PT ANEKA TAMBANG (PERSERO), Tbk

PT ANTAM Laporan Tahunan 2015

MEMASTIKAN TERCAPAINYA KOMITMEN PERSEROAN

Tahun 2015 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi industry pertambangan global seiring penurunan harga komoditas akibat pelemahan kondisi ekonomi dunia. Meski demikian, ANTAM pada tahun 2015 masih dapat mencatatkan kinerja operasional yang baik. ANTAM fokus untuk melakukan inovasi-inovasi dan upaya-upaya efisiensi di segala lini usaha juga sekaligus tetap berupaya untuk menciptakan dan menerapkan strategi unggulan untuk memanfaatkan kesempatan bertumbuh walaupun dalam kondisi yang sulit.

Hal ini terefleksikan dari kesuksesan ANTAM dalam melaksanakan rights issue untuk pendanaan Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH). Usaha-usaha ANTAM untuk memastikan keberhasilan dalam komitmen akan sangat menentukan keberlanjutan perusahaan. Melalui upaya-upaya yang dilakukan, ANTAM tetap optimis atas masa depan Perusahaan.

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Fokus Pada Peningkatan Cadangan dan Sumber Daya

Perseroan telah berhasil mencapai pertumbuhan basis cadangan yang stabil selama 3 tahun terakhir melalui kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh Unit Geomin. Di samping itu, Perseroan meyakini bahwa cadangan nikel yang dimilikinya, dengan rata-rata kadar sebesar 2,0% mengandung kadar yang lebih tinggi dibandingkan deposit yang terdapat di negara lain di Asia Tenggara.

Perseroan meyakini bahwa posisinya sebagai perusahaan mineral terdiversifikasi terbesar di Asia Tenggara dan sebagai salah satu perusahaan berbasis sumber daya alam milik negara terbesar di Asia Tenggara dengan cadangan nikel dan bauksit yang signifikan, mampu memberikan peluang untuk memanfaatkan permintaan atas produk mineral industri yang terus meningkat di Asia Tenggara.

Produk mineral industri tersebut memiliki fungsi penting dalam pasar akhir yang berkembang pesat seperti infrastruktur, konstruksi perkotaan, otomotif, transportasi, midstream energy capital equipment, barang elektronik dan peralatan rumah tangga. Perseroan berupaya menjadi produsen terbesar di Asia Tenggara yang memproduksi produk setengah jadi, seperti feronikel, SGA dan CGA, yang penting bagi pengembangan sektor-sektor tersebut.

Di tahun 2015 Pemurnian logam mulia Perseroan, yaitu Logam Mulia, memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 60 ton emas dan 250 ton perak. Pemurnian tersebut merupakan satu-satunya pemurnian logam mulia di Indonesia yang memiliki akreditasi dari LBMA, dan memurnikan sebagian besar emas batangan utama yang diproduksi di Indonesia serta scrap emas, perak dan platinum yang didaur ulang. Di samping itu, Perseroan merupakan satu-satunya perusahaan berbasis sumber daya alam di Indonesia yang memiliki gerai emasnya sendiri. Pada tahun 2015, Perseroan memiliki 12 butik emas di Indonesia. Butik tersebut berupaya meraih pelanggan ritel di Indonesia dan  mendiversifikasikan basis pelanggan emas Perseroan.

Pada tahun 2015 Perseroan juga berfokus pada peningkatan cadangan dan sumber daya emas yang saat ini berjumlah 7,23 juta dmt yang dapat dikembangkan sehingga dapat menambah umur tambang. Perseroan merupakan salah satu produsen feronikel dengan komposisi biaya terendah di dunia, dimana cash cost untuk periode tahun 2015 sebesar US$4,31 per pon. Komposisi biaya Perseroan untuk pengolahan bauksit dan emas juga kompetitif di pasar Indonesia.

Inovasi Business Baru

Dalam tahun 2015 ANTAM melakukan inovasi dengan mengembangkan business baru emas, dengan melakukan ekspor emas dalam jumlah besar ke India. Dengan demikian berkat dukungan penjualan emas sebesar 14.179 kg yang besarnya 42% lebih besar dari volume penjualan tahun 2014, nilai penjualan meningkat 12% dibandingkan dari tahun 2014 menjadi Rp10,53 triliun. Di tengah volatilitas harga komoditas ANTAM juga masih dapat mencatatkan laba kotor sebesar Rp195,14 miliar dengan EBITDA sebesar Rp2,39 miliar

Produksi feronikel di 2015 menunjukkan kenaikan sebesar 2,14% menjadi 17.211 TNi dibandingkan produksi di 2014. Kenaikan ini didukung oleh peningkatan kadar bijih nikel umpan pabrik dari tambang nikel di Pomalaa dan Pulau Pakal. Di tahun 2015, ANTAM berhasil mengirimkan umpan bijih dengan kadar 2,4%-2,5% dari tambang nikel Pulau Pakal ke pabrik feronikel Pomalaa untuk mendukung capaian produksi feronikel di tahun 2015. Realisasi produksi feronikel tahun 2015 mencapai 95% dari target 18.100 TNi. Untuk pendapatan dari komoditas bauksit yang dijual ke ventura bersama milik ANTAM dan Showa Denko K.K. Jepang, PT Indonesia Chemical Alumina, mencapai Rp66,06 miliar, naik 235%.

