PT BANK KEB HANA INDONESIA

PT BANK KEB HANA INDONESIA Laporan Tahunan 2016

CHALLENGES TO SUCCESS

Dinamisme dan daya tahan Bank KEB Hana telah membuat Bank ini mampu mengatasi berbagai tantangan serta mencatat pertumbuhan yang positif di tahun 2016. Sebagai bank penyedia layanan transaksi dan pembayaran yang terbilang pendatang baru di Indonesia, Bank KEB Hana bangga dapat ikut serta memainkan peranan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Upaya Bank Keb Hana untuk menjaga likuiditas yang memadai, permodalan yang kuat, serta aktiva yang berkualitas, menjadi dasar komitmen Bank KEB Hana untuk terus menghadirkan layanan yang berkualitas bagi para nasabah.

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Laba Bersih Sebesar Rp643,43 Miliar

Dengan kondisi perekonomian nasional dan global yang demikian penuh tantangan, sepanjang tahun 2016 Bank KEB Hana tetap menunjukkan efisiensi kinerja operasional. Melalui inisiatif-inisiatif tersebut di atas, Bank KEB Hana berhasil mencatatkan kinerja yang baik. Hal ini terlihat dari laba bersih pada akhir 31 Desember 2016 sebesar Rp643,43 miliar, meningkat 45,18% dari Rp443,20 miliar di 2015. Laba bersih ini berasal dari pendapatan bunga - neto sebesar Rp1,21 triliun, meningkat 46,63% dari Rp 828,54 miliar tahun sebelumnya.

Secara umum, Bank KEB Hana mampu mencatat pertumbuhan di hampir seluruh indikator kinerja utama. Rasio laba terhadap equity (ROE) naik 1.35% dari tahun sebelumnya, sedangkan Net Interest Margin akhir tahun 2016 meningkat 0.68% dari tahun 2015, tingkat BOPO di akhir tahun 2016 menurun 4.98% dibanding tahun lalu. Peningkatan kinerja operasional tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya yang juga meningkat. Pendapatan operasional lainnya berasal dari fee jasa pengiriman uang (remittance) maupun L/C.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aset
Aset Bank KEB Hana terbagi atas aset lancar dan aset tidak lancar dimana masing-masing memberikan kontribusi 97,81% dan 2,19% terhadap jumlah aset posisi akhir tahun 2016. Jumlah aset ini menunjukkan peningkatan dari Rp28.554.623 juta pada tahun 2015 menjadi Rp34.801.053 juta pada tahun 2016, meningkat Rp6.246.430 juta atau 21,88%. Peningkatan ini ditopang terutama oleh kenaikan kredit yang diberikan yang mencapai Rp5,37 triliun dan kenaikan efek-efek yang dimiliki terutama obligasi pemerintah sebesar Rp790,54 miliar.

Laba Bersih
Bank KEB Hana membukukan laba bersih sebesar Rp643,43 miliar untuk tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2016, lebih tinggi Rp200,23 miliar atau 45,18% dibandingkan Rp443,20 miliar per 31 Desember 2015. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan pendapatan bunga-neto yang mencapai Rp386,32 miliar dan pertumbuhan pendapatan operasional yang mencapai Rp273,79 miliar.

Pendapatan Bunga - Neto
Bank KEB Hana membukukan pendapatan bunga – neto pada tahun 2016 sebesar Rp1,21 triliun, lebih tinggi Rp386,32 miliar atau 46,63% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp828,54 miliar. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar Rp553,09 miliar atau 33,75% dan beban bunga sebesar Rp166,77 miliar atau 20,59%.

RENCANA STRATEGIS

Tahun 2017 sektor perbankan belum akan terlepas dari tekanan yang berkaitan dengan aspek likuiditas, kredit bermasalah dan daya serap kredit yang masih rendah. Kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat yang berniat menaikkan suku bunga acuan hingga tiga kali di tahun 2017 akan memicu capital outflow yang bias mengetatkan likuiditas di pasar keuangan. Di sisi lain, sektor riel yang masih bergerak lambat di awal tahun akan menyebabkan adanya penyerapan kredit yang rendah serta keterbatasan kemampuan debitur untuk mengembalikan pinjaman.

Dalam kondisi demikian, PT Bank KEB Hana Indonesia harus mempertahankan sikap kehati-hatian yang selama ini menjadi salah satu ciri perusahaan. Target pertumbuhan kredit perusahaan yang cukup tinggi tidak boleh mengorbankan aspek kualitas kredit. Tingkat NPL yang beberapa waktu terakhir selalu berada di bawah angka 1% harus dapat dipertahankan. Selain itu, upaya untuk meningkatkan rasio fee based income harus menjadi prioritas.

Selain dapat meningkatkan efisiensi, kenaikan rasio ini akan mengurangi pengaruh fluktuasi suku bunga terhadap pendapatan perusahaan. Tantangan yang dihadapi oleh perusahaan pada tahun 2017 relatif tidak berbeda secara signifikan apabila dibandingan dengan tantangan di tahun 2016. Walaupun di tahun 2017 akan masuk ke BUKU 3, sejalan dengan bertambahnya aset, perusahaan sudah memiliki pengalaman yang cukup dalam melakukan persaingan dengan bank-bank yang lebih besar.

Apabila manajemen mampu mengimplementasikan aturanaturan baru yang harus diikuti, proses pelaksanaan kegiatan bisnis sepertinya akan berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan kinerja perusahaan akan dapat dipertahankan pada tingkat yang tinggi seperti pencapaian tahun-tahun sebelumnya.

Keterangan:


Tahun
2016
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
Private Keuangan Non Listed (PKNL)
Penghargaan
Jumlah Halaman
442
Kantor Akuntan Publik
Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernst & Young Global Limited)
Biro Administrasi Efek
N/A
Kustodian
N/A
Agen Pemeringkat
PT Fitch Ratings Indonesia
Persatuan Karyawan
N/A
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
bankkebhanaindonesia

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF