PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK

BANK MANDIRI Laporan Tahunan 2015

Mandiri Sahabat Negeri

Bank Mandiri sebagai sahabat negeri adalah sebuah bakti dari sebuah Bank terbesar di Indonesia, dengan produk dan jasa yang dimiliki, maka Bank Mandiri dapat memberikan inspirasi, bekerja dan tumbuh bersama serta mendukung seluruh lapisan masyarakat. Berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik, sepanjang tahun 2015 Bank Mandiri tidak hanya berhasil merealisasikan rencana bisnis serta mampu menciptakan kemajuan dan pertumbuhan bisnis, namun juga telah memberikan kontribusi nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bank Mandiri berkomitmen akan terus konsisten menjadi sahabat negeri dengan memberikan karya dalam pembangunan mewujudkan cita cita menuju Indonesia yang lebih baik. Aspirasi kami adalah dapat memberikan yang terbaik kepada segenap pemangku kepentingan (stakeholders) berupa kemakmuran ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian alam sehingga Bank Mandiri dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang berkelanjutan (sustainable Indonesia).

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Keberhasilan Dari 3 Strategi Bisnis

Sepanjang tahun 2015, Bank Mandiri telah menuntaskan implementasi inisiatif strategis Transformasi Tahap III dengan pencapaian milestone keuangan dan non keuangan antara lain nilai kapitalisasi sampai akhir tahun 2015 mencapai Rp215,83 Triliun, dengan rasio ROE mencapai 23,03%, rasio NPL sebesar 2,29% lebih baik dibandingkan target yang telah ditetapkan sebesar 3,0%. Selain itu di aspek non keuangan, Bank Mandiri berhasil mempertahankan predikat sebagai “the best bank service excellence” selama 8 (delapan) tahun berturut-turut dari MRI dan mempertahankan predikat sebagai Perusahaan yang Sangat Terpercaya selama 9 (sembilan) tahun berturut-turut dari IICG. Hasil tersebut merupakan keberhasilan dari eksekusi 3 strategi bisnis yaitu Deepen Client Relationship, Accelerate in Growth Segments, dan Integrate the Group dengan penjelasan berikut:

Deepen Client Relationship

Kekuatan Bank Mandiri di area Wholesale, tercermin dari relasi dengan perusahaan-perusahaan besar baik nasional maupun regional yang masuk dalam daftar Fortune 500 dan Forbes Global 2000. Keberadaan 244 nasabah grup usaha di segmen Corporate dan16,2 ribu nasabah di segmen Commercial Bank Mandiri dapat mendorong penetrasi di segmen Retail, yang merupakan value chain dari nasabah Wholesale, termasuk nasabah yang merupakan pegawai dari korporasi. Selain itu, Bank Mandiri telah menetapkan beberapa bidang usaha potensial yang akan menjadi fokus dalam implementasi strategi sector solution khususnya di segmen Wholesale & SME. Bank Mandiri telah melakukan sejumlah inisiatif yang mendukung pengembangan bisnis Wholesale Transaction yaitu dengan menyediakan solusi produk Wholesale yang terintegrasi berbasis expertise di sektor usaha nasabah, pengembangan solusi distributor financing, pengembangan Cash Management, menyediakan total solusi transaksi keuangan terpadu termasuk yang bersifat crossborder, implementasi host-to-host transaksi bagi nasabah, dan percepatan eksekusi account plan.

Accelerate in Growth Segment

Bank Mandiri juga menghadirkan produk transaksi ritel yang inovatif  bagi seluruh rantai bisnis nasabah (value chain) agar mata rantai bisnis utama maupun bisnis turunannya dapat dilayani. Dari bisnis transaksi ritel, Bank Mandiri melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan transaksi dan dana dengan tools tabungan bisnis melalui intensifikasi value chain industri Telco, Cement, Oil & Gas, FMCG/Tobbaco. Hingga Desember 2015, Bank Mandiri telah menghimpun dana murah dari bisnis value chain (lead sector & cluster) dengan average balance sebesar Rp17,5 Triliun. Sampai dengan tahun 2015, Bank Mandiri telah melakukan akuisisi terhadap lebih dari 125 ribu nasabah dengan nilai transaksi mencapai Rp19 Triliun. Inisiatif lainnya di segmen transaksi ritel yang Perusahan lakukan antara lain: membangun loyalitas nasabah tabungan individu melalui program fiesta poin, mengembangkan bisnis payroll dan bisnis value chain, customer education untuk e-channel transaction, perbaikan kualitas layanan e-channel, ekstensifikasi e-channel: ATM – EDC - Internet Banking.

Bank Mandiri juga terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah dengan terus memperluas jaringan ATM. Selama tahun 2015, Bank Mandiri telah menambah 2.044 unit ATM sehingga total jumlah ATM yang tersebar di seluruh Indonesia telah mencapai 17.388 unit. Jumlah transaksi nasabah yang dilayani mencapai 1.014,7 juta transaksi, atau tumbuh 13,79% dibandingkan tahun 2014. Bank Mandiri juga berhasil menambah jumlah jaringan EDC dari 270.352 mesin di tahun 2014 menjadi 286.861 mesin di tahun 2015. Jumlah transaksi yang dihasilkan selama tahun 2015 sebanyak 125,5 juta transaksi atau meningkat 19,9% dari 104,7 juta transaksi di tahun 2014.

