Unsur Transparansi dan Keceriaan Dunia Anak dalam Annual Report 2015 LEGO Group

Cover Annual Report 2015 LEGO Group
Cover Annual Report 2015 LEGO Group | Annual Report 2015 LEGO Group

Simple dan informatif. Demikian kesan pertama saat melihat Laporan Tahunan 2015 LEGO Group. Simple karena buku laporan tahunan yang satu ini tidak tebal, cukup 72 halaman saja, dan desain warna pun tidak berwarna-warni, cukup warna putih dan biru yang mendominasi.

Dikatakan informatif, karena semua informasi yang dibutuhkan publik cukup lengkap, mulai dari financial highlight, informasi perusahaan, management’s statement, independent auditor’s report hingga rincian tentang ekuitas dan liabilitas perusahaan. Meski begitu, LEGO tidak memuat perihal responsibility report, karena laporan tersebut dibuat terpisah.

Di Indonesia sendiri, bisa dikatakan sangat jarang laporan tahunan yang simple semacam laporan tahunan LEGO. Apalagi perusahaan-perusahaan yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia atau pun perusahaan BUMN, rata-rata laporan tahunan mereka terdiri dari ratusan halaman, karena harus memuat seluruh informasi yang diperlukan baik oleh stakehoder maupun shareholder, termasuk laporan tata kelola perusahaan dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Jika berbicara LEGO, mungkin hampir semua orang di dunia ini mengetahui LEGO. Permainan ini tidak hanya disukai anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, tapi juga orang dewasa. Ia berupa bongkah plastik kecil yang dapat disusun menjadi apa saja, sesuai dengan imajinasi dan daya kreatifitas masing-masing. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1949 oleh sang penciptanya yaitu Ple Kirk Christiansen, lalu diproduksi secara massal oleh The Lego Group dari Billund, Denmark.

Keceriaan dunia anak-anak ini kemudian dituangkan oleh LEGO ke dalam cover Laporan Tahunan LEGO Group 2015, dengan memuat foto seorang anak yang sedang asyik bermain LEGO. Keceriaan in rupanya tercermin pula pada pertumbuhan tingkat penjualan produk mereka yang mencapai 19 persen di tahun 2015.

Pencapaian tersebut berkat ekspansi yang dilakukan perusahaan ke hampir seluruh belahan dunia pada 2015 lalu. Pada tahun itu juga, LEGO secara gencar melakukan inovasi produk baru, seperti LEGO® DIMENSI ™, LEGO Star Wars ™, LEGO Ninjago ™ dan LEGO Peri, dan LEGO City.

“2015 merupakan tahun yang fantastis bagi kami sebagai Perusahaan yang didedikasikan untuk menginspirasi dan mengembangkan anak-anak lewat permainan. Di tahun 2016, kami memperkirakan bahwa sekitar 100 juta anak-anak memiliki pengalaman dalam berkreasi dengan produk kami. Baik itu di sekolah-sekolah melalui bahan LEGO pendidikan atau produk LEGO lainnya,” kata Presiden and Chief Executive Officer LEGO Group Jorgen Vig Knudstorp, seperti dikutip dari laman resmi mereka, www.lego.com.

Semua hasil positif yang diraih perusahaan, tertuang secara rinci dan transparan dalam Laporan Tahunan 2015 LEGO Group, yang tersaji secara ringkas dan jelas. Yang lebih menarik adalah, laporan tahunan ini tidak menyantumkan tema besar dan tidak terlalu banyak kalimat basa-basi.

Dari sisi desain, LEGO tetap tidak meninggalkan unsur dari produk yang dihasilkan perusahaan. Selain desain cover, pada lampiran dalamnya, disajikan pula gambar keceriaan anak-anak yang tengah berkreasi dengan produk-produk LEGO.

Untuk memudahkan pembacanya, LEGO banyak memanfaatkan white space dan hampir tidak melakukan penggunaan banyak warna. Yang cukup menarik, tidak ada grafik dalam laporan tahunan ini. LEGO hanya menyajikan laporan tahunan mereka dalam bentuk tabel. Jika dilihat, ini merupakan karakter dari laporan tahunan perusahaan luar negeri pada umumnya.

Hampir semua halaman dalam laporan tahunan ini, menjabarkan secara detail perihal financial hightlight Perusahaan. Di mana LEGO berupaya untuk menyajikan secara jelas dan transparan tentang kinerja perusahaan selama tahun 2015. LEGO juga berupaya menjelaskannya dalam bentuk narasi, selain disajikan dalam bentuk tabel. Sehingga para pembaca mendapat kejelasan dari tabel yang disajikan dalam laporan tahunan tersebut. (DD)