Untuk mensukseskan program rights issue dengan berbagai macam kendala dan rumit secara bersamaan. Akhirnya proses rights issue yang prosesnya memerlukan pengukuhan dalam RUPS Luar Biasa tanggal 7 Oktober 2015 berjalan sukses dan menghasilkan proceed mendekati Rp5,38 triliun termasuk didalamnya Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3,5 triliun. Sebagaimana diketahui dana PMN tersebut akan membiayai program hilirisasi yakni membangun Pabrik Feronikel Haltim di Maluku Utara (P3FH). ANTAM juga membukukan kenaikan nilai tanah melalui aset revaluasi senilai Rp2,33 triliun pada tahun 2015, dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan di tengah tantangan yang ada saat ini.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

Total Aset
Total aset ANTAM di tahun 2015 tercatat sebesar Rp30,36 triliun atau meningkat 37,96% atau Rp8,35 triliun dibandingkan dengan total aset tahun 2014 sebesar Rp22 triliun.

Total Liabilitas
ANTAM membukukan total liabilitas pada tahun 2015 sebesar Rp12,04 triliun yang berarti mengalami peningkatan sebesar Rp2,09 triliun atau 20,96% dibandingkan dengan total liabilitas tahun 2014 sebesar Rp9,95 triliun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan dengan kenaikan liabilitas jangka panjang karena adanya kewajiban pajak tangguhan dan pinjaman bank jangka pendek pada akhir tahun 2015.

Total Ekuitas
ANTAM membukukan total ekuitas tahun 2015 sebesar Rp18,32 triliun atau meningkat sebesar Rp6,27 triliun atau 52,01% dibandingkan dengan total ekuitas tahun 2014 yang berjumlah Rp12,05 triliun. Kenaikan ini besar disebabkan oleh peningkatan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

Laba Usaha
Laba usaha ANTAM pada tahun 2015 tercatat turun 411,76% menjadi rugi usaha Rp701,44 miliar dibandingkan rugi usaha Rp137,06 miliar di tahun 2014 terutama disebabkan kenaikan beban usaha. Sementara itu marjin usaha ANTAM mencapai (6,66)% di tahun 2015 dibandingkan dengan (1,45)% untuk tahun 2014.

RENCANA STRATEGIS

Dengan mempertimbangkan prospek geologis Indonesia yang besar serta kompetensi manajemen, Perseroan meyakini adanya peluang pertumbuhan industri hilir di Indonesia. Perseroan juga akan mempertimbangkan peluang akuisisi yang menarik di negara-negara lainnya. Dengan dukungan hubungan baik yang dimiliki Perseroan dengan berbagai lembaga keuangan baik domestic maupun internasional serta peningkatan profil arus kas. Perseroan berkeyakinan bahwa Perseroan memiliki akses yang memadai terhadap pendanaan guna mendukung rencana-rencana akuisisi Perseroan di masa mendatang.

Cadangan dan sumber daya Perseroan yang signifikan, serta kualitas bijih nikelnya yang relatif lebih tinggi dibandingkan deposit di Filipina, menjadikan Perseroan sebagai perusahaan patungan yang menarik bagi perusahaan Indonesia maupun asing yang memiliki akses terhadap teknologi dan pendanaan. Perseroan berencana menjalin kemitraan tersebut apabila menguntungkan guna semakin meningkatkan diversifikasi portofolio mineral olahan Perseroan.

ANTAM menetapkan target produksi feronikel di tahun 2016 sebesar 20.000 TNi seiring dengan masih berlanjutnya perbaikan transformer Electric Smelter Furnace-2 dan adanya kegiatan roof replacement Electric Smelter Furnace-3. Di tahun 2016, untuk keperluan pengolahan feronikel, ANTAM menargetkan volume produksi bijih nikel berjumlah 1,3 juta wmt. ANTAM menargetkan produksi emas sebesar 2.450 kg (78.769oz) yang terdiri dari produksi Pongkor sebesar 1.431 kg (46.007 oz) dan Cibaliung sebesar 1.019 kg (32.761 oz). Untuk produksi bauksit ditargetkan mencapai 300.000 wmt sementara produksi batubara ditargetkan sebesar 541.350 ton.

Seiring dengan peningkatan produksi feronikel, di tahun 2016 ANTAM menargetkan volume penjualan feronikel sebesar 20.000 TNi. Volume penjualan emas ditargetkan sebesar 10.431 kg (335.364 oz) di tahun 2016 dengan dukungan 13 Butik Emas LM yang sudah ada yakni di Jakarta-TB Simatupang, Jakarta-Sarinah, Bandung, Surabaya-Cito, Surabaya-Kebon Rojo, Makassar, Palembang, Medan, Semarang, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan dan Yogyakarta.

Untuk volume penjualan perak ditargetkan sebesar 15.559 kg (500.233 oz). Sementara penjualan batubara ditargetkan sebesar 1,19 juta ton di tahun 2016. ANTAM juga menargetkan terus berlanjutnya ramp up pabrik Chemical Grade Alumina Tayan sehingga volume produksi dan penjualan oleh PT Indonesia Chemical Alumina, masing-masing ditargetkan berjumlah 169.790 ton dan 167.900 ton alumina based.

Keterangan:


Tahun
2015
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
BUMN Non Keuangan Listed (BNKL)
Penghargaan
BUMN Non Keuangan Listed #1
Jumlah Halaman
690
Kantor Akuntan Publik
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, member firm (PricewaterhouseCoopers International Limited)
Biro Administrasi Efek
PT Datindo Entrycom
Kustodian
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
Agen Pemeringkat
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
Persatuan Karyawan
Persatuan Pegawai Aneka Tambang (PERPANTAM)
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
ANTAM,pertambangan,laporan tahunan,2015,emas,ekspor,logam mulia,BUMN

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF