Naik 25%, ADHI Karya Optimis Laba Bersih Capai Rp670 Miliar di 2018

ilustrasi
Salah satu proyek yang digarap oleh ADHI Karya | Dok. Adhi Karya

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengestimasi laba bersih Perseroan sepanjang tahun 2018 tumbuh 25% dibandingkan dengan perolehan 2017. Atas dasar angka estimasi pertumbuhan tersebut, perolehan laba Perseroan diperkirakan mencapai Rp670 miliar.

Direktur Utama Adhi Karya, Budi Harto, mengatakan nilai tersebut merupakan estimasi dari hasil laporan keuangan belum di audit Perseroan. Laba tersebut didapat dari nilai kontrak baru yang berhasil dikantongi Perseroan senilai Rp24 triliun.

“Berdasarkan laporan keuangan unaudited kontrak baru di tahun lalu senilai Rp24 triliun, penjualan Rp18 triliun dan laba Rp670 miliar. Lumayan dibanding 2017, laba naik 25%,” kata Budi, dalam keterangannya yang dilansir CNBCIndonesia.com, Senin (11/2/2019).

Sebagai gambaran, hingga akhir kuartal III-2018 Perseroan mengantongi laba bersih senilai Rp335,53 miliar. Nilai tersebut naik signifikan 63,62% dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai Rp205,07 miliar. Pada periode tersebut, pendapatan yang berhasil dikantongi Perseroan mencapai Rp9,43 triliun. Jumlah tersebut naik dari Rp8,71 triliun di akhir September 2017. Sementara untuk kontrak baru yang berhasil dibukukan Perseroan sepanjang sembilan bulan pertama di 2018 nilainya mencapai Rp11,4 triliun.

Sementara, Perseroan juga tengah mempelajari kelayakan tiga rencana proyek kerja sama di sektor perkeretaapian. Ketiga proyek tersebut diharapkan menambah portofolio investasi di sektor tersebut.

Direktur Operasi II Adhi Karya, Pundjung Setya Brata, mengatakan bahwa Perseroan berminat untuk menanamkan modal di proyek kereta api Bandara Kertajati, Cibungur-Tanjung Rasa, dan Lahat-Tarahan.

Investasi di proyek infrastruktur menjadi strategi Perseroan dalam menghadapi dinamika industri konstruksi. Dia menyebutkan bahwa tren dunia konstruksi saat ini mengarah pada investasi proyek.

Menurut Pundjung, persaingan antarkontraktor kian ketat dengan makin banyaknya pesaing dan marjin keuntungan yang tipis. “Kami menjajaki semua aspek, mulai dari design and build, dan finansialnya. Jadi, sekarang tahapnya masih menjajaki,” ujar Pundjung, seperti dikutip Bisnis.com, Senin (11/2/2019).

Dijelaskan, ketiga proyek perkeretaapian yang dijajaki Adhi Karya merupakan bagian dari delapan proyek kerja sama yang studi kelayakan awalnya sudah rampung. Adhi Karya memang sudah berkecimpung di sektor perkeretaapian. Di proyek kereta ringan (light rail transit/LRT), Perseroan menjadi investor dan kontraktor fase pertama di tiga lintasan sepanjang 44,50 kilometer.(DD)