BNI Catat Pencapaian Transaksi Remitansi Sebesar Rp491,2 Triliun di 2017

ilustrasi
MoRe BNI diluncurkan pada Acara Semarak Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Minggu, 11 Maret 2018 | Dok. Bank BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatat pencapaian pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia atau remitansi yang cukup besar sepanjang tahun 2017. Perseroan mencatat transaksi remitansi mencapai Rp491,2 triliun pada tahun lalu.

Berdasarkan data Bank BNI, total remitansi Rp491,2 triliun tersebut berasal dari korporasi, orang pribadi dan pekerja migran Indonesia (PMI) alias TKI. Untuk korporasi tercatat 204.541 transaksi dengan nilai Rp284,3 triliun. Untuk personal non TKI tercatat 155.843 transaksi dengan nilai Rp197,4 triliun.

Sedangkan yang berasal dari TKI tercatat 3.008.087 transaksi dengan nilai Rp9,5 triliun. Khusus untuk di Singapura tercatat total remitansi sebesar Rp29,46 triliun. Total tersebut berasal dari korporasi sebanyak 18.981 transaksi dengan nilai Rp28,7 triliun, dan TKI sebanyak 91.257 transaksi dengan nilai Rp760 miliar.

Direktur Utama Bank BNI Achmad Baiquni mengatakan, WNI yang berada di luar negeri kini sudah bisa memanfaatkan layanan mobile remittance (MoRe) dengan biaya murah, yang menjadi salah satu penyebab besarnya remitansi BNI dari Singapura.

“Filosofinya, bagaimana BNI memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan kita,” kata Baiquni, dalam keterangannya yang dikutip Detik.com, Senin (12/3/2018),.

Dijelaskan, bahwa produk layanan berbasis aplikasi smartphone ini sudah digarap sejak 2016 dengan menggandeng perusahaan fintech lokal Singapura. Keterlibatan fintech lokal juga memberikan efisiensi dari segi investasi.

“Memang ada investasi tapi tidak besar, dengan adanya teknologi banyak peluang yang ditawarkan fintech, jadi kita tidak mengembangkan baru. Jadi kita manfaatkan fintech yang ada,” jelasnya.

Sementara itu,  Bank BNI menargetkan dana pihak ketiga (DPK) dari layanan pengiriman uang atau remitansi tumbuh 25% tahun ini, yakni mencapai Rp7,5 triliun. Adapun total DPK dari bisnis remitansi pada 2017 tercatat sebesar Rp6 triliun.

Dalam keterangan yang dilansir Beritasatu.com, General Manager Divisi Internasional BNI Henry Pandjaitan mengatakan, dana murah dari bisnis remitansi ini mayoritas disumbang dari dua negara, yaitu Arab Saudi dan Malaysia. Dua negara ini menyumbang 65% terhadap total bisnis remitansi BNI.

“Sampai akhir 2017, DPK dari bisnis remitansi kami mencapai Rp6 triliun. Tahun ini kami targetkan tumbuh 25% atau mencapai Rp7,5 triliun,” kata Henry.

Menurutnya, potensi bisnis remitansi saat ini masih cukup besar. Sebab, saat ini total pekerja migran Indonesia di luar negeri terdapat sebanyak 3,5 juta orang. Selain itu, dari 25 juta slip remitansi ke Indonesia pada 2017, baru sekitar 3,5 juta slip yang melalui BNI.

Adapun terkait peluncuran aplikasi MoRe, BNI membidik perolehan DPK dari bisnis remitansi di Singapura sebesar Rp1 triliun tahun ini. Angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan perolehan DPK remitansi tahun lalu yang sebesar Rp400 miliar.(DD)