Inilah Upaya AP I dalam Mendukung Kampanye Keselamatan Penerbangan

ilustrasi
Bentuk kampanye keselamatan dan keamanan penerbangan dari Angkasa Pura Airports | Dok. Angkasa Pura I

PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I (Angkasa Pura Airports), mengimplementasikan dukungannya dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya keselamatan dan keamanan penerbangan. Angkasa Pura Airports mendukung kegiatan Kampanye Keselamatan dan Keamanan Penerbangan yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kementerian Perhubungan.

Angkasa Pura Airports mendukung kegiatan tersebut dengan melakukannya secara serentak di lima bandara besarnya yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, dan Bandara Sam Ratulangi Manado.

Kegiatan kampanye di ke-lima bandara Angkasa Pura Airports ini dipimpin oleh General Manager masing-masing bandara yang tujuan utamanya adalah memberikan edukasi dan pemahaman kepada calon penumpang mengenai peranan masyarakat dalam mendukung keselamatan dan keamanan penerbangan, khususnya terkait aktivitas keseharian masyarakat yang berpengaruh terhadap penerbangan.

“Kami sangat memegang teguh prinsip safety, security, service, and compliance atau biasa dikenal sebagai 3S1C pada setiap kegiatan operasional kami di bandara. Oleh karena itu kami mendukung penuh segala bentuk upaya perwujudan hal tersebut, termasuk salah satunya adalah kegiatan Kampanye Keselamatan dan Keamanan Penerbangan di beberapa bandara Angkasa Pura Airports,” kata Direktur Utama Angkasa Pura Airports, Faik Fahmi, dalam keterangannya yang dilansir laman Perseroan, Sabtu (16/2/2019).

Misalnya di wilayah terminal Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, kampanye dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi tentang pentingnya keamanan dan keselamatan penerbangan. Selain memberikan informasi seputar penggunaan telefon seluler dan power bank di dalam pesawat, jenis barang berbahaya, dan informasi mengenai tata cara dalam melakukan penerbangan, pengguna jasa juga diberikan suvenir berupa pin dengan logo bertuliskan “Selamanya”, yang merupakan kepanjangan dari “Selamat”, ‘Aman”, dan “Nyaman”.

Di sisi udara Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, dilakukan ramp check terhadap 3 pesawat udara, 16 awak kabin pesawat, serta 9 unit GSE. Dalam inspeksi ini, kondisi dari pesawat, awak kabin, serta GSE dinyatakan laik operasi.

Sementara di menara ATC Bandara I Gusti Ngurah Bali, inspeksi yang dilakukan oleh tim gabungan menyatakan bahwa pelayanan lalu lintas udara yang dilakukan oleh Perum LPPNPI (Airnav) Cabang Denpasar dalam kondisi optimal, serta telah sesuai dengan standard operating procedure (SOP) yang telah mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Keselamatan dan keamanan bandara tidak hanya tanggung jawab Otoritas Bandara atau Operator serta Komunitas Bandara, pengguna jasa atau masyarakat juga memiliki andil untuk menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan dengan mematuhi peraturan yang sudah diterapkan.(DD)