Tahun Depan, Pertamina Bakal Gelontorkan Dana Investasi Hulu Migas Hingga US$3 Miliar

ilustrasi
Salah satu lapangan produksi migas Pertamina | Dok. Pertamina

PT Pertamina (Persero) berencana meningkatkan investasi di hulu minyak dan gas bumi (migas) pada tahun depan dengan menggelontorkan dana senilai US$2,5 miliar – US$3 miliar. Upaya ini dilakukan untuk mengakomodasi kegiatan pengeboran, hingga upaya menjaga stabilitas produksi pada 2019.

Senior Vice President Upstream Strategic Planning and Operation Evaluation Pertamina, Meidawati, mengatakan bahwa semakin banyak kegiatan untuk mendukung produksi migas, serta banyaknya pengelolaan wilayah kerja, menjadi alasan mengapa investasi meningkat.

Tahun ini, menurutnya, Pertamina menyiapkan anggaran investasi senilai US$2,4 miliar. “Tahun ini kami banyak mau investasi dari kegiatan pemborannya yang bertambah. Baik dari PEP, PHI, kita juga mau tambah lagi Jambaran Tiung Biru,” kata Meidawati, dalam keterangannya yang dilansir Bisnis.com, Kamis (8/11/2018).

Menurut Meidawati, rencana investasi tahun depan belum meliputi pembiayaan dalam rangka transisi Blok Rokan. Dia menambahkan, terkait rencana investasi untuk pengeboran ataupun pengembangan sedang dilakukan pembahasan dan masih dilihat mana saja yang mana paling prioritas.

“Meski dalam keadaan sulitpun, kami masih melakukan pengeboran eksplorasi. Kegiatan eksplorasi adalah upaya untuk memikirkan jangka panjang,” ujarnya.

Potensi penurunan produksi yang tidak dapat terelakkan menjadi tantangan Pertamina mengelola lapangan tua. Sejauh ini, dari seluruh sumber migas yang dikelola Pertamina, sebesar 79% berasal dari mature field, sisanya berupa green field.

Adapun dalam keterangannya yang dikutip CNNIndonesia.com, Kamis (8/11/2018), Meidawati menyebutkan, tahun depan, Perseroan menargetkan produksi minyak mentah mencapai 414 ribu barel per hari (bph), naik dari tahun ini yang hanya 400 ribu bph.

Sementara itu, target produksi gas turun dari 3.069 mmscfd menjadi 2.069 mmscfd. Hal itu terjadi karena penurunan tipis produksi gas di Blok Mahakam dan masalah produksi di Lapangan Pendopo di Sumatera Selatan.

Sebagai informasi, per September 2018, realisasi investasi sektor hulu Perseroan berada di kisaran US$1 miliar. Sebagian besar investasi ditempatkan untuk meningkatkan produksi dan pengelolaan blok-blok terminasi.

Sementara realisasi produksi minyak mentah perseroan baru mencapai 384 ribu bph dan gas bumi 3.069 mmscfd.(DD)