PT ABM INVESTAMA, Tbk

PT ABM INVESTAMA, Tbk Laporan Tahunan 2015

MENDORONG PERTUMBUHAN TRANFORMATIF

Dalam perjalanan yang panjang menuju ketangguhan, dan menghadapi derasnya tantangan yang tak kunjung henti, ABM terus teguh dalam upayanya mewujudkan kinerja unggul. Berakar pada nilai-nilai inti perusahaan dan keunggulan kompetitifnya di sektor energi, ABM tengah melakukan transformasi yang bermula dari dalam.

ABM terus berupaya melakukan sinkronisasi dan peningkatan efisiensi untuk mencapai keseimbangan dalam bisnis, sekaligus membangun momentum dari kompetensi dan pengalamannya untuk memanfaatkan peluang di masa depan.

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Rugi Bersih Konsolidasi tercatat USD 51 juta
Derasnya tantangan di bisnis energi global mengharuskan ABM, yang telah melakukan investasi substansial di berbagai bisnisnya, untuk membukukan penurunan nilai pada sejumlah komponen asetnya. Di sisi lain, seluruh anak perusahaan ABM telah melaksanakan strategi efisiensi biaya yang mencakup seluruh aktivitas operasionalnya, serta menerapkan kebijakan finansial yang cermat dan penuh pertimbangan, dalam rangka menciptakan profitabilitas.

Hasilnya, setelah pada tahun 2014 ABM mencatatkan rugi bersih senilai USD 117 juta, di tahun 2015 terjadi perbaikan struktural yang berdampak signifikan terhadap posisi keuangan ABM, dan rugi bersih konsolidasi di tahun 2015 tercatat USD 51 juta, atau 56% lebih rendah dibandingkan di tahun 2014. Sementara itu, EBITDA juga meningkat menjadi USD 135 juta, dari USD 107 juta di 2014, dan margin EBITDA tercatat meningkat, menjadi 20,6%.

Dari seluruh aktivitas operasional entitas anaknya di tahun 2015, ABM secara konsolidasi mencatat pendapatan total USD 654,6 juta, atau 10% di bawah pendapatan konsolidasi tahun 2014, USD 723,6 juta. Kontribusi bidang pertambangan batubara masih menjadi yang terbesar bagi pendapatan total ABM, disusul oleh bisnis ketenagalistrikan, logistik, dan jasa rekayasa industri.

Per akhir tahun 2015, ABM memiliki lima unit usaha, yaitu PT Reswara Minergi Hartama (Reswara), PT Cipta Kridatama (CK), PT Sumberdaya Sewatama (Sewatama), PT Sanggar Sarana Baja (SSB), dan PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics). Aset totalnya mencapai Rp16,6 triliun dan jumlah karyawannya melampaui 7.334 orang.

Rp4.256.988.480 untuk Pelaksanaan Inisiatif CSR
Sebagai perusahaan induk (holding), ABM bertindak sebagai koordinator dan pemberi kebijakan atas seluruh inisiatif yang dijalankan pada tingkat entitas anak, di sekitar wilayah operasional mereka masing-masing. Total biaya untuk pelaksanaan inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan di lingkungan Grup ABM pada tahun 2015 adalah Rp4.256.988.480.

Dengan fokus pada bidang pendidikan dalam memberdayakan masyarakat sekitar, ABM terus mendukung program-program pendidikan dan institusi pendidikan, serta mengembangkan konsep thought leadership sebagai peran kuncinya di masyarakat.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Batubara
Secara total, produksi batubara Reswara pada tahun 2015 mencapai 6,8 juta ton, naik 15% dari 5,9 juta ton di 2014. Penjualan batubara tahun 2015 mencapai 6,8 juta ton, meningkat 15% dari volume penjualan tahun 2014 sebesar 5,9 juta ton.

Pendapatan ABM di segmen ini
mengalami penurunan sebesar 2,5% dari USD 416,35 juta di tahun 2014 menjadi USD 405,81 juta di 2015.

Kontraktor Pertambangan
Pada tahun 2015 total produksi pemindahan tanah CK adalah 131,1 juta bcm, naik 28% dari 102,5 juta bcm di tahun 2014. Bisnis kontraktor pertambangan yang dijalankan CK membukukan pendapatan pada tahun 2015 sebesar USD 304,4 juta

Ketenagalistrikan
Produksi listrik Sewatama di tahun 2015 mencapai 3.680 GWh, turun 27% dari 5.019 GWh di tahun 2014. Oleh karena itu, pendapatan Sewatama turun 12,7% dari USD 130,6 juta di 2014 menjadi USD 114,0 juta di 2015.

