Sara K. Loebis, Corsec United Tractors: ARA Bukan Sekadar Kompetisi Tapi Ajang Evaluasi

Sara K. Loebis, Corsecc United Tractors
Sara K. Loebis, Corsec United Tractors | Siti Marwiyah/Annualreport.id

Menjadi juara ARA alias Annual Report Award memang menjadi dambaan semua perusahaan yang ikut kompetisi tahunan tersebut. Namun bagi PT United Tractors Tbk atau UT, menjadi juara bukanlah tujuan utama. Ada hal lain yang lebih penting, yakni evalusi para dewan juri ARA terhadap buku annual report yang diterbitkannya.

Evaluasi tersebut menjadi bahan bagi UT untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas annual report selanjutnya, bahkan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG).

UT adalah perusahaan yang bergerak di sektor mesin konstruksi, distributor peralatan berat terbesar di Indonesia yang menyediakan produk-produk dari merek ternama dunia seperti Komatsu, UD Trucks, Scania, Bomag, Tadano, dan Komatsu Forest. Bisnis UT kemudian merambah ke sektor kontraktor penambangan dan pertambangan batu bara.

Mayoritas saham UT, yakni sebesar 59,5 persen, dimiliki oleh PT Astra International Tbk. Pada 1989, UT mulai go public, mendaftarkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya dengan kode emiten UNTR.

Sejak itu, UT rutin membuat annual report sebagai bahan informasi dan laporan kepada para pemangku kepentingannya. UT juga rutin mengikuti ARA sejak pertama kali ARA diselenggarakan yakni tahun 2002.

Berikut ini petikan wawancara Annualreport.id dengan Corporate Secretary (Corsec) UT Sara K. Loebis belum lama ini tentang pengalaman UT dalam menyusun annual report dan mengikuti ARA.

Bisa diceritakan tentang pengalaman Ibu dan tim dalam menyusun buku Annual Report PT United Tractors Tbk?

Kami menulis buku annual report sejak perusahaan kami tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni sekitar tahun 1989. Dalam menyusun annual report, kami selalu berusaha compliance dengan pedoman yang dikeluarkan oleh regulator, dalam hal ini Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) yang sekarang sudah berubah menjadi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kami juga mencoba mengikuti prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Govenance (GCG) yang mengacu kepada parameter internasional yakni ASEAN Corporate Governance Scorecard.

Apakah UT selalu mengikuti ARA? Bagaimana pendapat Ibu tentang ARA?

Pelaksanaan ARA ini sangat positif, khususnya bagi UT. Karena itu, kami selalu mengikut ARA. Kami selalu berupaya makin meningkatkan compliance dengan kriteria-kriteria ARA tersebut.

Dengan mengikuti kriteria ARA, kami menjadi mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan investor atau pemegang saham pada umumnya. Karena apa yang mereka tanyakan, ternyata umumnya sudah tercakup dalam kriteria ARA. Para investor kami pun dengan mudah mencari jawaban kami melalui annual report kami.

Itulah alasan kami selalu mengikuti ARA dan berusaha untuk compliance. Namun tujuan kami bukan untuk mengejar juara atau menjadi pemenang ARA. Tapi evaluasi yang diberikan oleh dewan juri.

Biasanya para juri akan mengeluarkan evaluasi terhadap annual report perusahaan yang mengikuti ARA. Nah, itu yang kami gunakan untuk perbaikan annual report selanjutnya.

Jadi, tidak ada target jadi juara ARA ya, Bu?

Sebagaimana kita ketahui, ARA itu sangat sedikit kategorinya. Sementara kami ini berada dalam kategori nonbank dan non-BUMN, dan kita ini adalah salah satu dari sekian banyak perusahaan yang ikut kompetisi ARA. Jadi, kita tahu diri jugalah, masih banyak yang lebih jago...

Apa yang menjadi kesulitan dalam menyusun Annual Repot UT?

Kesulitan kami hanya di waktu saja. Seandainya kami diberi waktu yang panjang, mungkin akan banyak yang bisa kami ungkapkan dalam annual report.

Apalagi annual report ini melibatkan kinerja yang data-datanya terdiri dari angka-angka yang tidak sedikit, sementara kami hanya diberi waktu tiga bulan untuk menyiapkan annual report.

Jadi lebih pada waktu yang tidak banyak untuk bisa menuangkan semua tentang kinerja dan pelaksanaan GCG di perusahaan yang juga cukup banyak.

Menyusun Annual Report UT cukup menantang, ya Bu...

Iya. Pekerjaan rutin tiap tahun. Kita inginnya libur, tapi ga bisa libur.

Apakah ada divisi atau tim khusus untuk menyusun Annual Report UT?

Ya. Kami mempunyai tim mini gabungan dari Communication Department dan Investor Relation Department. Karena Investor Relation Department yang berkaitan dengan angka-angka investasi dan kinerja perusahaan, sedangkan divisi komunikasi berkaitan dengan pelaksanaan CSR.

Lalu, bagaimana mengatasi tantangan waktu yang sedikit tersebut? Apa strateginya?

Kami mengatasinya dengan cara mencicil. Data-data yang diperlukan untuk penyusunan annual report sudah kami cicil jauh-jauh hari. Misalnya, pada bulan-bulan ini kami mulai mengumpulkan data-data yang mungkin bisa kami cicil, kemudian copywriter pun mulai membuat draft, sementara data yang berupa angka-angka, kami masukan belakangan supaya bisa direvisi. Begitu juga dengan tema sudah kita tentukan sekarang.

Melalui strategi mencicil ini, maka, dengan waktu yang sedikit ini, kami dapat menyusun annual report secara tepat waktu.