PT BANK SAHABAT SAMPOERNA

BANK SAHABAT SAMPOERNA Laporan Tahunan 2015

KEKUATAN TERPADU UNTUK MELANGKAH MAJU
Dengan pertumbuhan Bank Sampoerna yang cukup signifikan di tahun 2014 dan diikuti dengan perkembangan bisnis tahun 2015, Bank Sampoerna kini memiliki pondasi yang lebih kuat dan berada pada posisi yang lebih baik untuk melakukan ekspansi bisnis selanjutnya, yang akan membawa Bank Sampoerna ke level bisnis yang lebih tinggi. Didukung oleh loyalitas para nasabahnya khususnya segmen UMKM (yang pertumbuhannya tetap cukup signifikan di tengah perlambatan ekonomi Indonesia) serta profesionalisme tenaga kerjanya, Bank terus memacu diri untuk semakin meningkatkan kualitas layanan dalam upaya menjadikan Bank Sampoerna sebagai salah satu yang terbaik di industri perbankan pada skala bisnisnya.

PERFORMANCE HIGHLIGHT

Memberdayakan UKM, Mendorong Pertumbuhan bagi Negeri
Berkat paket-paket kebijakan ekonomi Pemerintah yang dimulai sejak September 2015, bertujuan untuk menggerakkan roda ekonomi dengan semakin cepat dengan memacu pembangunan, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh sebesar 4,80% di tahun 2015, dan suku bunga acuan Bank Indonesia terjaga pada tingkat yang baik yaitu 7,50%. Selain itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga telah mengeluarkan batasan penetapan suku bunga untuk dana pihak ketiga bagi bank-bank dari kategori BUKU 3 dan 4, sehingga kompetisi dalam dunia perbankan khususnya dari sisi penghimpunan dana berjalan dengan sehat.

Bisnis Bank terus ditopang oleh empat pilar bisnis, yakni: penyaluran kredit ke UMKM; penyaluran kredit mikro secara organik dan melalui program asset buying dengan Koperasi Simpan Pinjam Sahabat Mitra Sejati (dahulu Koperasi Mitra Sejati - Sahabat UKM) yang merupakan afiliasi Bank; penyaluran kredit kepada institusi keuangan dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR); serta penghimpunan dana pihak ketiga dari masyarakat. Kendati keempat pilar bisnis tersebut kinerjanya baik, Bank melihat peluang pertumbuhan yang masih besar pada segmen UMKM.

Terkonsentrasi di Segmen Agribisnis
Pembukaan cabang-cabang baru terutama di wilayah timur Indonesia, yang belakangan ini terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat menjanjikan, merupakan strategi tepat untuk menjaring potensi nasabah baru di wilayah tersebut. Langkah ini baik bagi pengembangan dan penyeimbangan portofolio kredit Bank yang saat ini masih terkonsentrasi di segmen agribisnis di wilayah barat Indonesia.

Semua strategi tersebut menghasilkan kenaikan laba bersih setelah pajak yang signifikan, menjadi Rp50,00 miliar di tahun 2015, naik 82,91% dari Rp27,33 miliar di 2014. Ini didorong oleh kenaikan baik dari sisi penghimpunan dana maupun penyaluran kredit. Walaupun penyaluran pinjaman dikembangkan cukup agresif, Bank Sampoerna mampu memperkuat fungsi manajemen risikonya dengan baik, sehingga rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga pada tingkat 2,93% per akhir tahun 2015, di bawah batas atas yang ditetapkan Bank Indonesia. Imbal hasil atas aset (ROA) naik dari 1,25% di 2014 menjadi 1,42% di 2015, sementara rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Bank juga lebih baik, dari 90,71% di 2014 menjadi 89,88% di 2015.

Mentransformasi Tantangan Menjadi Momentum Pertumbuhan
Pinjaman yang disalurkan Bank per akhir 2015 mencapai Rp4,73 triliun, naik 86,23% dari Rp2,54 triliun per akhir 2014. Kenaikan ini ditopang oleh meningkatnya total dana pihak ketiga dari Rp2,71 triliun per akhir 2014 menjadi Rp4,96 triliun per akhir 2015, serta didukung oleh semakin baiknya kinerja manajemen risiko Bank. Dengan demikian, rasio pinjaman terhadap total simpanan (Loanto-Deposit Ratio—LDR) per akhir 2015 tercatat 92,86%. Sekitar 81% dari portofolio pinjaman yang disalurkan Bank dialokasikan pada sektor UMKM, yang terus menjadi fokus bisnis Bank Sampoerna, sejalan dengan Strategi Pertumbuhan Jangka Panjang Bank untuk
2014–2019.

Di tahun 2015 Bank Sampoerna telah berhasil melalui suatu tahapan yang sangat penting di bidang operasional, yaitu penggantian core banking system ke Temenos T-24, yang selesai di bulan November 2015. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi nasabah sekaligus memastikan seluruh proses operasional dan pelaporan lebih efisien dan tepat waktu.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Laba
Laba komprehensif Bank pada tahun 2015 meningkat sebesar 83,74% menjadi Rp50,22 miliar (2014: Rp27,33 miliar) dibandingkan dengan tahun sebelumnya terutama disebabkan oleh peningkatan laba bersih sebesar 82,91% menjadi Rp49,99 miliar (2014: Rp27,33 miliar).