Logistik
Pada tahun 2015 CKB Logistics mencatat total Delivery Advice (DA) sebesar 324.870, turun 12% dari 371.293 pada tahun 2014. Pendapatan jasa dari logistik dan sewa kapal, melalui CKB Logistics, di tahun 2015 mencapai USD 82,34 juta, 8,1% lebih rendah dibandingkan USD 89,55 juta di tahun 2014.

Total Pendapatan ABM
Total pendapatan ABM dari segmen jasa di tahun 2015 oleh karena itu turun 13,8% dari USD 269,1 juta di tahun sebelumnya menjadi USD 232,0 juta.

Beban Pokok
ABM mencatat beban pokok penjualan dan jasa pada tahun 2015 sebesar USD 527,42 juta, turun 8,7% dari USD 577,72 juta pada tahun 2014.

Laba Usaha & Margin
Pada tahun 2015 ABM mencatat laba usaha sebesar USD 2,76 juta, sementara pada tahun 2014 tercatat rugi usaha sebesar USD 65,39 juta, akibat diakuinya kerugian penurunan nilai property pertambangan pada tahun 2014. Dengan demikian, margin laba usaha pada tahun 2015 adalah 0,4%, sementara pada tahun 2014 tercatat margin laba usaha –9,0%.

Total Aset
Per tanggal 31 Desember 2015, total aset ABM mencapai USD 1.189,81 juta, naik 5,0% dari USD 1.132,69 juta per 31 Desember 2014. Total asset terdiri dari aset lancar sebesar USD 338,20 juta (28% dari total) dan aset tidak lancar sebesar USD 851,61 juta (72%).

Total Liabiltas
Total liabilitas Perusahaan per 31 Desember 2015 adalah USD 1.016,25 juta, naik 9,4% dari posisinya per 31 Desember 2014 yaitu USD 929,17 juta.

Total Ekuitas
Total ekuitas (termasuk kepentingan nonpengendali) adalah sebesar USD 173,55 juta per 31 Desember 2015. Jumlah ini menunjukkan penurunan USD 29,97 juta atau 14,7% dari posisi ekuitas per akhir 2014, sebesar USD 203,52 juta.

RENCANA STRATEGIS

Tahun 2016 ini diprediksi oleh banyak analis masih merupakan tahun yang menantang, dengan angka-angka pertumbuhan yang cenderung belum kuat dan iklim di pasar komoditas yang sarat gejolak. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan Amerika Serikat akan menjadi faktor dominan yang menentukan arah perkembangan perekonomian global tahun 2016.

Indonesia sebagai negara berkembang dengan populasi sangat besar dan berbagai potensi yang belum dikaryakan secara optimal diyakini masih akan tumbuh di atas 5% pada tahun 2016. Keyakinan ini ditopang oleh rencana Pemerintah untuk menumbuhkan iklim bisnis dan investasi melalui ketersediaan dan layanan infrastruktur yang lebih baik. Kelanjutan pembangunan pembangkit listrik sebagai bagian dari Program 35.000 MW secara khusus akan memberi peluang bagi ABM untuk bertumbuh.

Selain dari tambahan dalam kebutuhan penyediaan temporary power, adanya pembangkit listrik baru akan menambah volume permintaan batubara domestik, dan aktivitas logistic terkait pun akan meningkat. Setelah mengambil langkah pertama dalam perjalanan transformatif kami untuk mewujudkan Visi 2020: “Portofolio Berimbang” di tahun 2015, untuk tahun-tahun selanjutnya ABM telah merumuskan sejumlah strategi yang saling mendukung dan memperkuat pencapaian kinerja bisnis, dengan memperhitungkan faktor-faktor eksternal yang dapat timbul.

ABM akan terus melakukan penyesuaian yang dibutuhkan terhadap berbagai proses, sistem, dan karyawan di Perusahaan, untuk menunjang pencapaian visi ini dan mencapai sasaran-sasaran jangka panjang ABM. Untuk tahun 2016, ABM menetapkan target kenaikan pendapatan dengan kisaran sebesar 9%, yang ABM harap berasal dari sumber-sumber pendapatan yang lebih terdiversifikasi dibandingkan dengan 2015.

Keterangan:


Tahun
2015
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
Private Non Keuangan Listed (PNKL)
Penghargaan
Private Non Keuangan Listed #1
Jumlah Halaman
338
Kantor Akuntan Publik
Purwantono, Sungkoro & Surja
Biro Administrasi Efek
PT Datindo Entrycom
Kustodian
N/A
Agen Pemeringkat
N/A
Persatuan Karyawan
N/A
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
laporan tahunan,2015,abm investama

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF