Melonjak 123%, PTBA Bukukan Laba Bersih Sebesar Rp4,47 Triliun

ilustrasi
PTBA saat Stock Split saham, beberapa waktu lalu | Dok. PTBA

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp4,47 triliun di sepanjang tahun 2017, atau naik du kali lipat yakni sebesar 123% dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp2 triliun.

Perusahaan juga mencatatkan laba usaha sebesar Rp5,89 triliun atau meningkat 132% dibandingkan tahun 2016 lalu yang hanya sebesar Rp2,53 triliun. Sementara itu, untuk pendapatan Perusahaan mencapai Rp19,47 triliun atau naik 38% dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp14,05 triliun.

“Peningkatan pendapatan ini adalah hasil dari penetrasi pasar untuk menjual batu bara Low to Medium Calorie di tengah membaiknya harga batu bara dunia,” kata Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arviyan Arifin, dalam keterangannya yang dikutip Kumparan.com, Senin (12/3/2018).

Disebutkan bahwa secara volume, penjualan batu bara tahun 2017 mencapai 26,63 juta ton atau meningkat 28% dibandingkan penjualan tahun sebelumnya sebesar 20,75 juta ton. Komposisi penjualan masih didominasi penjualan domestik sebesar 61% dan ekspor 39%.

Peningkatan volume penjualan di sepanjang 2017 yang cukup signifikan terjadi pada penjualan domestik yakni meningkat 17% dibandingkan tahun 2016, sementara ekspor meningkat 9%.

“Kenaikan harga jual ini seiring dengan penguatan harga batu bara Newcastle maupun harga batu bara thermal Indonesia (Indonesia Coal Index/ICI) yang meningkat masing-masing sebesar 34% dan 32% dibandingkan harga rata-rata di 2016,” ujar Arviyan.

Hal tersebut juga diamini oleh Sekretaris Perusahaan PTBA, Suherman, yang mengungkapkan, kenaikan pendapatan diperoleh dari strategi perusahaan untuk menjual batubara low to medium calorie.

Dalam keterangan yang dilansir Kontan.co.id, Senin (12/3/2018), Suherman menambahkan, harga jual rata-rata batubara bergerak positif sebesar 24%. Di tahun 2016, harga jual rata-rata adalah Rp 658.018 per ton. Tahun 2017 harga rata-rata adalah Rp 814.216 per ton.

Kenaikan harga jual rata-rata batubara PTBA ini mengerek margin laba kotor tahun lalu menjadi 43,68% ketimbang tahun sebelumnya yang hanya 31,31%. Di sisi lain, beban operasional dan keuangan PTBA tak jauh berbeda. Inilah yang menyebabkan laba bersih PTBA melambung. Laba per saham dasar PTBA pun meningkat menjadi Rp 425 per saham dari sebelumnya Rp 190 per saham.(DD)