Potret Perusahaan Nasional dalam Bingkai Kinerja

ilustrasi
ilustrasi | annualreport.id

Menutup tahun 2016, perekonomian Indonesia mencatat kinerja yang lebih baik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kinerja yang baik ini ditunjukkan oleh beberapa indikator ekonomi yang mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) secara riil pada tahun 2016 tercatat lebih baik yaitu sebesar 5,02% jika dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2015 sebesaar 4,88%. Sementara  inflasi tahunan berhasil diturunkan dari 3,40% di tahun 2015 menjadi 3,02% di tahun 2016.

Indikator perekonomian lainnya seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan juga nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat juga menunjukkan kinerja yang positif. Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia tumbuh sebesar 15,33% yaitu dari 4.593 di tahun 2015 menjadi 5,297 di tahun 2016. Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat juga mengalami kenaikan sebanyak 2,63% menjadi Rp13.492/dollar AS, di tahun 2016 jika dibandingkan dengan Rp13.856/dollar AS, di tahun sebelumnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2017 berada di angka 5,01% atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal I 2016 di kisaran 4,92%. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2016 yang sebesar 4,94%.

Perbaikan kinerja ekonomi Indonesia berkaitan erat dengan tingkat pertumbuhan perusahaan secara nasional. Perusahaan milik Pemerintah yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tercatat cukup memberikan hasil yang menggembirakan sepanjang 2016 dan juga pada kuartal I 2017. Begitupun dengan perusahaan swata nasional yang memperlihatkan pertumbuhannya.