Esensi: BEI Mencatat 405 Perusahaan Bukukan Laba Bersih Rp244 Triliun

ilustrasi
Terdapat sekitar 405 perusahaan tercatat di pasar modal | Dok. Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat adanya peningkatan perolehan laba bersih dalam periode Januari-September 2018 dari 405 perusahaan tercatat di pasar modal. Industri perbankan menguasai perolehan laba bersih tertinggi dalam pencapaian kinerja di kuartal II/2018 tersebut.

Esensi Berita:

  1. BEI mencatat sebanyak 405 perusahaan tercatat di pasar modal mencatatkan laba bersih dalam periode Januari-September 2018 dengan total mencapai Rp244 triliun.
  2. Seperti dilansir dari Detik.com, Kamis (8/11/2018), tercatat dari total perusahaan tersebut, ada 5 perusahaan dengan perolehan laba bersih paling besar. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menduduki urutan paling atas dengan perolehan laba bersih sebesar Rp23,54 triliun.
  3. Posisi kedua ada PT Astra International Tbk (ASII) yang mengantongi laba bersih sebesar Rp21,5 triliun. Di urutan ketiga ada PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang mengantongi laba bersih sebesar Rp20,68 triliun.
  4. Selanjutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menempati posisi keempat dengan torehan laba bersih Rp18,7 triliun. Sementara di posisi kelima ada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang labanya sebesar Rp18,5 triliun.

Info Terkait :

  1. Dalam keterangan yang dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (8/11/2018), disebutkan bahwa dari 405 perusahaan yang mengantongi laba, 301 di antaranya mengalami kenaikan laba bersih.
  2. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, dari 519 emiten yang telah menyampaikan laporan keuangan, 405 emiten meraih untung. “Sebanyak 46 perusahaan tercatat yang pada periode 30 September 2017 membukukan rugi bersih menjadi membukukan laba bersih pada periode 30 September 2018,” katanya.
  3. Sementara itu, dilansir dari Liputan6.com, Kamis (8/11/2018), BEI melaporkan pendapatan emiten naik 10% atau Rp185 triliun menjadi Rp2.061 triliun pada kuartal III/2018. Pada kuartal III/2017, pendapatan emiten mencapai Rp1.876 triliun. Sementara itu, total aset tumbuh 6% atau Rp510 triliun dari sebesar Rp9.177 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp9.687 triliun.
  4. I Gede Nyoman Yetna mengatakan, seluruh sektor mencatatkan peningkatan pendapatan dan aset dengan persentase peningkatan pendapatan terbesar dibukukan oleh sektor tambang, aneka industri, jasa perdagangan dan investasi. Sedangkan persentase peningkatan aset terbesar dibukukan oleh sektor tambang, aneka industri, properti, properti dan konstruksi.(DD)