PT MIDI UTAMA INDONESIA TBK

PT MIDI UTAMA INDONESIA TBK Laporan Tahunan 2016

KEEP INNOVATING TO KEEP GROWING

Tahun 2016 merupakan tahun pemulihan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi selama tahun 2016 telah mampu mendorong peningkatan performa bisnis setiap sektor usaha termasuk industri ritel modern di tanah air. Selain dilatarbelakangi pertumbuhan ekonomi, pangsa pasar ritel modern Indonesia yang potensial juga menjadi daya tarik bagi investor ritel domestik dan asing untuk ikut serta meramaikan pasar ritel yang ada serta menciptakan persaingan usaha yang semakin kompetitif.

Sebagai salah satu pelaku usaha industri ritel modern yang telah berkecimpung selama hampir satu dekade, PT Midi Utama Indonesia Tbk, yang menaungi brand Alfamidi dan Lawson, saat ini juga mengembangkan brand Alfamidi super sebagai suatu bentuk inovasi guna menyikapi dinamika industri ritel modern. Perseroan juga melakukan berbagai inovasi usaha berbasis konsumen (consumer oriented). Inovasi yang dilakukan tentunya difokuskan untuk memenuhi karakter belanja masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan harian dan rumah tangga serta memberikan nilai lebih dengan menghadirkan beragam pilihan produk serta format gerai.

Perseroan terus berupaya untuk menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dengan tetap menjaga citra Perseroan sebagai brand ritel yang menghadirkan produk-produk pilihan yang berkualitas, terjangkau, pelayanan prima serta mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Dengan upaya tersebut, Perseroan tentunya dapat terus menjaga pertumbuhan usaha secara baik dan berkelanjutan yang bermanfaat tidak hanya bagi Perseroan namun juga konsumen, pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Perseroan Membukukan Pendapatan Bersih Sebesar Rp8,49 Triliun

Pada tahun 2016, Perseroan berhasil meningkatkan pendapatan bersih dengan signifikan sebesar 18,42% atau dari Rp7,17 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp8,49 triliun pada tahun 2016. Hal ini didorong oleh pertumbuhan penjualan gerai yang sama (same stores sales growth) dan juga pertumbuhan gerai baru Perseroan. Pada tahun 2016, jumlah gerai yang dimiliki oleh Perseroan tercatat sebesar 1.265 gerai dengan 1.222 gerai untuk format Alfamidi, 35 gerai untuk format Lawson dan 8 gerai untuk format Alfamidi super. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 19% dibanding dengan jumlah gerai pada akhir tahun 2015.

Upaya-upaya Perseroan melalui pengendalian biaya, pengelolaan bauran margin serta pengelolaan bauran produk yang baik telah berhasil meningkatkan laba komprehensif Perseroan sebesar 37,33% menjadi Rp202,43 miliar.

Gerai One Stop Shopping

Pengembangan jasa yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan juga semakin ditingkatkan dalam upaya Perseroan menjadikan gerainya sebagai gerai keluarga melalui konsep one stop shopping. Perseroan secara berkelanjutan meningkatkan jumlah pelayanan pembayaran yang dapat dilakukan di gerai Perseroan sehubungan dengan berbagai jenis jasa secara online (e-commerce). Jasa-jasa yang diberikan antara lain pembayaran tagihan dan pembelian token listrik, pembayaran tagihan cicilan kendaraan, pemesanan dan pembayaran kode booking tiket kereta api, pembayaran kode booking tiket pesawat terbang, pembayaran tv berlangganan, pembayaran PDAM, Pembayaran BPJS kesehatan, hingga pembelian tiket konser semua bisa dilakukan di gerai Perseroan.

Perseroan tetap pada filosofi bisnisnya yang mengedepankan kepuasan pelanggan melalui pemberian pelayanan terbaik dan pengalaman belanja yang menyenangkan. Untuk itu, pemberian pelatihan yang tepat dan proposional kepada karyawan khususnya yang berada di gerai-gerai menjadi perhatian utama kami. Pelatihan-pelatihan yang diberikan diharapkan dapat menciptakan kedisiplinan, integritas dan kerja sama tim yang baik atas tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh masing-masing individu sehingga tercipta kepuasan pelanggan melalui standar pelayanan yang terbaik.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendapatan Bersih
Pada tahun 2016, Perseroan berhasil membukukan kenaikan pendapatan bersih yang signifikan yaitu sebesar 18,42% menjadi sebesar Rp8,49 triliun dari Rp7,17 triliun pada tahun 2015. Hal ini dipicu oleh pertumbuhan penjualan gerai yang sama (same stores sales growth) dan juga pertumbuhan jumlah gerai baru. Secara keseluruhan, jumlah gerai Perseroan pada akhir tahun 2016 adalah 1.265, dengan rincian 1.222 gerai Alfamidi, 35 gerai Lawson dan 8 gerai Alfamidi super. Sedangkan jumlah gerai Perseroan pada akhir tahun 2015 adalah sebanyak 1.063 gerai, dengan rincian 1.023 gerai Alfamidi, 38 gerai Lawson dan 2 gerai Alfamidi super. Pertumbuhan bersih seluruh gerai baru Perseroan pada tahun 2016 adalah sebanyak 202 gerai atau meningkat sebesar 19,00% dibandingkan tahun 2015.

