PT BANK BNI SYARIAH

BANK BNI SYARIAH Laporan Tahunan 2015

FOSTERING HASANAH-EMPOWERING-TRUST
Tema ini mengangkat latar belakang bahwa tahun 2015 merupakan tahun yang sulit. Sulit bagi perekonomian Indonesia pada umumnya dan juga berimbas pada industry perbankan syariah pada khususnya. Namun demikian, usaha mikro tetap menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, tema Laporan Tahunan 2015 ini berusaha mengangkat kekuatan dan perjuangan usaha mikro yang kemudian diadopsi oleh BNI Syariah sebagai tema untuk tetap berjuang menjadi bank syariah pilihan masyarakat yang membawa esensi kebaikan (hasanah).

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Strive for Quality Untuk Menjaga Kualitas Pertumbuhan
Tahun 2015 merupakan tahun di mana BNI Syariah menetapkan “Strive for Quality” sebagai tema bisnis karena BNI Syariah harus memusatkan perhatiannya untuk menjaga kualitas pertumbuhan. Strategi yang dikedepankan untuk mendukung hal ini antara lain adalah dengan melakukan monitoring dan remapping pada semua komponen pembiayaan yang dimiliki BNI Syariah terutama pada pembiayaan produktif (komersial, SME, dan mikro). Patut diketahui bahwa sektor SME dan mikro yang paling terimbas oleh kondisi ekonomi makro sehingga Perusahaan merasa perlu memusatkan perhatian pada kedua sektor tersebut. Meski di tengah kondisi pertumbuhan industri perbankan syariah yang melemah, BNI Syariah berhasil membukukan kinerja yang positif di tahun 2015 dengan membukukan pertumbuhan jumlah aset sebesar 18,09% mencapai Rp23,02 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp19,49 triliun. Pembiayaan meningkat sebesar 18,09% menjadi Rp17,76 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 18,94% menjadi Rp19,32 triliun. Laba bersih yang berhasil dibukukan adalah sebesar Rp228,53 miliar atau tumbuh sebesar 39,98% dari tahun sebelumnya dan melampaui target yang telah ditetapkan di awal tahun yakni sebesar Rp162,89 miliar.

Pencapaian ini tentunya berhasil diwujudkan terutama dengan berpegang teguh pada praktik perbankan yang menekankan prinsip kehati-hatian. Rasio keuangan utama secara keseluruhan juga menunjukkan pencapaian yang positif di atas target yang telah ditetapkan. Beberapa rasio tersebut antara lain rasio Non Performing Financing (NPF) tercapai sebesar 2,53% dari target 1,99%, Return on Asset (ROA) sebesar 1,43% dibandingkan target 1,04%, OER/BOPO yang berhasil ditekan di angka 89,63% dari target 91,29% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang tercapai sebesar 15,48% dari target 15,84%. Secara keseluruhan, BNI Syariah berhasil menunjukkan kinerja yang lebih baik di mana sebagian besar indikator utama melampaui target.

Pemenang ARA 2014
Pencapaian BNI Syariah sebagai pemenang ajang Annual Report Award 2014 pada kategori Private Financial Non Listed. Pencapaian ini merupakan kali kedua BNI Syariah sekaligus menjadi suatu pembuktian bahwa BNI Syariah berada dalam koridor yang tepat untuk mewujudkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG). Perusahaan memandang bahwa pencapaian ini merupakan perwujudan dari implementasi GCG yang luar biasa baik dengan memegang teguh prinsip ‘beyond compliance’. Selain komitmen dalam menegakkan prinsip-prinsip GCG, BNI Syariah juga meyakini bahwa jalannya bisnis harus tetap berada di koridor syariah. Untuk itu, BNI Syariah juga selalu mengupayakan untuk meningkatkan kapabilitas bisnis dengan mematuhi peraturan perundang-undangan serta aturan syariah yang berlaku.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aset
Pada Desember 2015, aset BNI Syariah mencapai Rp23.018 miliar atau tumbuh 18,09% dari
angka Rp19.492 di akhir tahun 2014. Sementara itu pangsa pasar aset BNI Syariah pada
Desember 2015 sebesar 7,77% meningkat dibandingkan posisi akhir tahun 2014 sebesar 7,16%.

DPK
BNI Syariah berhasil menghimpun DPK sebesar Rp19.323 miliar pada Desember 2015,
meningkat 18,94% dari Rp16.246 miliar di akhir tahun 2014. Pangsa pasar pada periode
tersebut juga mengalami peningkatan menjadi 8,36% dari angka 7,46% akhir
2014.

CAR
CAR BNI Syariah pada Desember 2015 menurun menjadi sebesar 15,48% dibandingkan tahun
sebelumnya sebesar 18,43%. Hal ini karena dimasukkannya risiko operasional dalam
perhitungan CAR, sesuai SEOJK No. 13/SEOJK.03/2015 tanggal 27 April 2015 yang memasukan
risiko operasional pada rasio CAR dan mulai diaplikasikan pada bulan publikasi Maret 2015.
Namun CAR BNI Syariah masih berada di atas CAR Minimum Requirement yaitu 9,38%.

ROA
ROA BNI Syariah pada Desember 2015 sebesar 1,43%, meningkat dibandingkan tahun
sebelumnya sebesar 1,27%.

