Tingkatkan Kapasitas Ekspor, PTBA Berhasil Realisasikan Devisa Sekitar Hampir US$850 Juta

ilustrasi
Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin (dua dari kiri), dalam Press Conference Holding Pertambangan yang dihadiri Menteri BUMN, Rini Soemarno | Dok. PTBA

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus berupaya untuk melakukan peningkatan kapasitas ekspor batubara keluar negeri yang diproyeksi mencapai US$829 juta tahun ini, dengan mengekspor 12,1 juta ton batubara atau naik 44,6% dibanding tahun 2017.

Ekspor batubara PTBA terutama dikapalkan ke negara-negara Asia seperti Tiongkok, India, Thailand, Hong Kong, dan Kamboja.

Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin, mengatakan bahwa tahun ini PTBA berhasil mengurangi biaya sebesar 10% dibandingkan tahun lalu sehingga laba Perseroan pun akan lebih baik.

“Kami memiliki strategi untuk mengurangi biaya salah satunya dengan menerapkan cara menambang yang lebih efisien,” kata Arviyan, seperti dikutip Industry.co.id, Kamis (13/9/2018).

Terkait eskpor, Arviyan mengungkapkan, PTBA berhasil merealisasikan devisa sekitar hampir US$850 juta. “Kalau kita ekspor 100%, bisa sampai US$2 miliar, tapi ada kewajiban dalam negeri yang wajib kita penuhi,” ungkapnya.

Sementara itu, PTBA juga akan membangun pabrik gasifikasi batubara sebagai salah satu upaya untuk hilirisasi. Proyek yang disebut Dimethyl Eter (DME) ini, diharapkan ke depannya bisa menghasilkan pupuk dan LPG agar harga jual ke masyarakat lebih murah.

“Kita dapat amanat hilirisasi batubara, nantinya bisa membuat LPG yang teman-teman tahu saat ini kita sangat tergantung dengan impor LPG dan itu memakan devisa. Selain itu bisa dibuat pupuk,” jelas Arviyan, dalam keterangannya, yang dilansir Kontan.co.id, Kamis (13/9/2018).

Dalam proses pembangunan pabrik ini, PTBA bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) dan juga PT Pupuk Indonesia (Persero). “Kita sudah melakukan tanda tangan, pabrik gasnya ada satu di lokasi yang sama nanti kita akan buat kawasan ekonomi khusus industri batubara, kebutuhan biaya mungkin berkisar US$1 miliar sampai US$1,5 miliar,” papar Arviyan.

Sepanjang tahun 2018, PTBA menargetkan mampu memproduksi 26,24 juta ton batubara, realisasi sampai Agustus 2018 sebesar 13,82 juta ton. Sedangkan untuk proyeksi penjualan ke pasar domestik sebesar 13,34 juta ton, sampai Agustus 2018 penjualan ke pasar domestik baru sebesar 7,48 juta ton.

Proyeksi penjualan batubara ke pasar ekspor sebanyak 12,14 juta ton dan sampai Agustus sudah terealisasi 7,02 juta ton. “Untuk batubara tetap ekspor walaupun ada kewajiban memenuhi kebutuhan PLN. Walaupun 60% penjualan ke pasar domestik tidak mengurangi laba kita selama 2018,” imbuh Arviyan.(DD)