Laba Usaha
Laba usaha pada tahun 2016 meningkat sebesar 29,45% menjadi Rp421,91 miliar pada tahun 2016 dibandingkan dengan Rp325,93 miliar pada tahun 2015. Persentase laba usaha terhadap pendapatan neto meningkat sebesar 0,43% menjadi 4,97% pada tahun 2016 dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar 4,54%. Peningkatan pendapatan neto Perseroan dan upaya Perseroan untuk memaksimalkan bauran produk dan bauran margin telah mendorong peningkatan laba usaha Perseroan.

Aset
Aset Lancar Perseroan meningkat sebesar Rp418,59 miliar atau sebesar 32,16% dari Rp1.301,58 miliar pada tanggal 31 Desember 2015 menjadi Rp1.720,17 miliar pada tanggal 31 Desember 2016. Aset tidak lancar Perseroan meningkat sebesar Rp610,05 miliar atau sebesar 31,59% dari Rp1.931,06 miliar pada tanggal 31 Desember 2015 menjadi Rp2.541,11 miliar pada tanggal 31 Desember 2016. Kenaikan jumlah aset lancar dan aset tidak lancar tersebut telah mendorong jumlah aset Perseroan tumbuh sebesar Rp1.028,64 miliar atau 31,82% menjadi Rp4.261,28 miliar pada tanggal 31 Desember 2016 dibandingkan dengan Rp3.232,64 miliar pada tanggal 31 Desember 2015. Kenaikan jumlah aset disebabkan terutama karena meningkatnya aset tetap, sewa dibayar dimuka dan persediaan seiring dengan penambahan gerai baru.

Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan meningkat sebesar Rp869,24 miliar atau sebesar 34,81% dari Rp2.496,94 miliar pada tanggal 31 Desember 2015 menjadi Rp3.366,18 miliar pada tanggal 31 Desember 2016 dengan rincian peningkatan liabilitas jangka pendek sebesar Rp602,46 miliar atau 36,68% menjadi Rp2.245,12 miliar pada tanggal 31 Desember 2016 dan peningkatan liabilitas jangka panjang sebesar Rp266,78 miliar atau 31,23% menjadi Rp1.121,06 miliar pada tanggal 31 Desember 2016 dibandingkan tahun sebelumnya.

Ekuitas
Pada tanggal 31 Desember 2016, jumlah ekuitas Perseroan meningkat sebesar 21,67% menjadi sebesar Rp895,11 miliar dari Rp735,70 miliar pada tanggal 31 Desember 2015, dikarenakan peningkatan saldo laba yang berasal dari laba komprehensif tahun 2016.

RENCANA STRATEGIS

Perseroan terus berfokus untuk melakukan perbaikan proses bisnis dan memastikan efisiensi pada setiap aspek kegiatan operasi. Di sisi penjualan, Perseroan berfokus untuk melakukan evaluasi produktivitas, optimalisasi penjualan dan perbaikan rantai pasokan. Optimalisasi dukungan teknologi informasi komunikasi juga akan ditingkatkan guna mendukung produktivitas dan efisiensi. Perseroan mendorong inovasi dan pengembangan proses bisnis menjadi budaya kerja seluruh karyawan guna mendorong perbaikan proses bisnis.

Di sisi lain, guna memanfaatkan peluang usaha yang terbuka luas, Perseroan senantiasa membuka peluang kerjasama bisnis dengan pihak ketiga guna mengembangkan produkproduk layanan yang menjadi kebutuhan pelanggan dengan memanfaatkan kekuatan jaringan yang dimiliki Perseroan. Melalui berbagai upaya dan terobosan yang telah dilakukan dan akan senantiasa dikembangkan, Perseroan berkeyakinan akan dapat meningkatkan kinerja di masa yang akan datang.

Dengan berbagai inovasi baru Perseroan yang menarik perhatian pelanggan untuk berbelanja di gerai-gerai Perseroan, Perseroan meyakini jumlah pelanggan baru pada masa mendatang akan terus bertambah, sedangkan loyalitas pelanggan yang sudah ada akan semakin diperkokoh. Oleh karena itu, Perseroan yakin mampu mewujudkan peningkatan pangsa pasar yang menunjang pengembangan bisnis Perseroan dan menambah nilai yang bermanfaat bagi karyawan, masyarakat, para Pemegang Saham dan pemangku kepentingan lainnya.

Keterangan:


Tahun
2016
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
Private Non Keuangan Listed (PNKL)
Penghargaan
Jumlah Halaman
156
Kantor Akuntan Publik
Purwantono, Sungkoro, & Surja (Ernst & Young Global Limited)
Biro Administrasi Efek
PT Adimitra Jasa Korpora
Kustodian
N/A
Agen Pemeringkat
N/A
Persatuan Karyawan
N/A
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
midiutamaindonesia,perdaganganumum

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF