Menghadirkan Brand Positif Lewat Kampanye “Indonesia Bicara Baik”

Ilustrasi
Ilustrasi | Nugroho/Annualreport.id

“Indonesia Bicara Baik", kalimat yang sederhana tapi sarat makna ini menjadi gerakan nasional insan Humas Indonesia yang diinisiasi oleh Persatuhan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia. Gerakan ini mengajak para praktisi kehumasan atau public relations (PR), baik di jajaran swasta maupun pemerintahan, bersama-sama menjadi agent of change dengan motto “Indonesia Bicara Baik”, sekaligus mengajak 260 juta rakyat Indonesia untuk menjadi Humas Indonesia dengan berbicara baik tentang Indonesia.

Harapannya, tentu saja, motto ini menjadi spirit bersama dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia yang belakangan ini terasa lebih sesak dan kental dengan ragam perbedaan. Supaya ke depan, akan terbangun brand Indonesia yang positif, yang berdampak positif pula terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara di semua sektor, termasuk sektor perkenomian.

Sekilas, pendekatan yang diusung terlihat sekadar menitik beratkan pada hasil akhir bahwa semua komunikator harus berusaha mengkomunikasikan materinya dengan cara yang baik. Namun sesungguhnya, banyak tantangan yang dihadapi, di antaranya, tak terbendungnya arus informasi melalui platform media sosial. Konten baik dan buruk, fakta dan fiktif bercampur aduk lalu menjadi viral di media sosial dan membuat kegaduhan.

Viral yang buruk membuat Indonesia yang indah dan mempesona menjadi tak mendapat tempat di hati jutaan wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Indonesia. Cuitan di Twitter dan Facebook yang saling mencibir adalah hal yang kontra produktif dengan kampanye pemerintah Wonderful Indonesia.

Kondisi dunia digital ini membuat para praktisi kehumasan pun harus beradaptasi, hingga munculah konsep kehumasan yang baru yaitu “digital PR”.

Lalu, apa itu digital PR? Bagaimana pula Perhumas Indonesia lewat kampanye “Indonesia Bicara Baik” berupaya memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat tentang  perlunya berbicara baik? Apa saja tantangannya? Ikuti terus ulasan Annualreport.id kali ini.