Hindra Tanujaya, Direktur Keuangan ASSA Rent: Optimal Di Tengah Kondisi Perkenomian yang Menantang

Hindra Tanujaya, Direktur Keuangan PT Adi Sarana Armada Tbk.
Hindra Tanujaya, Direktur Keuangan PT Adi Sarana Armada Tbk. | Indra Gunawan/Annualreport.id

PT Adi Sarana Armada Tbk. atau ASSA Rent menjadi salah satu perusahaan nasional yang berkinerja positif di tengah tantangan perekenomian nasional maupun global yang masih belum stabil ini. Bahkan, sejak melakukan penawaran saham umum atau intial publik offering (IPO) tahun 20012 hingga 2015 kemarin, pertumbuhan laba perusahan selalu di atas 20 persen.

Pada kuartal pertama 2016, di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, ASSA Rent sempat mengumumkan labanya anjlok, namun di kuartal III 2016 yang akan diumumkan sepekan lagi, laba tersebut telah tumbuh kembali.

Direktur Keuangan ASSA Rent Hindra Tanujaya kepada Annualreport.id menjelaskan, kinerja positif tersebut tidak lepas dari kerja keras ASSA Rent dalam mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki Perseroan serta memberikan layanan yang optimal terhadap kepuasan para pelanggan.

Di sela kesibukannya, Lelaki kelahiran Cianjur tahun 1966 menyempatkan diri menerima Annualreport.id di Kantor Pusat Assa Rent, Ghara Kirana, Jakarta, Selasa 18 Oktober 2016. Berikut penggalannya.

Bagaimana kinerja ASSA Rent di tahun yang masih penuh tantangan, terutama dari kondisi perekonomian nasional maupun global yang belum stabil ini?

Tahun lalu, walau kondisi tidak terlalu baik, tapi growth-nya cukup tinggi, yakni 22 persen. Namun di tahun ini, kondisinya lebih berat lagi. Hal ini efek dari para costumer kami yang sama juga merasakan hal yang sama. Mayoritas mereka berasal dari korporasi. Dengan kondisi perekenomian yang berat ini, kebanyakan mereka tidak banyak melakukan ekspansi, sehingga kondisi tersebut berpengaruh terhadap ASSA Rent.

Langkah apa yang dilakukan ASSA Rent untuk menghadapi tantangan ini?

Tentunya, sebagai perusahaan peyedia jasa, yang kita lakukan adalah menjaga kepuasan pelanggan. Kami terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan-pelanggan kita dengan baik. Dengan begitu, kami berharap para pelanggan tetap puas, sehingga walau dalam kondisi susah, mereka akan tetap memilih ASSA Rent.

Bagaimana pandangan ASSA Rent terhadap kebijakan perekonomian Presiden Joko Widodo?

Konsentrasi Presiden Joko Widodo terhadap pembangunan infrastruktur cukup besar, seperti pembangunan jalan, di samping membangun pelayanan publik, seperti kesehatan dan pendidikan rakyat. Hal ini tentu positif bagi kita. Karena dengan infrastruktur yang lebih baik, terutama pembangunan jalan tol dan jalan-jalan baru, maka jalur transportasi menjadi lebih baik. Mudah-mudahan dengan adanya kemudahan transportasi akan membuat bisnis ASSA Rent menjadi berkembangan.

Bisa dijelaskan sistem penyewaan atau jasa rental mobil di ASSA Rent?

Cabang-cabang kantor penyewaan mobil ASSA Rent tersebut di seluruh Indonesia dengan jumlah mobil mencapai 19.000 unit kendaraan. Kendaraan tersebut dari berbagai jenis, tapi mayoritas adalah kendaraan jenis MPV.

Mobil-mobil tersebut kami beli, kemudian kami sewakan. Setelah masa pakai empat tahun, mobil-mobil tersebut kami jual di Balai Lelang Assa Rent.

Rata-rata pelanggan kami berasal dari perusahaan. Kontrak perusahaan atas jasa rental mobil umumnya 2,5 tahun. Jadi bukan sebulan atau dua bulan. Selama masa sewa tersebut, semua maintanance mobil kita yang menghandle. Jika pelanggan mengalami masalah dengan mobilnya, kami siap 24 jam melayani.

Selain menyewakan mobil, kami juga menyediakan penyewaan pengemudi, bagi para pelanggan yang membutuhkannya. Kami juga menyediakan jasa logistik, yaitu jasa pengangkutan barang melalui mobil-mobil truk kami.

Bisa dijelaskan tentang Balai Lelang ASSA Rent?

Balai Lelang ini tidak hanya menjual atau melelang kendaraan-kendaraan milik ASSA Rent, tapi juga titipan dari pihak lain. Misalnya dari finance company. Saat ini, angka kredit macet di bidang otomotif cukup tinggi. Nah, kalau kredit macet, otomatis ada mobil yang ditarik finance company dari customer mereka. Mobil tarikan inilah yang dilelang di Balai Lelang ASSA Rent. Apalagi mereka juga harus transparan tentang berapa nilai jual mobil supaya bisa menutupi utang pelanggannya mereka.

Apakah laba dari Balai Lelang ini cukup signifikan bagi revenue Perusahaan?

Masalah revenue, kami bermain di fees aja. Balai lelang itu bukan berarti kita beli mobil, kemudian menjual mobil. Kalau kita jual beli mobil tentu revenuenya bisa besar. Tapi balai lelang ini revenuenya dari fee para penjual mobil yang sukses melelang mobilnya di Balai Lelang tadi.

Jadi, bisnis Balai Lelang ini, dari sisi revenue, atau sisi bottom line, kontribusi terhadap revenue perusahaan memang kecil, tapi profitnya bagus. Kita tidak perlu investasi, kita cuma lelangin saja.

Revenue paling banyak tetap di bisnis core perusahaan yakni rental mobil. Revenuenya sebesar 60 persen.

Pada Kuartal I, ASSA Rent melaporkan jika laba bersih Perusahaan menurun, lantas bagaimana pada kuartal III ini?

Pada kuartal I memang laba tidak terlalu besar, karena seperti yang dijelaskan tadi, keadaan ekonomi nasional dan global masih sulit. Malah Jual mobil bekas juga agak sedikit kita tahan, karena ada program diskon mobil baru yang jor-joran sehingga mempengaruhi harga mobil bekas. Sedangkan di kuartal III ini, laba bersih dibanding tahun lalu meningkat.

Apa yang mendukung performance Perusahaan meningkat di kuartal III ini?

Selain dari penambahan mobil yang disewa, juga penambahan jumlah pengemudi yang cukup signifikan. Jadi kontribusi dari penyewaan pengemudi ini cukup tinggi terhadap revenue di kuartal III.