Integrate The Group

Dan yang ketiga, strategi untuk mengintegrasikan bisnis di seluruh segmen yang ada di Mandiri, termasuk dengan Perusahaan Anak (Integrate the Group). Melalui strategi ini, Mandiri ingin mendorong budaya crosssell, baik antar unit kerja yang menangani segmen Wholesale dan Retail, termasuk dengan perusahaan anak, serta mendorong regionalisasi bisnis dan mengoptimalkan jaringan distribusi di wilayah. Hingga akhir 2015, berikut volume aliansi bisnis:

• Bank garansi sebesar Rp34,7 Triliun.

• Valas sebesar Rp14,4 Triliun.

• Funds Under Management sebesar Rp3,6 Triliun.

Sementara itu, pendapatan aliansi Wholesale juga meningkat:

• Pembiayaan kendaraan sebesar Rp325 Miliar.

• Jumlah kartu kredit sebanyak 359.111 kartu.

Pada tahun 2015, telah dibentuk 3 Perusahaan Anak baru dalam rangka sebagai salah satu bentuk upaya mengimplementasikan inisiatif non organik Bank Mandiri terhadap beberapa area yang meningkatkan pertumbuhan bisnis dan memberikan sinergi bisnis terhadap seluruh Group Usaha Bank Mandiri yaitu Mandiri Taspen Pos yang semula Bank Sinar Harapan Bali (BSHB) dengan fokus bisnis di pembiayaan mikro, Mandiri Utama Finance yang bergerak di bidang Multifinance yang akan fokus pada produk motor, mobil bekas dan multiguna dan Mandiri Capital Indonesia yang fokus pada Penyertaan Modal Start Up Company yang potensial.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA STRATEGIS

Pada tahun 2016, Bank Mandiri telah menentukan target untuk beberapa indikator kunci dengan mempertimbangkan situasi perekonomian nasional, dinamika di industri perbankan, serta kesiapan internal sebagai berikut:

1. Pertumbuhan kredit retail sebesar 17,2%

2. Komposisi dana murah sebesar 64%

3. Rasio NPL di bawah level 2,6%

4. LDR dalam rentang 80% - 90%

Selain itu, Bank Mandiri membentuk Capital Conservation Buffer berlaku mulai tanggal 1 Januari 2016 secara bertahap sebagai berikut:

1. 0,625% (nol koma enam ratus dua puluh lima persen) dari ATMR mulai tanggal 1 Januari 2016

2. 1,25% (satu koma dua puluh lima persen) dari ATMR mulai tanggal 1 Januari 2017

3. 1,875% (satu koma delapan ratus tujuh puluh lima persen) dari ATMR mulai tanggal 1 Januari 2018

4. 2,5% (dua koma lima persen) dari ATMR mulai tanggal 1 Januari 2019

Countercyclical Buffer ditetapkan oleh Bank Indonesia yang diatur dalam PBI No. 17/22/PBI/2015 tentang Kewajiban Pembentukan Countercyclical Buffer. Kewajiban Bank membentuk Countercyclical Buffer mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2016 dalam kisaran sebesar 0% sampai dengan 2,5% dari ATMR. Fokus dalam mengakelerasi bisnis bank melalui teknologi yang dapat diandalkan, keunggulan operasional, dan mengutamakan kepuasan nasabah sebagai 3 landasan utama demi tercapainya aspirasi Bank Mandiri sebagai the Best Bank in ASEAN 2020.

Bank Mandiri telah melakukan reorganisasi melalui penguatan jaringan distribusi di Region dengan mengintegrasikan seluruh segmen bisnis dan anak perusahaan (Distribution Network Transformation) dan review efektivitas organisasi dengan melakukan re-mapping sejumlah direktorat atau group dalam rangka sinergi maupun membentuk fungsi dan direktorat baru dalam rangka fokus kinerja dan optimalisasi hasil yang diharapkan.

Bank Mandiri telah merumuskan rencana fokus utama tahun 2016 sebagai berikut:

1. Meningkatkan pangsa pasar Revenue melalui pertumbuhan volume bisnis dan fee based income diatas pasar;

2. Menjaga kondisi likuiditas Bank yang sehat melalui monitoring Loan to Deposit Ratio (LDR);

3. Pertumbuhan aktiva produktif yang berkualitas dengan menjaga target NPL Gross, Cost of Credit, Rasio CKPN/NPL dan Write off Loan;

4. Meningkatkan Net Interest Margin dan memperbaiki Cost of Fund;

5. Memperkuat Retail dan Wholesale Transaction utnuk memperbaiki rasio dana murah, menumbuhkan provisi dan komisi serta Fee Ratio;

6. Meningkatkan pertumbuhan kredit retail financing;

7. Menigkatkan efisiensi biaya melalui optimalisasi penggunaan anggaran biaya dengan tujuan menukung pertumbuhan bisnis secara optimal;

8. Mempertajan fokus dan prioritas project IT dan Non IT untuk mendukung pertumbuhan bisnis;

9. Memperbaiki profitabilitas secara bertahap melalui perbaikan ROE sehingga mendekati para pesaing utama;

10. Peningkatan modal secara bertahap serta penggunaan modal yang lebih efisien pada segmen bisnis untuk memberikan revenue yang baik sehingga rasio CAR tetap terjaga;

 

Keterangan:


Tahun
2015
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
BUMN Keuangan Listed (BKL)
Penghargaan
Jumlah Halaman
1185
Kantor Akuntan Publik
Purwantono, Sungkoro, & Surja (Firma Anggota Ernst & Young Global Limited)
Biro Administrasi Efek
PT Datindo Entrycom
Kustodian
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
Agen Pemeringkat
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
Persatuan Karyawan
Serikat Pegawai Bank Mandiri (SPBM)
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
Bank Mandiri,Laporan Tahunan,2015,perbankan

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF