Rapor Biru BUMN di Semester Satu

ilustrasi
Ilustrasi | freepick/diolah

Kondisi perekonomian di enam bulan pertama tahun 2017 menyiratkan sebuah teka-teki. Pasalnya, di tengah polemik melemahnya daya beli masyarakat, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan malah mencatat adanya peningkatan perolehan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga semester I-2017 yang tumbuh 13,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Boleh dibilang, bahwa tingkat perolehan PPN ini menjadi salah satu cerminan tingkat transaksi yang terjadi di masyarakat. Artinya, semakin tinggi perolehan PPN, semakin tinggi pula transaksi belanja yang terjadi di masyarakat. Sebagian kalangan berpendapat, telah terjadi pergeseran (shifting) perilaku belanja yang lebih condong untuk memanfaatkan transaksi online ketimbang offline, belakangan ini.

Tumbuhnya PPN di paruh pertama 2017 ini, mengindikasikan adanya tren perbaikan ekonomi dalam negeri dibandingkan pencapaian tahun lalu. Sebagian besar data perekonomian pada paruh pertama tahun ini terus mengalami tren perbaikan sejak semester II-2016. Meski tren perbaikan ekonomi belum terlalu kuat, namun pertumbuhan ekonomi sudah lebih tinggi dibandingkan setahun sebelumnya.

Tren perbaikan sejumlah indikator makro ekonomi domestik di sepanjang Semester I-2017 diperkirakan akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,1 persen, terlebih perekonomian global diproyeksikan terus membaik hingga 2018. Sementara pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikakat relatif stabil sejak Oktober 2016, meski berada dalam tren depresiasi pada rentang Rp13.250-Rp13.400.

Dari sisi kinerja, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlihat semakin tumbuh dalam enam bulan pertama di 2017 ini. Hal tersebut trelihat dari beberapa raihan positif yang berhasil ditorehkan oleh perusahaan BUMN sepanjang semester I-2017.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat pada pada tiga bulan pertama 2017, terdapat 92 BUMN yang berhasil mencetak rapor biru pada laporan keuangannya. Raihan itu tentu saja membuat BUMN berhasil mencetak laba hingga Rp39 triliun atau mengalami kenaikan 20,1 persen secara year on year. Tentunya dengan raihan laba tersebut, membuat BUMN optimis bisa mencapai target laba sebesar Rp197 triliun sampai akhir tahun ini.

Artikel: