PT Lippo Karawaci Tbk Lakukan Peletakan Batu Pertama Untuk Proyek Monaco Bay Senilai 6 Triliun

|

PT Lippo Karawaci Tbk atau LPKR melakukan acara peletakan batu pertama proyek Monaco Bay di Manado, Sulawesi Utara (30/08/2015).

Proyek ini merupakan sebuah apartemen superblok dengan 40 lantai dan memiliki ketinggian lebih dari 150 meter.

Gedung yang memiliki standar world class dan bernilai proyek Rp 6 Triliun ini direncanakan akan menjadi bangunan tertinggi di Indonesia Timur.

Monaco Bay adalah pembangunan terbesar dan terbaru di kawasan Indonesia Timur dan merupakan satu-satunya pengembangan berkonsep luxurious resort style integrated.
Lokasi Monaco Bay terletak di tengah kawasan CBD Boulevard yang merupakan kawasan bisnis utama di kota Manado.

Nantinya diharapkan agar Monaco Bay dapat menjadi icon terbaru di kawasan Indonesia Timur seperti yang dilansir di halamandetik.com.

Batu pertama diletakan secara simbolis oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sinyo H. Sarundayang), Walikota Manado (Vicky Lumentut), Presiden Lippo Group (Theo L. Sambuaga), CEO Lippo (Homes Ivan Budiono), Chief Marketing Officer Lippo Homes (Jopy Rusli) dan turut dihadiri oleh jajaran manajemen Lippo Homes.

Selain itu, perwakilan dari beberapa unit bisnis Lippo Group yaitu Siloam Hospitals Group, Sekolah Dian Harapan, Hotel Aryaduta Group, Nobu Bank, dan Hypermart Group juga turut hadir di acara ini.

Monaco bay sendiri dibangun di atas lahan seluas 8 hektar dengan konsep resor mewah yang terintegrasi.

Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan tahap pertama tower kondominium Monaco Suites setinggi 40 lantai di atas lahan 2,2 hektar.

Kota Manado yang merupakan sebuah kota pegunungan dan berada di tepi laut menjadi pilihan utama pembangunan Monaco Bay.

Selain itu Manado mengusung semboyan sebagai International resort city.

Pembangunan proyek kondominium yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas modern seperti hotel, mall, perkantoran, sekolah, rumah sakit, ruang exhibition expo yang bertaraf internasional merupakan suatu kebutuhan untuk memfasilitasi kota Manado dalam mempersiapkan diri menjadi ajang investasi kelas dunia.

LPKR adalah Perusahaan properti terbuka terbesar di Indonesia berdasarkan total pendapatan (Rp11,7 triliun) dan total aset (Rp37,8 triliun) per 31 Desember 2014.

Perusahaan yang didirikan pada tahun 1990. Tercatat di BEI Jakarta sejak 1996 dan 76% sahamnya dimiliki oleh publik.

Dalam kurun wajktu 5 tahun terakhir LPKR selalu membukukan Gross Profit Margin (GPM) diatas 45%.

Berdasarkan Annual Report tahun 2014 nya, LPKR melakukan pembagian dividen final tunai tahun 2014 sejumlah Rp 320 milyar atau Rp14,05 per saham.

Nilai ini merupakan 26,05% dari Laba Bersih Setelah Pajak.