Untuk Tahun 2018, BTN Yakin Cetak Laba Bersih Rp3,2 Triliun

ilustrasi
Direktur Utama BTN, Maryono | Dok. Bank BTN

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) optimis mampu membukukan laba bersih selama 2018 sebesar Rp3,2 triliun dengan mencatatkan pertumbuhan aset hingga 18%.

“Untuk 2018 aset kita telah mencapai Rp308 triliun, itu meningkat kurang lebih 18%. Dana kredit dan DPK (dana pihak ketiga) kita pertumbuhannya kurang lebih 19%. Laba kita kurang lebih antara Rp3,2 triliun dan ini menunjukkan adanya peningkatan terus,” kata Direktur Utama BTN, Maryono, dalam keterangannya yang dilansir CNBCIndonesia.com, Senin (11/2/2019).

Lebih jauh, Maryono menjelaskan, untuk rasio kredit macet atau NPL Perseroan juga makin menurun. Selain itu, BTN terus tumbuh baik secara organik dan unorganik. Dengan ekspansi yang makin kencang, BTN percaya kinerja sahamnya akan terus bersinar.

“Sedang di 2019 kita menginginkan suatu perbaikan layanan dan perbaikan governance dan internal daripada kontrol kita sehingga kita ke depan betul-betul tumbuh dengan kualitas, governance dan layanan yang baik,” ujar Maryono.

Maryono menambahkan, “Kita memang sudah menunjukkan ada peningkatan harga saham kita sudah Rp 2.700 per saham. Lebih karena kondisi saham secara gabungan. Tahun depan kita tingkatkan kuantitas dan kualitas layanan kita dan kita lakukan strategi bagaimana kita tingkatkan daripada bisnis yang lebih baik lagi dan menyesuaikan adanya perubahan-perubahan yaitu digital banking”.

Sementara itu, BTN melalui jajaran manajemennya menyatakan optimistis akan mampu memperkecil backlog atau kesenjangan antara permintaan dan suplai rumah.

“Pemerintah dalam empat tahun terakhir telah memberikan kontribusi besar dalam program sejuta rumah bahkan dalam tahun 2018 mampu mencapai 1,1 juta unit sebagai upaya memperkecil backlog perumahan,” tutur Maryono, seperti dikutip Antaranews.com, Senin (11/2/2019).

Maryono mengatakan, pemerintahan kali ini memberikan kontribusi sangat besar bagi program sejuta rumah melebihi pemerintahan sebelumnya, sehingga pihaknya optimistis ke depannya untuk memperkecil backlog akan dapat tercapai.

“Program sejuta rumah itu tidak berarti 1 juta unit, buktinya tahun 2018 bisa 1, 1 juta unit, ke depannya bisa saja tercapai 2 juta unit atau bahkan 3 juta unit,” imbuh Maryono.

Maryono mengatakan, dalam program satu juta rumah tahun 2018, BTN memberikan kontribusi dari sisi pembiayaan sebanyak 750.000 unit, sedangkan untuk tahun 2019 ini BTN memberikan target minimal dapat tercapai 850.000 unit.(DD)