DANA PENSIUN PERKEBUNAN

DANA PENSIUN PERKEBUNAN Laporan Tahunan 2016

BERSAMA WUJUDKAN KARYA NYATA

DAPENBUN telah melakukan transformasi terhadap seluruh elemen Perusahaan secara berkelanjutan. Tranformasi tersebut meliputi strategi dan kebijakan Perusahaan dalam rangka menjawab tantangan masa depan di era perekonomian terintegrasi ASEAN. DAPENBUN tak henti membangun potensi Perusahaan secara optimal. Komitmen membangun potensi tersebut merupakan langkah strategis DAPENBUN dalam menjawab kompetisi masa depan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Aset Neto DAPENBUN tercatat 83,26%, atau sebesar Rp6,93 triliun

Sebagai Dana Pensiun Manfaat Pasti, DAPENBUN memiliki kewajiban utama untuk terus mampu membayarkan Manfaat Pensiun kepada seluruh peserta. Dengan total peserta mencapai 317.097 orang di akhir tahun 2016, pembayaran Manfaat Pensiun tentu harus menjadi perhatian utama dari Manajemen DAPENBUN. Terutama karena DAPENBUN memahami, pembayaran Manfaat Pensiun menjadi penopang bagi pendapatan sebagian peserta pensiunan. Untuk itulah, upaya yang optimal terus dilakukan, agar likuiditas DAPENBUN tetap terjaga dan mampu menunaikan kewajibannya kepada para peserta.

Salah satu pilihan utama pengelolaan iuran Pendiri dan Mitra Pendiri agar mampu menciptakan nilai tambah adalah melalui investasi di pasar modal dan pasar uang. Jika dibandingkan antara realisasi tahun 2016 dan target atau anggaran yang tertuang dalam Rencana Kerja Anggaran Pendapatan dan Biaya (RKAPB) 2016, kinerja keuangan DAPENBUN relatif membukukan hasil cukup baik. Aset Neto Akhir Tahun mencatat pencapaian 83,26%, dengan perbandingan realisasi tahun 2016 Rp6,93 triliun dan RKAPB 2016 Rp8,32 triliun. Realisasi Pendapatan Investasi sebesar Rp377,52 miliar mencatat pencapaian 83,38% dibandingkan RKAPB 2016 yang sebesar Rp452,78 miliar. Sementara Hasil Usaha Operasional mencatat pencapaian 73,63%, antara realisasi tahun 2016 Rp260,11 miliar dan RKAPB 2016 sebesar Rp353,28 miliar.

Pada aspek arus kas pendanaan dan pembayaran pensiun kepada peserta, penerimaan Iuran Normal mencapai 100,66%, antara realisasi tahun 2016 Rp126,18 miliar dan RKAPB 2016 Rp125,36 miliar. Realisasi penerimaan Iuran Tambahan yang  sebesar Rp265,45  miliar hanya mencapai 33,71%  dari RKAPB 2016 yang sebesar Rp787,42 miliar. Sementara pembayaran Manfaat Pensiun membukukan pencapaian 95,82%, antara realisasi tahun 2016 Rp724,78  miliar dan RKAPB 2016 yang mencapai Rp756,36 miliar.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendapatan Investasi
Total pendapatan investasi tahun 2016 sebesar Rp377,52 miliar atau 83,4% dari RKAPB sebesar Rp452,78 miliar dan 112,1% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp336,85 miliar.

Beban Investasi
Beban investasi tahun 2016 sebesar Rp117,41 miliar, meningkat Rp72,82 miliar atau 263,30% dibanding tahun 2015 yang sebesar Rp44,56 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan kenaikan beban pemeliharaan tanah dan bangunan, beban penyusutan bangunan dan beban investasi lainnya.

Beban Operasional
Beban operasional tahun 2016 sebesar Rp52,64 miliar, turun sebesar Rp1,65 miliar atau 3,04% dibanding tahun 2015 yang sebesar Rp54,29 miliar.

Hasil Usaha Setelah Pajak
Hasil Usaha Setelah Pajak tahun 2016 sebesar Rp190,74 miliar, turun Rp8,82 miliar atau 4,42% dibanding tahun 2015 yang sebesar Rp199,56 miliar.

RENCANA STRATEGIS

Untuk proyeksi 2017, Penambahan Aset Neto tahun 2017 diproyeksikan 104,08% dibandingkan realisasi 2016, yang terutama disebabkan proyeksi Iuran Tambahan tahun 2017 mencapai 297,01%, dan Pendapatan di Luar Investasi dan Operasional yang tumbuh hingga 1.127,30% dibandingkan realisasi tahun 2016. Besarnya pertumbuhan proyeksi penetapan Iuran Tambahan tahun 2017 disebabkan penyusunan RKAPB tahun 2017 masih menggunakan proyeksi kewajiban aktuaria dan kekayaan untuk pendanaan per 31 Desember 2016.

Hal ini juga terjadi untuk proyeksi Pendapatan di Luar Investasi dan Operasional tahun 2017 yang cukup besar, dimana RKAPB tahun 2017 diantaranya termasuk denda bunga keterlambatan Iuran Tambahan. Jumlah Pengurangan Aset Neto tahun 2016 sebesar Rp928,73 miliar mencapai 101,66% di atas RKAPB 2016 sebesar Rp913,55 miliar. Realisasi di atas RKAPB 2016 ini disebabkan adanya realisasi Beban Investasi, Beban di Luar Investasi dan Operasional yang membukukan pencapaian masing-masing 118,00% dan 387,11%; sementara di sisi lain adanya realisasi Pembayaran Manfaat Pensiun terhadap RKAPB 2016 sebesar 98,00%.

Keterangan:


Tahun
2016
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
Dana Pensiun (Dapen)
Penghargaan
Dana Pensiun #3
Jumlah Halaman
520
Kantor Akuntan Publik
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
Biro Administrasi Efek
N/A
Kustodian
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Agen Pemeringkat
N/A
Persatuan Karyawan
N/A
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
dapenbun,indonesia,dana, pensiun, perkebunan,investasi

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF