OJK Susun Peraturan Peningkatan Modal Inti Minimum Bank Umum

Ilustrasi
Ilustrasi | vibiznews.com

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah menyusun Peraturan OJK (POJK )terkait batas bawah modal inti bagi bank umum yakni Rp100 miliar yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2016. Peraturan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan modal, serta daya saing bank-bank tersebut.

"Akhir tahun mudah-mudahan sudah bisa diterapkan, nanti pemenuhannya secara bertahap," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Darmansyah Hadad, sebagaimana dikutip bisnis.com hari ini (15/7).

Dijelaskan bisnis.com, pihak regulator berencana untuk memperkuat permodalan industri bank nasional. Salah satu opsinya melalui peningkatan modal inti minimum bank yang saat ini ditetapkan senilai Rp100 miliar.

Dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 7/15/PBI/2005 tentang Jumlah Modal Inti Minimum Bank Umum pasal 2 ayat 1 tertulis bahwa bank wajib memenuhi jumlah modal inti paling kurang sebesar Rp80 miliar pada 31 Desember 2007.

Pada pasal 2 ayat 2 berbunyi bank yang telah memenuhi jumlah modal inti sebagaimana dimaksud pada ayat 1, selanjutnya wajib memenuhi jumlah modal inti paling kurang sebesar Rp100 miliar pada 31 Desember 2010. Hingga saat ini, modal inti minimum bank masih mengacu pada pasal 2 ayat 2 tersebut.

Muliaman menyebutkan, pihak otoritas juga masih mempertimbangkan nilai modal inti yang baru, salah satu nilai yang dipertimbangkan adalah senilai Rp1 triliun.

Dengan rencana peningkatan modal inti minimum tersebut, Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia ini menyatakan ada kemungkinan POJK terkait modal inti, yakni POJK Nomor 6/POJK.03/2016 tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti.

"Kemungkinan akan berdampak pada peraturan terkait BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha)," kata Muliaman.

Dalam POJK tersebut tertulis berdasarkan modal inti yang dimiliki, bank dikelompokkan menjadi empat kategori yakni BUKU 1 dengan modal inti sampai dengan kurang dari Rp1 triliun, BUKU 2 dengan modal inti paling sedikit Rp1 triliun hingga Rp5 triliun, BUKU 3 dengan modal inti paling sedikit Rp5 triliun sampai dengan kurang dari Rp30 triliun, dan BUKU 4 dengan modal inti paling sedikit Rp30 triliun.

Sebelumnya, para bankir dari BUKU 1 meminta OJK untuk memberi waktu bagi bank untuk menyesuaikan modal inti minimum yang baru. (MMY)