RENCANA STRATEGIS

Selama 5 tahun terakhir, pertumbuhan industri perbankan syariah berada di kisaran 24,89% yoy (Desember 2010-Desember 2015). Pelaku industri dan pihak Bank Indonesia masih optimis bahwa pada 2016 perbankan syariah akan tumbuh sekitar 15% (Infobank). Pada Desember 2015 aset perbankan syariah meningkat sebesar 8,78% dibandingkan periode yang sama 2014 (yoy), demikian juga dengan pembiayaan dan DPK yang mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 6,86% dan 6,11%. Sampai saat ini terdapat 12 BUS dan 22 UUS dengan jumlah kantor cabang sebanyak 2.301 terdiri dari 1.990 kantor BUS dan 311 kantor UUS. Perbankan syariah mampu menjaga ketahanan dengan menjaga rasio kecukupan modal lebih dari 15,01%, namun rasio pembiayaan bermasalah mengalami kenaikan di atas 4%. OJK memperkirakan pangsa pasar perbankan syariah sekitar 5 – 6% dalam peta perbankan nasional pada akhir 2016.

BNI Syariah sendiri tetap optimis dalam menghadapi usaha di tahun 2016 meskipun masih dibayang-banyangi keadaan ekonomi global dan ekonomi dalam negeri yang belum pulih. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan indikator baik finansial maupun non finansial di tahun 2016. Secara financial antara lain dengan adanya pembiayaan yang tumbuh sebesar 16% dan DPK sebesar 14% serta EAT juga meningkat dari tahun 2015. Namun demikian pemberian pembiayaan tetap dilakukan secara selektif dan hati-hati, kualitas pembiayaan selalu dijaga dan tetap meminimalkan hapus buku, mengingat kondisi makro ekonomi di tahun 2016.

Berbagai target dan langkah strategis telah ditetapkan di tahun 2016 ini antara lain melalui hal-hal sebagai berikut:
1. Permodalan yang kuat dengan menjaga rasio CAR di atas minimum requirement regulator serta diiringi dengan peningkatan kontribusi laba ditahan (retained earning).
2. Pertumbuhan bisnis yang kuat dan berkelanjutan melalui peningkatan dana murah, peningkatan pertumbuhan pembiayaan produktif, penguatan pengelolaan manajemen risiko, dan peningkatan sinergi dengan BNI Induk.
3. Peningkatan profitabilitas melalui optimalisasi pendapatan bisnis dengan strategi front loading pembiayaan, menjaga kualitas seluruh segmen pembiayaan
   dengan peningkatan kualitas pemantauan sehingga mencegah terjadinya NPF, meminimalkan hapus buku, serta meningkatkan efisiensi dan produktifitas.

Dalam rangka merealisasikan visi dan melaksanakan misi BNI Syariah serta memastikan pencapaian kinerja yang telah ditargetkan dalam hal penghimpunan dana pihak ketiga, penyaluran dana, fee based income dan meningkatkan pangsa pasar, maka BNI Syariah telah menyusun serangkaian strategi untuk pencapaiannya. Strategi pemasaran akan senantiasa dilakukan secara komprehensif dan dilakukan oleh seluruh unit bisnis dalam hal produk dan jasa perbankan. Untuk melengkapi strategi bisnis, dikembangkan strategi penunjang yang terdiri dari strategi teknologi informasi dan pengembangan sumber daya manusia. Selain strategi bisnis dan penunjang, BNI Syariah juga melakukan sinergi/kerja sama Pendampingan Teknis dengan BNI Induk. Area Pendampingan Teknis mencakup Sinergi Kerja sama Bisnis dan Sinergi Shared Services dalam bentuk dukungan aktivitas operasional dan penggunaan infrastruktur (IT, Jaringan, dan lainlain). Kerja sama yang telah berjalan saat ini antara lain dalam hal sinergi bisnis adalah BNI Syariah memanfaatkan 1.490 jaringan BNI sebagai Sharia Channeling Outlet (SCO) dan bekerja sama dengan BNI untuk memasarkan Hasanah Card. Sementara dalam hal shared services antara lain migrasi dana haji atas rekening Kementerian Agama di BNI kepada BNI Syariah, pemanfaatan fitur Cash Management (BNI Direct) oleh nasabah BNI Syariah, pemanfaatan fasilitas e-channel BNI oleh nasabah BNI Syariah, dan pemanfaatan sistem remittance dan trade finance BNI oleh nasabah BNI Syariah, serta sinergi dalam bentuk lainnya yang tidak bertentangan dengan prinsip perbankan syariah.

Dengan berbagai strategi yang dilakukan perusahaan, diharapkan calon nasabah dan nasabah mengenal BNI Syariah lebih mendalam, mengenal fitur produk dan layanan BNI Syariah, sehingga nasabah merasakan kenyamanan dalam bertransaksi dan melakukan aktivitas perbankan di BNI Syariah.

Keterangan:


Tahun
2015
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
Private Keuangan Non Listed (PKNL)
Penghargaan
Private Keuangan Non Listed #1
Jumlah Halaman
588
Kantor Akuntan Publik
Tanudiredja, Wibisana & Rekan
Biro Administrasi Efek
N/A
Kustodian
N/A
Agen Pemeringkat
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
Persatuan Karyawan
Serikat Pekerja BNI Syariah (SP-BNIS)
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
Bank BNI Syariah,laporan tahunan,2015,perbankan syariah

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF