PT BANK DKI

BANK DKI Laporan Tahunan 2015

MENEGASKAN PERAN SEBAGAI MITRA ANDALAN PEMPROV DKI JAKARTA & WARGANYA

Terimakasih atas kepercayaan nasabah Bank DKI dalam menggunakan produk dan layanan Bank DKI. Bank DKI berkomitmen untuk mendukung pembangunan ekonomi dan bisnis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan setiap warganya dengan terus menguatkan perannya sebagai mitra yang dapat diandalkan oleh nasabah melalui penyediaan produk dan layanan bisnis serta value chainnya. Hal ini diwujudkan pada bisnis Bank DKI yang difokuskan pada 5 poros penting yakni DKI Business Linkages, 5 Poros tersebut meliputi pembiayaan infrastruktur DKI Jakarta, peningkatan pelayanan publik termasuk diantaranya mendukung cashless society, peningkatan kualitas pendidikan, dukungan kepada sektor koperasi dan UMKM, serta membangun sinergi BUMD.

PERFORMANCE HIGHLIGHT

NPL Meningkat Seiring Perbaikan Berbagai Kebijakan

Perekonomian Provinsi DKI Jakarta relatif stabil di tahun 2015 sebesar 5,9% dari 6,0% di tahun 2014. Hal tersebut didorong oleh menigkatnya realisasi belanja baik dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta tingginya pertumbuhan sektor Jasa Keuangan. Pencapaian target-target kinerja tahun 2015 belum sepenuhnya tercapai, dengan gambaran kinerja keuangan sebagai berikut :

  1. Target Total Aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan Kredit/ Pembiayaan hanya tercapai masing-masing 96,25%; 86,43%, dan 97,56%. Hal ini dapat dipahami, mengingat dalam Semester II/2015 Manajemen baru lebih fokus pada penyelesaian Non Performing Loan (NPL) yang cenderung meningkat serta perbaikan berbagai kebijakan dan proses bisnis.
  2. Laba setelah Pajak mencapai 114,75% dari target yang ditetapkan, demikian juga pencapaian rasio pendukungnya seperti ROA, ROE dan NIM yang berada diatas target Revisi RBB 2015. Target Laba setelah Pajak pada Revisi RBB 2015 ditetapkan sebesar Rp202,28 miliar, lebih rendah jika dibandingkan dengan laba tahun 2014 sebesar Rp468,16 miliar, karena Manajemen mengidentifikasi adanya tambahan risiko yang akan menggerus laba Bank, antara lain:

         (a) penambahan CKPN dan Coverage Ratio akibat kenaikan NPL;

         (b) penyesuaian nilai wajar (mark to market) atas Surat-Surat Berharga; serta

         (c) penambahan cadangan untuk mengantisipasi terjadinya risiko kontijensi.

   3.   Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 90,99% dan Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 54,27%, kedua rasio tersebut lebih     baik dibanding target.

   4.   Kecukupan Modal Bank (CAR) saat ini sebesar 24,53%, mengalami peningkatan yang cukup signifikan terutama karena adanya tambahan setoran modal dari                  Pemprov DKI Jakarta sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) dan Revaluasi Aset. Hal ini menyebabkan Modal Inti Bank pada Desember 2015 meningka          menjadi sebesar Rp5,21 triliun sehingga Bank DKI tergolong pada kategori BUKU 3.

Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) per Desember 2015 terealisir sebesar 90,99% meningkat dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 80,26%. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh tingginya pembentukan beban CKPN serta serta kerugian mark to market surat berharga di tahun 2015.

Pengembangan di Bidang Teknologi

Selain pencapaian kinerja keuangan, Bank DKI juga melakukan berbagai pengembangan di bidang Teknologi Informasi dan Operation selama tahun 2015. Pengembangan sistem informasi manajemen diarahkan dalam rangka penyempurnaan kebijakan dan pengawasan teknologi informasi yang mendukung secara maksimal kebutuhan bisnis, di samping untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan pekerjaan karyawan.

Hal ini dilakukan antara lain melalui program: a). Pemutakhiran Rencana Strategis Teknologi Informasi (ITSP) periode tahun 2015 sampai dengan 2020 untuk mendukung kebutuhan pengembangan bisnis dan memenuhi kepatuhan terhadap regulasi; b). Pemeliharaan kelangsungan layanan TI melalui penerapan SLA pada sistem TI dan proses penyempurnaan pedoman Disaster Recovery Plan (DRP); c). Sentralisasi Back Office untuk meningkatkan control dan efisiensi; d). Penambahan kantor layanan sebanyak 6 Cabang, 8 Cabang Pembantu dan 41 payment point serta penambahan mesin ATM sebanyak 84 unit, untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan meningkatkan layanan kepada masyarakat; d). Perbaikan proses pendistribusian Kartu Jakarta Pintar (KJP) dengan cara sentralisasi pembukaan rekening penerima KJP sehingga tingkat kesalahan input data pembukaan rekening dapat diminimalkan dan waktu yang dibutuhkan lebih singkat.

FINANCIAL HIGHLIGHT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Laba

Pada tahun 2015, Bank DKI membukukan laba sebesar Rp231,80 miliar Laba setelah Pajak mencapai 114,75%

Aset

Total Aset mencapai 96,25% sebesar Rp38,64 triliun.

DPK

Total dana pihak ketiga hingga akhir tahun 2015 tercatat tumbuh sebesar 4,29% dari semula sebesar Rp27,03 triliun di tahun 2014 menjadi Rp28,19 triliun di tahun 2015.

Kredit

Kredit/Pembiayaan mencapai 97,56% dari target yang ditetapkan.

Ekuitas

Ekuitas bank mengalami peningkatan sebesar 35,35% dari semula sebesar Rp4,34 triliun pada tahun 2014 menjadi sebesar Rp5,88 triliun pada tahun 2015.

RENCANA STRATEGIS

Kinerja perekonomian DKI Jakarta diperkirakan akan terus membaik dan meningkat hingga mencapai kisaran 6,3%-6,7% yang utamanya bersumber dari peningkatan permintaan domestik. Permintaan diperkirakan akan meningkat seiring perbaikan kinerja belanja Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat melalui kemeterian/lembaga yang ada di Jakarta. Peningkatan optimism konsumen dan membaiknya daya beli masyarakat diperkirakan akan meningkatkan konsumsi rumah tangga. Peningkatan investasi akan terjadi yang didorong oleh realisasi belanja modal pemerintah dan perbaikan iklim investasi melalui stimulus dan kemudahan usaha dari berbagai paket kebijakan pemerintah.

Proyeksi perbaikan perekonomian nasional juga diharapkan akan meningkatkan kinerja perdagangan antar daerah DKI Jakarta. Semantara kinerja ekspor luar negeri diperkirakan masih belum dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta seiring dengan masih lemahnya pemulihan ekonomi global.

Bank DKI telah menetapkan 5 (lima) fokus area yang secara terus menerus dikembangkan dalam menghadapi integrasi perbankan tahun 2020, yakni:

1. Memperkuat permodalan Bank DKI melalui kebijakan dividen payout ratio serta penambahan modal disetor dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara bertahap. Kuatnya modal memungkinkan bank untuk mempertahankan ekspansi yang berkelanjutan dan perluasan jaringan kantor layanan.

2. Peningkatan efisiensi melalui penataan struktur suku bunga untuk mendorong mobilisasi dan alokasi dana secara efisien dan efektif, melakukan re-evaluasi business model, optimalisasi sumber-sumber pendapatan diluar bunga (fee-based income), optimalisasi penggunaan teknologi dalam rangka peningkatan produktivitas.

3.Peningkatan kualitas SDM dan sistem SDM melalui standarisasi sistem pengelolaan SDM yang komprehensif serta peningkatan kualitas karyawan baik soft skill dan hard skill.

4. Memperkuat infrastruktur teknologi melalui penguatan infrastruktur untuk mendukung inter konektivitas sistem keuangan, dukungan teknologi dalam memperkuat payment system dan pengembangan produk, memperkuat teknologi dalam memperluas akses keuangan.

5. Memperluas jaringan kantor layanan dengan memperluas jaringan kantor serta perluasan jaringan ATM Bank DKI untuk lebih mendekatkan kepada nasabah dengan memberikan kualitas layanan terbaik.

Bank DKI diminta untuk meningkatkan penyaluran kredit/pembiayaan pada sektor UMKM tahun 2016 sehingga target penyaluran kredit/pembiayaan kepada sektor UMKM pada tahun 2018 mencapai sebesar 20% sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Disamping hal tersebut untuk meningkatkan Pelayanan Satu Pintu Pemprov. DKI Jakarta dalam bidang perizinan, penerimaan Pajak/Retribusi Daerah di setiap kantor Kelurahan di Jakarta, Bank diminta peran aktif dalam penyediaan layanan berbasis teknologi melalui : penyediaan kantor/unit layanan (payment point), pengembangan JakCard saat ini dan penerbitan Kartu Multi Fungsi (sementara disebut kartu “Jakarta One”) sebagai sarana pembayaran.

Keterangan:


Tahun
2015
Peserta ARA
Ya
Kategori ARA
BUMD Keuangan Listed (BDKL)
Penghargaan
BUMD Listed #1
Jumlah Halaman
626
Kantor Akuntan Publik
Purwantono, Suherman dan Surja (Ernst & Young)
Biro Administrasi Efek
N/A
Kustodian
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
Agen Pemeringkat
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
Persatuan Karyawan
Sekawan Bank DKI (Serikat Karyawan Bank DKI)
NPWP
N/A
TDP
N/A
SIUP
N/A
Tags
Bank DKI,perbankan,laporan tahunan,2015,Jakarta,BUMD

* Galeri memuat data laporan tahunan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Informasi, permintaan pemuatan maupun perubahan, hubungi: info@annualreport.id


Download Read PDF