Kredit
Bank berhasil membukukan kredit yang diberikan dengan peningkatan sebesar Rp2.190,12 miliar atau 86,23% menjadi Rp4.730,03 miliar (2014 : Rp2,539.91 miliar).

Aset
Bank mengalami peningkatan total aset sebesar 2.679,37 miliar atau 77,17% menjadi Rp6.151,32 milyar (2014: Rp3.471,94 milyar).

DPK
Meningkatnya total dana pihak ketiga dari Rp2,71 triliun per akhir 2014 menjadi Rp4,96 triliun per akhir 2015.

RENCANA STRATEGIS

Menjaga Tingkat Risiko Kredit Bermasalah
Bank Sampoerna optimis bahwa Indonesia masih akan menunjukkan kemampuannya untuk tumbuh di tahun 2016 dan seterusnya, dan berharap hal ini akan didukung oleh pulihnya perekonomian global secara bertahap. Bagaimanapun juga, perubahan yang signifikan ke arah yang lebih baik belum akan dapat dirasakan di tahun 2016, dan oleh karena itulah Bank Sampoerna menyambut baik diluncurkannya kebijakan-kebijakan oleh Pemerintah dan OJK untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.

Tantangan yang terbesar bagi industri perbankan, dan tentunya bagi Bank Sampoerna di tahun 2016 adalah menjaga tingkat risiko kredit bermasalah. Ini dapat disebabkan oleh perlambatan perekonomian, dan apabila tidak disikapi dengan semestinya, dapat menghambat laju pertumbuhan Bank. Oleh karena itu, Bank Sampoerna telah menetapkan bahwa fondasi bisnis bagian Credit & Collection Bank Sampoerna yang telah dibangun dengan baik di tahun 2015 akan diperkuat melalui sejumlah strategi, yakni: pemilihan calon debitur secara lebih selektif, peningkatan efisiensi proses kredit, pengetatan kebijakan kredit di sektor-sektor yang mengalami
perlambatan, penerapan sistem deteksi dini bagi debitur bermasalah, dan perbaikan infrastruktur kredit khususnya Loan Origination System.

Target Masuk Kategori Bank BUKU 2
Bank Sampoerna memiliki target untuk masuk ke kategori Bank BUKU 2 di tahun 2016, dengan dukungan dari pemegang saham kami. Ini tentunya akan dapat membuka peluang-peluang bisnis yang baru yang sebelumnya sangat terbatas untuk dapat dimanfaatkan oleh Bank. Langkah yang monumental ini akan Bank Sampoerna kawal dengan terus mempertahankan peringkat RBBR 2, meningkatkan kualitas penerapan tata kelola, dan memperluas jaringan kantor sesuai kebutuhan. Portofolio Bank akan terus kami seimbangkan sehingga pertumbuhan tidak hanya bergantung pada salah satu sektor saja. Untuk itu, Bank Sampoerna akan mulai membangun portofolio dari asset-based finance serta penyaluran kredit ke berbagai koperasi dan modal ventura.

Tentunya di tahun-tahun mendatang pihak Bank juga akan terus mempertajam faktor-faktor yang menjadi keunggulan Bank Sampoerna dibandingkan bank-bank pesaingnya. Ini mencakup persepsi dan kepercayaan dari masyarakat terhadap Bank dan dari Grup Pemegang Saham, yaitu Grup Sampoerna Strategic dan Grup Alfa, fasilitas internet banking yang belum dimiliki bank-bank setara, basis konsumen dan debitur yang terdiferensiasi dengan baik sesuai dengan pangsa pasar Bank, inovasi produk dan layanan perbankan, serta infrastruktur kredit yang terus disempurnakan.

Berbekal semua itu, untuk tahun 2016 Bank Sampoerna telah menetapkan sejumlah sasaran finansial, yakni: total aset Rp8,70 triliun, total kredit Rp6,80 triliun, dan laba bersih Rp75,90 miliar. Ini mencerminkan pertumbuhan keseluruhan yang signifikan. Selain itu, Bank Sampoerna juga akan menjaga BOPO di bawah 90%, ROA di atas 1%, dan NPL di bawah 3%. Pada sisi operasional, Bank berencana membuka sejumlah kantor cabang dan kantor fungsional (training centre) baru, serta meningkatkan kualitas layanan melalui implementasi mobile banking dan EDC Mini ATM.

Keterangan:


Tahun
2015
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
Private Keuangan Non Listed (PKNL)
Penghargaan
Private Keuangan Non Listed #3
Jumlah Halaman
345
Kantor Akuntan Publik
Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto RSM AAJ Associates
Biro Administrasi Efek
N/A
Kustodian
N/A
Agen Pemeringkat
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
Persatuan Karyawan
N/A
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
Bank Sampoerna, laporan tahunan,2015,perekonomian,perbankan

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF