekuitas
Jumlah ekuitas Perseroan pada 2015 mengalami kenaikan menjadi Rp 671,62 miliar dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp357,38 miliar atau naik 87,93%. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh adanya selisih lebih penilaian aset tetap sebesar Rp 205,77 miliar dan meningkatnya saldo laba, baik yang sudah ditentukan penggunaannya maupun yang belum ditentukan penggunaannya.

Jumlah Liabilitas
Jumlah Hutang Perseroan tahun 2015 sebesar Rp 1,61 triliun atau naik 25,68% dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp1,28 triliun. Dari jumlah tersebut, hutang
lancar mencapai Rp 1,08 triliun atau naik 11,31% dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 971, 69 miliar. Sedangkan hutang tidak lancar Perseroan mencapai Rp 525,51 dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 307,05 miliar atau naik 71,14%.

RENCANA STRATEGIS

Prospek usaha perusahaan dengan kondisi likuiditas yang sangat baik di tahun 2015 diharapkan dapat dilanjutkan di tahun 2016, sehingga ketergantungan modal kerja dari perbankan semakin dapat dikurangi. Proses restrukturisasi organisasi yang dimulai tahun lalu juga diharapkan dapat dituntaskan tahun ini, sehingga roda organisasi dapat berputar semakin cepat untuk mendukung proses pertumbuhan yang mengacu pada visi dan misi perusahaan, dengan rencana pertumbuhan perusahaan yang >30% pertahun.

Di sisi lain, terbukanya pasar ASEAN harus disikapi sebagai peluang pengembangan bisnis yang semakin besar. Keunggulan komparatif perusahaan yang expert dalam pekerjaan konstruksi bangunan air harus dimanfaatkan untuk memenangkan persaingan tersebut. Faktor lain yang menentukan adalah adanya rencana revisi Undang-undang Jasa Konstruksi yang diinisiasi oleh DPR dan saat ini sedang dipelajari oleh pemerintah. Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi telah melibatkan seluruh masyarakat konstruksi untuk ikut serta memberikan masukan atas rancangan undang-undang ini.

Berdasarkan kebutuhan produk beton pracetak yang masih sangat tinggi, maka prospek bisnis beton pracetak masih sangat bagus di masa mendatang sehingga Perseroan tahun depan mentargetkan Rp 1,02 triliun. Presiden telah mencanangkan Program pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik 35.000 MW di luar pembangkit yang sedang dalam tahap konstruksi sekitar 7.000 MW, hal ini merupakan prospsek yang baik bagi PT Brantas Energi (BE). Prospek yang baik tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah yang menerbitkan sejumlah kebijakan di sektor kelistrikan dalam upaya mendorong investasi pada Energi Terbarukan.

Untuk mengimbangi pertumbuhan bisnis konstruksi nasional, Perseroan berupaya mengimbangi pertumbuhan tersebut dengan memfokuskan kepada core business yaitu bidang konstruksi Sumber Daya Air (SDA) dan Non SDA yaitu pembangunan jalan dan jembatan, perhubungan dan Hydro Power.

Keterangan:


Tahun
2015
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
BUMN Non Keuangan Non Listed (BNKNL)
Penghargaan
Jumlah Halaman
398
Kantor Akuntan Publik
Hertanto, Grace & Karunawa
Biro Administrasi Efek
N/A
Kustodian
N/A
Agen Pemeringkat
N/A
Persatuan Karyawan
Serikat Pekerja Braya
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
brantas abipraya,laporan tahunan,2015,bumn

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF