Efisiensi untuk Mengukir Pertumbuhan Laba Bersih Bank

Ilustrasi
Ilustrasi | Uplarn.com

Di tengah kondisi ekonomi dalam negeri yang masih lesu, beberapa bank besar justru mampu mengukir pertumbuhan laba yang tinggi dengan cara efisiensi dan menekan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL). Merujuk publikasi laporan keuangan kuartal III-2017, sejumlah bank besar mampu mengukir pertumbuhan laba dua digit. Namun, pertumbuhan laba tersebut idak diikuti oleh laju penyaluran kredit.

Penyaluran kredit di beberapa bank besar Tanah Air masih mengalami perlambatan. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), misalnya, telah mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,07 triliun, mengalami kenaikan 25,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp12,01 triliun. Kemudian BMRI telah mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp684,35 triliun pada kuartal III 2017, naik 3,51% dari periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut lebih lambat ketimbang pertumbuhan penyaluran kredit pada kuartal III 2016 yakni 4,96% atau mencapai Rp661,17 triliun.

Hal serupa juga terjadi di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). BRI berhasil meraup laba bersih konsolidasi sebesar Rp20,5 triliun hingga kuartal III 2017. Jumlah tersebut hanya tumbuh satu digit sebesar 8,27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp18,97 triliun. Pertumbuhan laba BRI diiringi dengan kenaikan penyaluran kredit sebesar Rp693,66 triliun atau naik 4,65% dari Rp662,80 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, BRI mampu mencatat pertumbuhan kredit hingga 8,2%.

Demikian pula PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Bank berusia 71 tahun ini melaporkan laba bersih sebesar Rp10,16 triliun pada kuartal III 2017. Angka ini tumbuh sebesar 31,6% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2016, atau sebesar Rp7,72 triliun. Kenaikan laba bersih ini terutama ditopang oleh penyaluran kredit BNI sebesar Rp421,4 triliun atau naik 7,15% dari Rp393,27 triliun. Hasil ini juga terbilang lambat ketimbang pertumbuhan yang lalu sebesar 14%.

Berbeda dengan tiga bank BUMN, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan perolehan laba bersih senilai Rp2 triliun atau meningkat 24% secara tahunan year on year (yoy) dari Rp1,62 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada september 2017, kredit dan pembiayaan BTN justru melesat dengan menyalurkan kredit hingga Rp184,49 triliun naik 15,23%. Hasil ini lebih cepat ketimbang pertumbuhan yang lalu sebesar 10,68% menjadi Rp164,44 triliun.

Kendati penyaluran kredit melemah, kinerja laba bersih seluruh emiten bank justru menuai hasil positif, bahkan lebih cepat ketimbang tahun sebelumnya. Secara teoritis, laba bersih yang melonjak bisa disebabkan dua hal, yakni penjualan yang tumbuh kencang ketimbang beban usaha, atau penjualan biasa-biasa saja, tetapi beban usaha menurun alias efisiensi meningkat. (RiP)