Mas Achmad Daniri: ARA Menjadi Barometer Perusahaan Yang Sehat dan Bernilai

Mas Achmad Daniri
Mas Achmad Daniri | Indra Gunawan/annualreport.id

Annual Report Award (ARA) merupakan pemberian penghargaan tertinggi atas kualitas laporan tahunan yang diterbitkan secara berkala oleh perusahaan. Kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun sejak 2002 atas kerjasama tujuh lembaga negara, yaitu BAPEPAM-LK yang sekarang berubah nama menjadi OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Kementerian BUMN, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Bank Indonesia, PT. BEI (Bursa Efek Indonesia), Ditjen Pajak serta Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG).

ARA juga merupakan salah satu cara bagi para regulator untuk mengetahui sejauh mana perusahaan melaksanakan prinsip GCG. Dengan penyajian informasi dalam Annual Report tersebut, artinya perusahaan telah berani mempublikasikan bahwa perusahaan yang dikelolanya telah menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG), yaitu transparency, accountability, responsibility, indepandency dan fairness. Atau bisa juga diartikan dengan keterbukaan informasi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, serta kesetaraan dan kewajaran.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang ARA, berikut ini kutipan wawancara annualreport.id dengan praktisi, dosen, pakar GCG,  yang juga Ketua KNKG serta salah satu Tim Pengarah penyelenggaraan ARA, Mas Achmad Daniri:

Bisa diceritakan tentang awal mula penyelenggaraan annual report award?

ARA diselenggaran oleh tujuh instansi pemerintah. Awalnya diinisiasi oleh KNKG yang waktu itu diketuai oleh Herwidayatmo yang juga menjabat sebagai Ketua BAPEPAM-LK (Sekarang OJK), lalu kita membuat program annual report award (ARA).

Latar belakang penyelenggaraan ARA adalah saat kita melihat dampak yang terjadi ketika krisis ekonomi dan moneter di Indonesia pada periode 1997-1999. Dari seluruh penyebab krisis, dapat ditarik suatu simpulan bahwa krisis pada dasarnya dapat dihindari atau dapat dikelola jika penerapan GCG diterapkan oleh seluruh industri di Indonesia.

Untuk pertama kalinya, ARA dilakukan pada tahun 2002, dimana penilaian yang dilakukan adalah terhadap Laporan Tahunan 2001 perusahaan yang telah mendaftar sebagai peserta.

ARA ini sebenarnya lebih kepada bagaimana membuat report dalam pelaksanaan GCG dalam sebuah perusahaan. Bukan hanya perusahaan emiten saja, tapi boleh dari luar juga. Ada BUMD, dan sebagainya, boleh mendaftarkan diri award tahunan ini. Memang ada penilaian yang khusus melihat pelaksanaan GCG dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Kami berharap dengan adanya acara seperti ini akan menarik banyak peserta dan makin baiknya penerapan Good Corporate Governance (GCG).

Bagaimana perkembangan ARA sejak 2002 hingga sekarang?

Dari tahun ke tahun naik terus. Tapi khusus sekarang, 2016, kelihatannya menurun. Menurut saya, mungkin karena adanya kebijakan tax amnesty sehingga menjadi salah satu penyebab annual report atau laporan tahunan mereka belum selesai.

Jadi, secara garis besar, apresiasi terhadap ARA semakin meningkat, dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah peserta. Pada 2009, jumlah pesertanya hanya 176 perusahaan, maka pada 2010 meningkat menjadi 191. Pada 2011 ada 200 perusahaan, dan 2012 diikuti 231 perusahaan.

Apakah manfaat bagi sebuah perusahaan dalam berpartisipasi di ARA?

Pertama, perusahaan akan mendapatkan evaluasi yang berbobot terhadap kualitas penerapan keterbukaan informasi yang dilaksanakan. Kedua, perusahaan akan mendapatkan respons opini yang positif jika melakukan penerapan keterbukaan informasi yang bertanggung jawab.

Jika sebuah perusahaan mengalami penurunan kinerja, apakah berpeluang menang ARA?

Tidak bisa dipungkiri bahwa perusahaan yang melaksanakan GCG ada korelasinya dengan peningkatan kinerja perusahaannya. Tapi jika kondisi perekonomian secara makro memang sedang menurun, tentu berpengaruh terhadap kinerja perusahaan-perusahaan tertentu, seperti perusahaan batubara dan minyak.

Karena itu, yang dinilai bukan saja dari kinerja perusahaannya, tapi prinsip disclosure dan transparansi yang diungkapkan dalam annual report. Orang ingin mengetahui keadaan suatu perusahaan itu melalui laporan tahunannya. Annual report itu ibarat jendela bagi sebuah perusahaan.

Apakah ada tips-tips supaya bisa menang ARA?

Wah... kalau itu jangan ditanyakan ke saya (sambil tertawa). Sebab saya termasuk tim pengarah ARA. Saya hanya bisa mengatakan, supaya menang, sebuah annual report harus mengikuti atau sesuai kriteria ARA. Kriteria-kriteria tersebut sudah disosialisasikan ke perusahaan-perusahaan.

Selain itu, laporkan keadaan perusahaan apa adanya. Jangan direkayasa. Sebab, nanti pasti ketahuan. Itu saja, sederhana.