PT ASURANSI JASA INDONESIA (PERSERO)

PT ASURANSI JASA INDONESIA (PERSERO) Laporan Tahunan 2016

JASINDO RAISE

Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Asuransi Jasindo sangat menyadari hal tersebut. Agar tetap memiliki daya saing yang kuat di tengah tantangan era digitalisasi dan persaingan yang kian ketat, Asuransi Jasindo terus melakukan perubahan, khususnya di lingkungan internal Perusahaan.

Tahun 2016, Asuransi Jasindo melakukan perubahan pada hal yang paling mendasar dalam operasional Perusahaan, yaitu nilai budaya Perusahaan. Asuransi Jasindo percaya, apabila Perusahaan memiliki nilai-nilai budaya yang baik maka perusahaan akan lebih kuat dalam menghadapi tantangan. Selain itu, nilai-nilai budaya berfungsi sebagai ciri pembeda yang menjadi karakteristik sebuah perusahaan. Karena itu, pada tahun 2016 Asuransi Jasindo memperkenalkan nilai budaya perusahaan yang baru yaitu raise (resourceful – agility – integrity – synergy – excellent service). Dengan budaya Perusahaan yang baru ini, Asuransi Jasindo semakin siap untuk menghadapi tantangan usaha ke depan dan meraih pertumbuhan berkelanjutan.

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Perusahaan membukukan Pendapatan Premi sebesar Rp 5.205 miliar

Sebagai salah satu pelaku bisnis dalam industri asuransi umum di Indonesia, Perusahaan tetap mengalami pertumbuhan di tahun 2016. Perusahaan berhasil membukukan pendapatan premi sebesar Rp 5.205 miliar yang berarti tumbuh sebesar Rp 360,18 miliar atau 7.43% dari realisasi tahun sebelumnya. Pendapatan Premi Bruto pada tahun 2016 masih didominasi dari pendapatan sektor korporasi dimana menyumbang pendapatan premi bruto sebesar 71,14% dari total premi bruto secara keseluruhan sedangkan dari sektor ritel menyumbang pendapatan premi bruto sebesar 28,86%.

Hal yang tidak kalah menarik adalah meningkatnya kemampulabaan Perusahaan yang ditunjukkan dengan peningkatan presentase hasil underwriting menjadi 12,4% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 10,71%.  Peningkatan ini menunjukkan kemampuan Perusahaan untuk terus meningkatkan efisiensi di tengah tekanan efisiensi yang diminta oleh pelanggan yang meminta tarif premi yang lebih kompetitif.

Pada saat yang sama Perusahaan juga mampu melalui tahap transisi dan transformasi dengan baik utamanya melalui pengembangan budaya perusahaan guna membangun fundamental perusahaan yang kuat dan menjadi pondasi bagi kesinambungan bisnisnya di masa yang akan datang. Meskipun mengalami tekanan penurunan perolehan premi dari pelanggan yang ada, pencapaian tahun 2016 ini tetap mengalami pertumbuhan sebesar 7,43% dibandingkan tahun sebelumnya yang mana hal ini sangat membanggakan di mana nilai pertumbuhan tersebut melebihi nilai pertumbuhan industri asuransi kerugian secara nasional.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Premi Bruto
Perusahaan berhasil membukukan pendapatan premi sebesar Rp 5.205 miliar yang berarti tumbuh sebesar Rp 360,18 miliar atau 7.43% dari realisasi tahun sebelumnya. Pendapatan Premi Bruto pada tahun 2016 masih didominasi dari pendapatan sektor korporasi dimana menyumbang pendapatan premi bruto sebesar 71,14% dari total premi bruto secara keseluruhan sedangkan dari sektor ritel menyumbang pendapatan premi bruto sebesar 28,86%.

Aset
Aset perusahaan pada tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar Rp682,5 milliar. Terdapat kenaikan maupun penurunan atas komponen didalamnya. Kenaikan aset tersebut dominan disebabkan oleh kenaikan nilai Piutang Premi sebesar Rp817 miliar. Sedangkan penurunan aset dominan disebabkan oleh penurunan nilai Investasi dan Kas & Bank.

Investasi
Aset investasi perusahaan pada tahun 2016 turun 13,93% menjadi Rp1.844 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Ekuitas
Ekuitas Perusahaan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2016 ekuitas perusahaan2.631.243 dengan ROE 15,43%.

Laba Setelah Pajak
Laba setelah pajak pada tahun 2016 sebesar Rp366,41 miliar atau 89,08% dari target sebesar Rp411,34 miliar dan mengalami penurunan sebesar Rp34,68 miliar atau 8,65% dari pencapaian tahun sebelumnya. Hal tersebut sejalan dengan penurunan Laba Sebelum pajak dan juga dikarenakan penurunan pajak tangguhan di tahun 2016 sebesar Rp43,23 miliar.

RENCANA STRATEGIS

Perekonomian Indonesia tahun 2017 diperkirakan lebih membaik dan menjanjikan. Sukses program amnesti pajak (tax amnesty) telah menumbuhkan kepercayaan investor dan dunia usaha. Keberhasilan tersebut akan memberikan ruang fiskal yang lebih baik sehingga belanja infrastruktur akan lebih agresif. Ekspor diprediksi lebih baik karena bangkitnya harga komoditas. Konsumsi masyarakat membaik dan tetap menjadi motor pertumbuhan. Dampak paket kebijakan ekonomi yang digulirkan pemerintah akan terasa pada tahun depan yang akan mendongkrak investasi. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, industri asuransi juga diperkirakan akan kembali mengalami pertumbuhan yang baik. Pertumbuhan premi industri asuransi umum tahun 2017 diprediksi kembali meningkat pada kisaran 10% - 15%.

Dari aspek pemasaran, perusahaan secara berkesinambungan melakukan inovasi pengembangan produk dan layanan yang lebih customer oriented. Beberapa produk baru telah diluncurkan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Inovasi layanan juga dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi berbasis host to host agar proses administrasi asuransi dengan tertanggung lebih berkesinambungan dan terpantau. Aplikasi teknologi juga Perusahaan kembangkan dengan pembuatan aplikasi e-claim untuk klaim Asuransi Jasindo Oto dan pelayanan berbasis web dengan website khusus untuk tertanggung.

Akan tetapi, tahun 2017 bukan tanpa risiko yang berpotensi memperlambat pertumbuhan. Sumber risiko masih berasal dari ketidakpastian kebijakan lanjutan dari reformasi ekonomi pemerintah, volatilitas keuangan dan perdagangan global yang masih lesu. Untuk itu, bisnis asuransi pun masih akan diwarnai pengaruh efisiensi dan konsolidasi biaya grup perusahaan.

Sektor yang menangguk keuntungan terbesar dari kondisi ini di antaranya adalah sektor properti, konstruksi, media dan consumers good. Kondisi demografi Indonesia dimana 64% penduduknya merupakan usia produktif juga menumbuhkan potensi pertambahan 50 juta penduduk berpenghasilan menengah di tahun 2019. Dampaknya, permintaan akan produk-produk non tradisional seperti produk perbankan, investasi dan barang mewah akan meningkat. Kembali, sektor ritel, keuangan, properti dan consumers good akan menjadi key driver pertumbuhan konsumsi di masa mendatang.

Keterangan:


Tahun
2016
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
BUMN Keuangan Non Listed (BKNL)
Penghargaan
BUMN Keuangan Non Listed #1
Jumlah Halaman
582
Kantor Akuntan Publik
Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
Biro Administrasi Efek
N/A
Kustodian
N/A
Agen Pemeringkat
N/A
Persatuan Karyawan
N/A
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
jasindo,asuransi,bumn,indonesia

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF